Berdamai Dengan Ketahanan Tubuh Sendiri

People getting old. Every single day. And yes, some of us even don’t realize it or they avoid to realize. 

Termasuk aku. Menyadari bahwa usiaku sudah setengah jalan dari dekade ketiga dalam hidup, justru ketika setiap bulan selalu ada berita pernikahan dan kelahiran, dari teman-teman yang dulu kukenal masih berusia di awal 20 tahun. Sebagian masih kuliah, sebagian lagi sedang bersemangat bekerja.

Ketika mendapat undangan resepsi pernikahan atau pemberitahuan kelahiran, awalnya aku seperti jetlag. “Kok dia udah punya anak lagi sih? Emang usianya berapa?” Pertanyaan yang akhirnya membuatku terlihat bodoh dan tertawa sendiri. Seseorang yang kukenal di usia 20 tahun, lima tahun lalu, tentu saja sudah siap untuk membesarkan seorang anak.

Bahkan ketika keponakanku mengabarkan bahwa istrinya sudah melahirkan, aku mengerang dan merengut karena sudah menjadi nenek. Ish.

Setelah melihat ke bawah, aku menengok ke atas. Sudah banyak orang-orang yang lebih tua dariku, tak bisa lagi kulihat wajahnya atau kudengar celotehnya. Usia yang sudah purna itu mengempasku ke kenyataan. Kini, giliranku masuk ke wilayah mereka, orang-orang tua. Pun ketika si sulung berkata, “Bunda udah tua, tapi masih keliatan cantik kok.” Hiburan yang membuatku meringis. Circle of life.

Bertambahnya umur berarti mulai bersahabat dengan berbagai penyakit degeneratif. *mulai sotoy# Penyakit degeneratif adalah istilah medis untuk menjelaskan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan normal menjadi lebih buruk. Penyakit yang masuk dalam kelompok ini antara lain diabetes melitus, stroke, jantung koroner, kardiovaskular, obesitas, dislipidemia dan sebagainya. Dari berbagai hasil penelitian modern diketahui bahwa munculnya penyakit degeneratif memiliki korelasi yang cukup kuat dengan bertambahnya proses penuaan usia seseorang. Meskipun begitu faktor keturunan juga berperan cukup besar.

Meski beberapa penyakit sering disebut sebagai penyakit orang kaya, kenyataannya bisa diderita siapa pun. Kalau sudah terasa sakitnya, perkataan yang sering kita lontarkan dulu seperti berbalik menusuk diri sendiri, “Makannya cuman sedikit kok. Minumnya gak banyak, tenang aja.” Katakan itu ketika usia kita 10-15 tahun. Rasakan akibatnya 20 tahun kemudian.

Mama termasuk yang sangat riwil untuk urusan kesehatan. “Iya, kamu gak ngerasain sekarang. Nanti kalo udah seumur Mama, baru kamu nyesel,” katanya sambil maksa aku makan sayur. Hahahaha… Oh my! Sekarang aku mengatakan hal yang sama pada kedua anakku.

Selain asupan gizi, kebiasaan sehari-hari pun menjadi perenunganku saat ini. Sejak kuliah, aku demen banget begadang atas nama ngerjain tugas. Hal itu berlangsung hingga sekarang. Perlahan, tubuhku mulai melancarkan aksi protes. Kelamaan duduk menghadap komputer / laptop membuat penyakit dengan istilah ‘syaraf kejepit’ itu pun menyapa.

Ketika mulai terasa, kesulitan berdiri lama (maksimal 5 menit dan sudah meringis), kesulitan berjalan cepat, kesulitan berlari, dan kesulitan tidur dengan nyaman adalah hal yang membuatku harus berurusan dengan fisioterapi. Jarang olahraga? Well, tepatnya gak suka. Hahahahaha 😀 Maksudku, aku hanya berolahraga jalan kaki untuk sekarang. Padahal zaman sekolah dulu, basket dan voli sering kulakukan. Ketika kuliah, semua berhenti. Mendadak males. Berakhir dengan gak suka.

Oke, ini dosa yang dibuat sendiri. Aku mulai belajar dari kesalahan. Sekali lagi. Aku menyadari bahwa hidup ini memang sudah keras. Jadi, akunya gak boleh ngoyo. Karena tinggal hanya bertiga dan jauh dari siapapun, menjaga kesehatan itu penting. Ngapain juga ngotot kerja nyaris 18 jam sehari tapi penghasilan gak seberapa. Kalau sakit, siapa yang bayar dokternya? Siapa yang jagain anak-anak? Siapa yang bakalan menggantikan pekerjaanku? Gak ada!

Jadi, sekarang aku berdamai dengan diriku sendiri. Selama kebutuhan makan sehari-hari dengan menu sehat bisa terpenuhi, rasanya aku gak butuh yang berlebihan lagi. Sehat terlalu mahal. Tetapi sakit jauh lebih mahal lagi.

Jadi, mari kita ke Taman Fitness!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s