Belajar Menjadi Pemulung Sampah

Selama ini, sampah identik dengan sesuatu yang bau, kotor, jorok, tidak higienis, sarang penyakit, dan entah apa lagi. Ditambah lagi bahwa urusan sampah sudah ada bagian orang lain yang membuat kita tak mau pusing dengan hal ini. Padahal, kebersihan itu sebagian dari manifestasi iman kita. Bukankah Rasulullah SAW sendiri yang mendidik kita demikian?

Aku ngoceh di linimasa Twitter untuk masalah ini. Sedikit berbagi saja.

=-=-=-=

Oke, sudah nemu bank sampah untuk kemasan kaca dan kaleng di Bandung Timur. Yuk ah, semangat mulai dari diri sendiri.

«Lagi belajar jadi pemulung pinter. Pilah dan pilih sampah. Organik & non organik. Plastik, kaca, kaleng pisahin lagi.

Meski banyak tempat sampah bertuliskan “organik” & “non organik”, nyatanya banyak limbah kaca & plastik ke tong “organik”.

Jangan jadi pribadi cuek ah. Kita bisa googling untuk belajar membuang sampah sendiri dengan baik. Aku juga masih belajar kok.

Nah, selain belajar mengelola sampah pribadi, kamu juga harus mulai mengurangi pemakaian plastik. Kenapa? Sulit terurai, Bradeur.

Meski di setiap kemasan plastik saat kamu belanja ke supermarket ada tulisan “mudah terurai”, benda itu tak terurai dalam waktu seminggu, kan?

Bawa tote bag / keranjang / tas belanja sendiri. Inget gak, dulu ibu atau nenek kita kalau belanja bawa keranjang sendiri? Tiru yuk?

Kadang, kasir suka tanya, “Mau diplastikin?” Bilang dengan tegas, “Gak usah.” Atau “Saya bawa tas sendiri.” Gitchu.

Kadang, kalau belanjaanku lumayan banyak, aku minta mereka mengemasnya dalam kardus bekas. Toh di gudang mereka juga banyak. Manfaatkan.

Aku selalu minta, “Pakai kardus aja, Mbak.” Bohong banget kalo mereka bilang gak punya. Di Giant, di setiap belakang kasir selalu sedia tuh.

Ketika belanja makanan, SAY NO TO STYROFOAM. Usahakan bawa misting sendiri ya, Kakak, Teteh, Mas, Abang, Om, Tante…

Suka nyesek kalau ke tukang makanan atau saat ke food court atau ke bazaar makanan, tumpukan styrofoam siap pakai dan bekas pakai berserakan

Alasan kepraktisan? Weh, alasan kesehatan jauh lebih utama atuh, Eceu, Mamang… Styrofoam tak bagus untuk kesehatan. Sayang badan sendiri.

Bawa tumbler dan misting sendiri. Mudah dicuci kan?🙂 mudah dibawa juga kok. lagi-lagi kurangi sampah plastik.

Jadi, kalau ada hajatan / arisan / ultah / dan lain lain, kemasan lunch box jangan pakai styrofoam yah? Back to kardus saja.

Kalau di acara resepsi nikahan, setiap gubuk ada aneka macam hidangan. Yang gunakan styrofoam, sebaiknya dihindari.😉

Sebagai pemilik hajatan, bisa bilang ke bagian catering untuk tidak menggunakan styrofoam. Ditolak? Ganti rekanan catering-nya.

Di sini ada pemilik usaha kuliner pake styrofoam? Please ganti kemasannya dgn kardus. Gak ada kerennya pakai bahan yang super sulit terurai itu.

Dan demi kesehatan diri sendiri pun orang lain, ayo bawa tumbler + misting sendiri. Bisa dong? Itu lebih keren lho.

Ingat saat kecil, selalu disuruh bawa bekal dari rumah ke sekolah? Tandanya ortu sayang pada kita. Masakan rumah lebih higienis kan?🙂

Harusnya kebiasaan itu jangan dilepas sampai kini. Bawa terus tempat minum dan makanmu sendiri. Repot? Gak ah.🙂

Eh eh, masih zaman gak rantang kaleng / aluminium susun 3 atau 4 itu? Di rumahmu ada? Kalau mau beli soto / bakso, pakai itu yah😉

Rantang kayak gini lho. Vintage banget. Etapi sekarang banyak yang lebih modern dan cakep modelnya. Sama aja. Punya?

Embedded image permalink

Iya, kalau beli ke warung / kios makanan, bawa aja tuh rantang / misting buat mengemasnya. Terlihat aneh? Karena tak dibiasakan🙂

Mari kurangi sampah dan belajar memilah sampah sendiri. yuk!

=-=-=-=-=-=-=-=

Kita mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, dan mulai dari hari ini. Yuk!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s