Apa Maksud Dakwah Sirriyah (Sembunyi)?

Tadinya tak ada niatan meneruskan tulisan tentang kaitan dakwah ala kader-kader militan pseudonim (menyamar) di dunia maya. Pembahasannya bisa panjang kali lebar lapangan bola gitu deh. Namun, berhubung ada yang merasa bahwa aku harus melanjutkan tulisan tentang akun samaran, jadi mari kita menyeret langkah ke terasnya Om Google untuk mencari referensi tulisan dulu yah? *getok yang di Jakarta#

AWAL MULA DAKWAH SIRRIYAH

Tahapan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ada dua, yaitu Sirriyah (diam-diam atau tersembunyi) dan Jahriyah (terang-terangan). Dengan kecerdasan dan kepekaan beliau, pengenalan Islam pertama kali dilakukan kepada orang-orang terdekat. Sejak penerimaan wahyu pertama yang terjadi di Gua Hira, Rasulullah memulai dakwahnya.

Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang bila diterjemahkan menjadi :

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
  4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya

Seperti diketahui oleh semua ummat Islam yang beriman, dakwah permulaan ini dilakukan diam-diam. Tanpa diketahui oleh masyarakat kafir Quraisy lainnya (terutama dari keluarga penentang yaitu para paman Rasulullah). Mengapa hal ini dilakukan? Karena masyarakat Arab saat itu sudah terbiasa menyembah berhala secara turun temurun sehingga bila tetiba Rasulullah langsung menyuruh menyembah Allah, tentu saja menjadi gempar dan chaos tak dapat dihindari. Di samping itu, Rasulullah tentunya harus meyakinkan kepada orang-orang terdekat beliau (keluarga yang mendukung dan para sahabat) untuk menguatkan iman dan fisik dalam menghadapi perubahan yang terjadi.

Jadi, di masa Rasulullah, dakwah sirriyah digambarkan seperti ini: wahyu dari Allah melalui Jibril diteruskan oleh Rasulullah di rumah / tempat tersembunyi agar tak menimbulkan kegaduhan. Rasulullah juga menjaga keselamatan para Assabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama kali masuk Islam).

MAKNA DAKWAH SIRRIYAH MASA KINI

Di era internet berteknologi 4G saat aku menulis postingan ini, dakwah sirri atau diam-diam berarti penggunaan akun pseudonim / samaran yang tak diketahui di akun sosial media, atau juga penggunaan topeng / kupluk / balaclava (seperti yang biasa dipakai para pendaki gunung ketika hawa dingin menyerang). Itu sebabnya, salah satu akun pseudonim yang biasa debat denganku mengatakan bahwa al-Qassam pun melakukan hal yang sama.

Well, aku agak memutar otak untuk mencari benang merah antara menyamar (sementara pasukan al-Qassam sama sekali tak sedang menyamar. Jelas terlihat itu identitas mereka ketika maju ke medan juang) dan melakukan dakwah diam-diam (yang kuartikan seperti berceramah di rumah / tempat tersembunyi, tak dikenali sesiapa pun juga.)

Aku sempat jengkel ketika orang ini (yang aku bahkan tak yakin dia ini benar-benar pria) menuliskan seperti ini:

… anonim atau bukan, jujur, tidaklah penting. justru anonim lebih dahulu mengedepankan pikiran ketimbang asesoris dunia : fisik, kedudukan, status sosial, dll. Kalau anonim lebih rendah dari lainnya, maka debatlah sayyidina ali wajha karamallah yang mengatakan, “jangan lihat siapa yang mengatakan, tapi lihat apa yang dikatakannya.  Kalau anonim lebih rendah dari lainnya, hina-hinalah Hamas, faksi perjuangan di Palestina”. 

(Aku menuliskan aslinya, tanpa suntingan. Pusing kan bacanya?) Berarti dia gagal paham dengan maksudku. Atau mungkin karena apa yang kupikirkan dan dia pikirkan memang tak pernah sejalan. Yowes.

Siapa yang merendahkan akun anonim? Aku? Salah orang, bray! Bukan merendahkan. Tapi… Ehm, sedikit meragukan. Hahahahaha😀 Sekali lagi aku berpikir begini: kalau al-Qassam sebenarnya sudah jelas beridentitas. Terdaftar dan terdata. Tak sembarangan orang bisa menjadi pasukan elit tersebut. Lah akun pseudonim ingin disamakan dengan faksi pejuang di Palestina? Gak salah? Akun-akun tanpa nama asli alias tak dikenal bisa dibuat oleh siapa saja. Itu sebabnya akun fitnah bertebaran bak jamur di musim hujan.

Jadi, pada poin ini jelas akun anonim tukang fitnah itu posisinya lebih rendah bahkan hina daripada Hamas dan al-Qassam, sayap pejuangnya.

TAK SEMUA AKUN PSEUDONIM ADALAH PEJUANG DAKWAH

Ini sudah jelas arahnya, kan? Itu sebabnya, aku selalu ngotot ingin mengetahui siapa orang di balik sebuah akun pseudonim tersebut. Bukan untuk menyebarkan data pribadinya, tentu saja. Hal itu tak menguntungkan bagiku. (Hahahah, aku bicara untung rugi di sini. Terserah deh ya, dinilai bagaimana).

Aku sering menemukan, akun yang so-called berdakwah demi agamanya (dalam hal ini aku bicara Islam), ternyata tak lebih dari sekadar akun pengecut yang latah menjadi tukang fitnah di satu hari, berbicara perjuangan Palestina di sore hari, menyitir ayat di minggu depan, dan balik berghibah di malam hari.

Ada yang salah di sini? Silakan menjawabnya sendiri. Itu sebabnya, aku kembali pada pertanyaan awal, apakah bisa akun tak jelas itu disebut akun dakwah yang melakukannya secara sirri (diam-diam)?

TERNODANYA AKUN DAKWAH PSEUDONIM

Jika diam-diam, berarti harus dilakukan dengan senyap. Tak perlu ingar bingar orang lain seolah ingin mendapat pujian, dukungan, dan sambutan.

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) disebutkan:

diam-diam /di·am-di·am /adv tanpa memberi tahu orang lain; secara rahasia: dng ~ pasukan gerilya menerobos pertahanan musuh;

Jadi, apa kata yang tepat untuk para pasukan anonim (tanpa nama) atau pseudonim (samaran) di ranah dunia maya ini? Jika mereka termasuk konsisten untuk benar-benar berdakwah tanpa sekali pun menghina, merendahkan, mencaci, apalagi memfitnah orang lain, aku akan salut dan memuji dengan tulus.

Tetapi bagaimana dengan puluhan atau mungkin ratusan akun labil yang mendukung Hamas di pagi hari dan memfitnah orang di sore hari? Aku sendiri gak sanggup bila harus menyebut mereka pengecut meski kenyataan harus menampar mereka dengan perih.

pengecut/pe·nge·cut/ n 1 penakut: ia menuduh aku ~ dan tidak berani menghadapi kenyataan; 2 munafik;

Paham? Munafik.

munafik/mu·na·fik/ a berpura-pura percaya atau setia dsb kpd agama dsb, tetapi sebenarnya dl hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yg tidak sesuai dng perbuatannya; bermuka dua:

Tak usah marah. Jika marah, berarti memang benar mengaku salah. Jahat sekali menodai perjuangan di dunia maya dengan cara demikian. Aku jadi berpikir buruk, mungkin demikianlah mereka di dunia nyata juga. Jika tak bisa menjaga kebaikan dakwah dan agamanya sendiri secara konsisten di dunia maya atau nyata, bagaimana bisa disebut mereka berjuang demi kebaikan?

Itu sebabnya aku mengerutkan kening ketika ingin mengetahui siapa orang di balik sebuah akun anonim / pseudonim tersebut tetapi ditolak. Mengapa takut? Apakah pernah berbuat salah? Atau akun tersebut adalah kedoknya untuk berbuat jahat? Apakah khawatir aku akan membongkar identitasnya? Hm, akun dakwah bersikap curiga? Bukankah seharusnya mereka menyadari satu hal: khusnudzon / berbaik sangka. Ataukah mereka menganut tagline Agen Mulder: Trust no one?*evil grin#

Hingga tulisan ini berakhir, masih menjadi misteri untukku pribadi. Apa maksud dakwah sirriyah bagi mereka?

Menurutmu? Ada komentar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s