Seseorang yang Mengusap Punggungku

Aku, anak manja yang mudah sekali merasa letih. Tunggu, jika sekadar lelah fisik, selonjoran atau tidur sekalian. Beres.

Tetapi pikiran dan perasaan yang letih, aku harus bagaimana selain membasahi bibir dengan zikir? Mungkin karena aku terbiasa sendiri dan mandiri? Sahabatku bilang, aku kokoh di luar, rapuh sangat di dalamnya. Aku hanya bisa diam membenarkan.

Sebuah pelukan selalu bisa menyembuhkan. Benar. Itu selalu. Bagaimana aku memeluk dua jagoan dengan erat, meredakan emosi tangis atau amarah, melenyapkan ketakutan, dan mengurai capeknya mereka setelah bermain.

Aku?🙂 Mungkin tumpukan letih itu yang membuat segalanya menjadi semakin berat. Bohong banget kalau aku bilang semua baik-baik saja. Tetapi, selama aku bisa mengatasi semuanya dengan kasih Allah, aku akan benar-benar baik.

Hingga seorang sahabat datang, mengusap punggungku dan memberi sandaran. Sungguh, tanpa kata, perlahan letih itu benar-benar lenyap! Usapannya disertai senyum hangat, “Apa kabar?” sungguh tak akan pernah dia sadari sebagai hadiah terindahku hari itu.

Aku berharap, suatu saat, kamu akan melakukan hal itu untukku. Hanya untukku. Aku tak akan berpura-pura kuat, meski aku juga tak akan mau dianggap dan dipandang lemah olehmu. Aku hanya ingin dimanja. Sesekali.

 

(tulisan ke tujuhpuluh dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s