Mengaji dan Mengkaji Sampai Ujung Usia

Perjuangan untuk menjadi manusia yang lebih baik tak akan pernah menemui kata selesai. Semuanya membutuhkan waktu, konsistensi, persistensi, kemauan yang kuat, keteguhan hati, dan semangat yang tidak kendor. Meski di jalan pasti akan menemui kelelahan, jalan buntu, onak duri, ranjau, dan rintangan lain, berjalan harus tetap ke depan. Bukan mundur ke belakang.

Semua ingatanku bermula dari pemberian sebuah mushaf Quran terbaik yang pernah kuterima seumur hidupku. Aku menerimanya tanggal 8 Agustus 2015 dengan suka cita. Semalam, menyandingkannya dengan sebuah buku seri Chicken Soup yang sedang kubaca.

Embedded image permalink

Aku menulis twit –> Eniwei, baru kali ini punya Quran super lengkap memenuhi kebutuhan saiyah yang miskin ilmu ini. Ada tesaurus lho. Alhamdulillah GRATIS!

Iya, saiyah dapetinnya haratis cakep banget isinya buat belajar meng(k)aji per kata.

Tadi saiyah gunakan untuk bantu hapalan surah ke 112 lho. Yes, saiyah sedang mengulang Juz Amma bareng muslimah mualaf lainnya. ^^

Jadi, gak cuman belajar bacanya, tapi juga benerin tajwid, beresin harakat, dan kendaliin napas. nasip napas pendek

«Kembali belajar ilmu Quran dari nol. Yes, kita kembali ke nol ya? kosongin tangki anggaplah emang baru bisa alif ba ta tsa.

Ada yang punya Tafsir Quran susunan H. Oemar Bakry? Beken tuh era 90an. Saiyah biasa pakai itu.😀

Tapi sekarang…. AlJamil lebih mudaaaaahhh… Jadi semangat ngulang dari awal. Gak malu kok belajar bareng mualaf lainnya

Am so blessed Allah still gives me another chance to change my life.

And yes, I can’t believe this. Allah menjawab doaku 10 tahun kemudian! Satu dasawarsa untuk mencari yang sesuai. Itu sebabnya aku selalu gagal mendapatkan dan menemukan yang kupikir cocok selama 10 tahun ini. Selepas ngaji rutin di DT Jakarta dulu… Tiada hari tanpa pencarian. Dari nanya temen, dicariin adek, searching online, ikut komunitas ini itu… Capek? Yaeyalah! Nyerah? Gak!Sebelum Ramadhan kemarin, Allah membuka pintu-Nya yang kuketuk selama 10 tahun… Nangis… Cengeng ya akoh? Nyari guru ngaji baru (yang cocok dan sesuai) aja butuh satu dasawarsa. Tenang, jodoh gak akan ngumpet kok. Percaya deh. kok jodoh?

Mungkin terdengar biasa atau malah aneh untuk sebagian orang yang kenal aku. “Trus buat apa lu sekolah di Al-Azhar kalo tuh pelajaran agama gak ada yang nempel?” Let’s blame the environment.😀

mistakes

Aku belajar dari kesalahan. Di masa dekade pertama dan kedua, aku banyak melakukan kesalahan. Aku sempat menjauh dari lingkungan baik dan terseret arus “gaul dan keren” yang akhirnya mengikis iman dan nyaris semuanya.

Kapan aku terakhir mengaji dan mengkaji dengan kesungguhan hati? Lupa. Setelah 10 tahun, aku benar-benar tak ingat kapan… Ya, aku mengaji setiap hari. Tapi tanpa ruh. Tanpa ada rasa yang sanggup membuatku rindu kepada Allah dan Rasul. Aku jahat pada diri sendiri. Iya.

Tapi aku gak pernah berhenti untuk memaksakan diri kembali ke jalan yang benar *jiaaahhh# Beraaaaattt banget! Ngaku deh aku mah. Nyeri. Godaannya bertubi. Hingga akhirnya perlahan satu per satu ‘setan-setan penggoda’ itu dijauhkan dariku… Tangan Allah bekerja sempurna bagiku.

Yang pernah membaca postingan tentang my four bastards, tentunya tahu tentang John, Sean, Ken, dan Bob. Pertama, Ken yang menghilang blas dari area radarku. Benar-benar putus hubungan. Tak merasa perlu dihubungi juga. Kedua Bob. Meski hingga kini masih berkomunikasi, aku yang mencoba membatasi diri dan tahu diri. Dunia kami sangat jelas berbeda. Ketiga John. Agak sulit melepaskan diri darinya yang begitu posesif dan sangat memaksakan kehendak. Hingga akhirnya dia yang unfriend FB dan delcon BBM. Aku tak merasa kehilangan. Terakhir Sean. Dia yang setiap hari meneleponku, kini bisa sebulan hanya sekali. Tak mengapa. 😁

Ini hanya satu episode bagaimana Allah sangat sayang. Selain humor-Nya yang senantiasa membuatku menahan napas karena merasa senewen, kasih dan rahmat-Nya senantiasa membuat dengkul gemetar, Dia memberi kesempatan padaku untuk kembali pada-Nya dalam keadaan sama seperti ketika dilahirkan. Waullahu’alam. Semoga. Doakan.

Aku menyadari, teman-teman akan mengerenyitkan kening. Mereka pasti melihat aku yang mulai berubah. Makin nyebelin kayaknya.😁😂 Karena rekam jejak masa laluku yang super hitam itu tak mungkin bisa mereka lupakan begitu saja. Orang kan biasanya hanya ingat yang jelek, yang bagus mah sejam juga dilupakan. Yekan?

Nah… Guru ngajinya cantik dan sabar. Tinggal nunggu guru yang shalih dan kasep buat ngajar di rumah. ?

My another new journey begins. 😊😎😇🙏

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s