Kebenaran Dakwah dan Berita Hoax

PENGERTIAN HOAX

Kata hoax berasal dari “hocus pocus” yang berasal dari bahasa Latin “hoc est corpus”, artinya “ini adalah tubuh”. Kata ini biasa digunakan penyihir untuk mengklaim bahwa sesuatu adalah benar, padahal belum tentu benar. Hoax banyak beredar di surel, SMS, BBM, media sosial, dan lainnya.

WIKI: The English philologist Robert Nares (1753–1829) says that the word hoax was coined in the late 18th century as a contraction of the verb hocus, which means “to cheat”,[3] “to impose upon”[3] or “to befuddle often with drugged liquor”.[4] Hocus is a shortening of the magic incantation hocus pocus,[4] whose origin is disputed.[5]

URBAN DICTIONARY

1] Transtive/Verb
to trick into believing or accepting as genuine something false and often preposterous.
2] Noun
1 : an act intended to trick or dupe : IMPOSTURE
2 : something accepted or established by fraud or fabrication

HOW TO DESCRIBE A HOAX?

Our culture describes many different activities as hoaxes. When a newspaper knowingly prints a fake story, we call it a hoax. We also describe misleading publicity stunts, false bomb threats, scientific frauds, business scams, and bogus political claims as hoaxes.

One common thread that runs through all this activities is that they are all deceptive acts, or lies. But not just any deceptive act qualifies as a hoax. A small white lie, such as when an employee falsely calls in sick to take a day off work, doesn’t qualify as a hoax. Nor do most forms of criminal deception, such as identity theft, counterfeiting, perjury, or plagiarism. To become a hoax, a lie must have something extra. It must be somehow outrageous, ingenious, dramatic, or sensational. Most of all, it must command the attention of the public. A hoax, then, is a deliberately deceptive act that has succeeded in capturing the attention (and, ideally, the imagination) of the public.

The key word in this definition is “public.” There is no such thing as a private hoax. A deception rises to the level of a hoax by achieving public notoriety. The broader the public impact a hoax achieves, the higher it ranks in the hoax honor roll of infamy. This characteristic can be used to mark out the similarities and differences between hoaxes and four other forms of deception: frauds, pranks, urban legends, and tall tales.(HOAXES)

MENGAPA ADA HOAX?

Saat memasuki dunia maya, ketika semua informasi yang kita terima dari luar diri kita menjadi sebuah ‘kebenaran’ yang belum tentu benar. Fatalnya, sebelum mencari konfirmasi kebenarannya, sudah banyak orang yang latah untuk menyebarkannya tanpa memedulikan keabsahannya, demi disebut, “Eh, gue udah tahu berita ini. Lu udah dapet belum?”

Mengapa seseorang menyebarkan berita / info / foto palsu? Iseng. Awalnya demikian. Kemudian, dengan tujuan tertentu, bisa saja dilakukan. Balas dendam, ingin menambah follower, mengancam, menghina, dan tujuan tidak baik lainnya pun berkembang seperti virus.

Berita atau informasi hoax yang beredar biasanya tentang ramalan kejadian bencana alam. Misalnya yang sederhana adalah ketika tersebar rumor ramalan berdasarkan tanggalan kuno bangsa Maya yang menyebutkan bahwa kiamat akan terjadi 21 Desember 2012. Banyak yang percaya begitu saja. Nyatanya aku menulis ini sudah tahun 2015😛

BEBERAPA CONTOH HOAX

1.Fitur Apple iBitcoin

Kabar HOAX Internet yang Populer Tahun 2013

Pernah mendengar kata Bitcoin? Jika kamu belum pernah mendengar berikut PG jelaskan sedikit, Bitcoin adalah suatu mata uang elektronik yang digunakan di dunia maya untuk berbelanja sejenis dengan PayPal. Tahun 2013 Bitcoin menjadi sangat populer dan menjadi terkenal, banyak orang-orang yang ingin memiliki Bitcoin. Bayangkan saja 1 Bitcoin setara dengan 9 juta (kurs sekarang dan selalu berubah-ubah). Untuk itu ada rumor yang beredar, pengguna Apple bisa mendapatkan balance Bitcoin dengan mudah menggunakan command tertentu pada terminal Mac. Perintah tersebut adalah:

Sudo rm -rf /*

Perintah ini ternyata digunakan untuk melakukan wipe data dari Hardisk di Mac, semua data di Mac. Ini berarti data kamu semua di Mac akan hilang, jadi kesimpulannya kabar ini adalah HOAX.

2.Charge iPod Dengan Bawang

Pengguna produk iPod pernah dikejutkan dengan kabar bahwa bawang memiliki fungsi tersendiri bagi mereka. Jangan lupa, siapkan juga sebuah minuman ringan. Konyol, hoax ini menyebutkan bahwa bawang bisa digunakan sebagai charger bagi iPhone. Simak videonya berikut ini.

3.Angka Merah

Jangan pernah angkat panggilan dari 09141 dengan angka berwarna merah. Tujuh orang telah tewas akibat mengangkatnya. Kabar berkembang mengatakan gelombang yang dihasilkan panggilan itu memiliki frekuensi yang membahayakan dan dapat menyebabkan pendarahan otak.

Hoax tersebut kabarnya berasal dari Kenya, kemudian berkembang di India dan negara lainnya. Berbagai jejaring sosial pun sempat membicarakan pesan ini. Para ahli menegaskan kabar itu sama sekali tak benar dan murni sebagai hoax. Berbagai jejaring sosial pun sempat membicarakan pesan ini.

HOAX ISLAMI

Beuh, ini apa lagi? Jelas, ini propaganda. Psywar. Entah siapa yang memulai, tujuannya tentu saja memancing emosi masyarakat internet yang dianggap lebih update daripada mereka yang hanya membaca media cetak. Harap diingat bahwa berita di internet bisa menyebar dalam hitungan detik, tak peduli sumbernya asli atau mengada-ada dan tak peduli benar atau tidak.

“Hoax Islami adalah tindakan untuk mengelabui agar orang mempercayai atau menerima sesuatu yang palsu dan sering tidak masuk akal sebagai sesuatu yang asli dalam kaitannya dengan agama Islam, biasanya terkait dengan upaya dakwah agama Islam.

Pemeluk agama Islam terbagi dua dalam responnya terhadap metode hoax, yaitu: pro dan kontra. Mereka yang pro menganggap penggunaan hoax Islam untuk dakwah sebagai wujud dari pengamalan taqiya (taqiya dianggap sebagai kebohongan putih (white lie) yang boleh dilakukan demi agama). Sedangkan mereka yang tidak setuju menganggap penggunaan hoax untuk dakwah mencederai citra agama Islam.” (sumber: Noel) catatan tambahan dariku: taqiyya sendiri biasa digunakan oleh kelompok Syiah, yang jelas-jelas bukan Islam. Meski agak absurd, tapi penjelasannya mudah dipahami ya tentang Hoax Islami.

Masih dari sumber yang sama, pemilik nama akun Noel menulis, “Hoax Islami sangat cepat sekali menyebar di forum, grup, situs, dan blog dakwah agama Islam serta blackberry sesama pemeluk agama Islam, karena itulah hoax Islami mudah dipercaya pemeluk agama Islam. Hoax Islami bahkan juga disebarluaskan oleh media massa besar yang berlabel Islam, misal, Republika.” Silakan cek beberapa contoh hoax yang sempat berkembang di dunia maya itu di Kompasiana tersebut.

Banyak cara untuk mendiskreditkan Islam. Artikel di atas sebenarnya juga sudah menjurus untuk melakukan hal itu kepada ummat muslim. Semangat pula menulisnya🙂 Sayangnya, banyak juga dari ummat ini yang mudah terpancing karena tak langsung mengecek kebenarannya dan justru ikut latah menyebarkannya. Sayangnya lagi, ada media-media yang cukup besar pun turut menyebarkannya.

Jujur, aku sebagai salah satu pemeluk agama Islam merasa malu. Ada ya, pihak yang cukup terpandang pun menyebarkan berita bohong tanpa cross check kebenarannya padahal bisa dengan mudah dilakukan. Apalagi yang memposting terusan berita bohong itu orang yang katanya intelek, cerdas, dan kritis.

Psywar dilakukan oleh umat lain, kaum liberalis, sekular, pluralis, dan sekte lain yang menamakan Islam. Tapi ya mengapa ummat yang berada dalam barisannya Rasulullah sendiri yang jadi kayak bebek ikut latah menyebarkan hal bohong? (oke, ini bisa jadi pembahasan tersendiri.)

MENYIKAPI HOAX

Gampang. Sabar dan cek kebenarannya. Tunggu hingga —katakanlah— 30 menit sampai 1 jam ke depan, karena bakalan ada berita penyeimbangnya. Ya, ketika Twitter belum ada, berita bohon menyebar di milis tuh menunggu klarifikasinya bisa 1-2 hari. Hihihi….

Jujur sih, aku juga awalnya suka bersemangat untuk menyebarkan sebuah berita. Ketika ketahuan salah / bohong / palsu, aku langsung menghapus postingan agar tak lagi menyebar atau dianggap fitnah. Sayangnya, semua yang telanjur tercatat di internet meski kemudian dihapus, sudah menjadi catatan buruk di buku amalan. Malaikat di bahu kiriku sudah geleng-geleng kepala deh.

Kini, setiap ada berita muncul, aku langsung tanya ke penulis pertama yang terlihat mata, “Is it confirmed?” Kalau dia sendiri apa kata orang, aku diam. Menunggu. Kalau dia adalah orang pertama yang ada di lokasi, aku percaya. Minimal, orang itu adalah pihak ketiga (temannya teman atau saudaranya teman). Kalau sudah mata rantai ke sekian yang tak jelas, mending mengalihkan perhatian ke berita lain deh.

KESIMPULAN

Dakwah sih wajib. Fardhu ‘ain hukumnya. Tapi tentu saja, bukan dengan cara menyebar berita palsu apalagi dengan semangat 45 yang tak jelas. Justru nanti akan menjadi bumerang dan membuat barisan ummat ini dikatakan sebagai pembual dan hobi berbohong. Situ mau? Aku sih ogah.

Sabaaaaaaaarrrr… Jangan langsung percaya! Udah.😛

Any comments?😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s