Beberapa Nasihat ~ Ust. Fauzil Adhim

Semoga bermanfaat🙂

=-=-=-=-=-=

MENCINTAI RASULULLAH

Sudah berimankah kita? Padahal tidak beriman seseorang sampai ia mencintai Allah Ta’ala dan rasul-Nya melebihi cintanya kepada yang lain.

Tidak beriman seseorang sampai ia mencintai Rasulullah shallaLlahu alaihi wa sallam melebihi kecintaannya kepada anak & istri.

Renungilah sejenak hadis ini: لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ

“Tak beriman seorang di antara kalian, sehingga aku lebih dicintainya melebihi kecintaannya pada anaknya, orang-tuanya & seluruh manusia”

Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad & An-Nasa’i tersebut menunjukkan bahwa takaran iman itu ada pada cinta. Tak iman tanpa cinta Nabi.

Takaran cinta bukanlah semata seringnya lisan menyebut, tetapi ketundukan untuk mengikuti. Memperhatikan maunya, bukan mau kita.

Cara kita mengekspresikan cinta kepada Rasulullah shallaLlahu alaihi wa sallam juga menurut apa yang beliau sukai. Bukan yang kita sukai.

Jika ada orang yang jijik terhadap cumi dan Anda mengetahuinya, tetapi tetap memaksa memberinya cumi kesukaan Anda, itu bukanlah cinta.

Ini baru soal selera. Padahal dalam urusan cinta kepada Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam, tindakan kita harus dalam koridor agama.

Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah Ta’ala. Kata-katanya adalah sebaik-baik petunjuk; panduan dalam berislam.

Tidak ada satu pun perkara yang menjauhkan dari api neraka maupun mendekatkan kepada surga-Nya kecuali telah Rasulullah sampaikan.

Bagaimana cara mencintai Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam pun telah beliau jelaskan. Cara bershalawat juga telah dituntunkan.

=-=-=-=-=-=-=

JIKA ENGKAU MENIKAH

Jika engkau yakin kepada janji Allah, mengapa masih ragu untuk melangkah? Bukankah Allah Ta’ala akan cukupi jika seseorang fakir?

Jika engkau menikah untuk memuliakan sunnah, mengapa musti merumitkannya dengan hal-hal yang tidak menambah keutamaan pernikahan?

Jika engkau menikah untuk menyempurnakan agama, mengapa apakah yang lebih patut untuk dipertimbangkan selain keimanan & akhlaknya?

Tetapi jika engkau menikah semata untuk meneguhkan cinta, bersiaplah untuk kecewa ketika cinta mulai meranggas kering.

Berapa banyak yang memulai pernikahan dengan romantisme menggebu. Tapi begitu usai bulan madu, yang tersisa hanyalah bulan empedu.

Lurusnya niat & kuatnya tekad jadikan yang tampak sulit justru membahagiakan. Sebaliknya, salah niat menjadikan yang ringan terasa berat.

=-=-=-=-=-=

KHADIJAH

Renungan siang untuk para istri:  لَمْ يَتَزَوَّجْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى خَدِيجَةَ حَتَّى مَاتَتْ HR. Muslim

“Tidak pernah Nabi shallaLlahu alaihi wa sallam menikahi wanita lain untuk memadu Khadijah, kecuali setelah Khadijah wafat.” HR. Muslim.

Apa istimewanya sehingga tidak ada yang lebih dicemburui oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha melebihi Khadijah radhiyallahu ‘anha?

Pernah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam marah hingga memerah bibirnya gegara ‘Aisyah menyampaikan satu perkataan tentang Khadijah.

Tak ada yang lebih sering disebut namanya, meski sudah wafat, kecuali Khadijah radhiyallahu ‘anha sehingga berkobarlah kecemburuan Aisyah.

Tetapi apakah yang paling istimewa dari Khadijah bagi Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam? Bukan wajah yang disebut. Tapi kepercayaan.

Khadijah mempercayai Rasulullah shallaLlahu alaihi wa sallam ketika yang lain mengingkari. Ia mendukung ketika yang lain memusuhi. Nah.

Khadijah membenarkan ketika yang mendustakan. Khadijah menunjukkan dukungan yang tulus sepenuh hati. Bagaimana dengan Anda terhadap suami?

Kadang wanita sibuk mempercantik diri untuk menyenangkan suami. Tapi tanpa kepercayaan yang tulus, suami tak merasa itu iktikad baik istri.

=–=-=-=-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s