Bagaimana Islam Mengatur Hidup Bersosialisasi?

Hasil diskusi (gosip atau rumpi kayaknya ini) selama tiga jam jarak jauh (antara kota dan kabupaten ๐Ÿ˜€ ) membuatku tergelitik menulis sesuatu di sini.

Jadi gini,

Siapalah aku ini yang berani menulis artikel dengan mencantumkan ayat Quran? Sok benar? Sok pintar? Sok jadi perempuan shalihat? Sama sekali gak. Ini justru menjadi pengingat secara pribadi bahwa kita sebagai manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Diberi akal pikiran, perasaan, sekaligus insting. Sempurna. Melebihi hewan dan malaikat. Meski pada kenyataannya, malaikat pernah bertanya, mengapa Allah menciptakan manusia yang selalu berbuat kerusakan? Allah berfirman bahwa Dia lah yang paling mengetahui segalanya. Kurang lebih begitu ya?

Aku gak akan membahas per ayat atau per kata apalagi asbabun nuzul ayat ini turun. Tapi mencoba menarik benang merahnya dengan apa yang sedang terjadi. Setidaknya, yang kualami bersama sahabatku tersayang.

Kita buka dengan 4 ayat Quran, surah al-Hujurat: 9 – 13.

ูˆูŽุฅูู†ู’ ุทูŽุงุฆูููŽุชูŽุงู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุงู‚ู’ุชูŽุชูŽู„ููˆุง ููŽุฃูŽุตู’ู„ูุญููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ููŽุฅูู†ู’ ุจูŽุบูŽุชู’ ุฅูุญู’ุฏูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฃุฎู’ุฑูŽู‰ ููŽู‚ูŽุงุชูู„ููˆุง ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุชูŽุจู’ุบููŠ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽูููŠุกูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู…ู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ููŽุงุกูŽุชู’ ููŽุฃูŽุตู’ู„ูุญููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุฃูŽู‚ู’ุณูุทููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุณูุทููŠู†ูŽ

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang Mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah-satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu, sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adil-lah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” โ€“ (QS.49:9)

—->ย ย Berperang ini tidak melulu mengenai fisik dan senjata api, menurutku yang dhaif ini. Perang mulut dan perang pemikiran pun sudah masuk ranah pertikaian kan? ย Makna ‘perangi’ di ayat tersebut maksudnya apa? Ditembaki? Tergantung. Kalau sedang fight face to face dan kedua pihak memegang senjata (senapan / tombak / panah / meriam dll ) tentu saja harus dilawan dengan seimbang. Masa sih kita diam saja? Puhlis! Tetapi jika di ranah online seperti media sosial (jika di zaman media cetak mungkin perang opini di surat kabar ya?), perang argumen dalam hitungan detik bisa saja terjadi. Perangi kedzaliman dengan cara diberi serangkaian opini dan sumber data akurat tentunya lebih mengena. Sometimes, aku memilih diam untuk sebuah masalah yang aku gak tau mengapa bisa terpicu demikian. Aku lebih memilih berdiskusi dengan logika tinimbang menyodorkan ayat atau hadist. Selain sadar diri karena tak pantas dan bukan kapasitasku, aku juga ingin menghormati posisi lawan diskusiku. Sesederhana itu sebenarnya. Dan urusan berlaku adil ini tidak semudah membaca saritilawahnya lho! Mau adil bagaimana bila yang dipentingkan hanya golongannya sendiri?

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุฅูุฎู’ูˆูŽุฉูŒ ููŽุฃูŽุตู’ู„ูุญููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุฎูŽูˆูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูุฑู’ุญูŽู…ููˆู†ูŽ

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” โ€“ (QS.49:10)

—-> Kita semua bersaudara. Orangtua kita kan Adam dan Hawa. Lantas, di mana letak salahnya? Ketika sebuah kesombongan menyebabkan anak Adam tergelincir…

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ุง ูŠูŽุณู’ุฎูŽุฑู’ ู‚ูŽูˆู…ูŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ููˆุง ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุง ู†ูุณูŽุงุกูŒ ู…ูู†ู’ ู†ูุณูŽุงุกู ุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ุง ุชูŽู„ู’ู…ูุฒููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ุง ุชูŽู†ูŽุงุจูŽุฒููˆุง ุจูุงู„ุฃู„ู’ู‚ูŽุงุจู ุจูุฆู’ุณูŽ ุงู„ุงุณู’ู…ู ุงู„ู’ููุณููˆู‚ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุฅูŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูุจู’ ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain, (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan), dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk, sesudah iman, dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim.” โ€“ (QS.49:11)

—-> Jujur, ini masih menjadi salah satu my bad yang masih harus diredam. Masih suka latah mengolok-olok, mengejek, menghina, merendahkan… Duh, Allah… Ampuni kami! Kuakui dahulu aku suka kelewat batas ketika sedang berdebat. Kata-kata kasar dengan mudahnya mengalir dari mulutku seperti tanpa beban. Kini, perlahan, aku menahan mulut dan jemariku untuk tidak mengeluarkan kata buruk untuk orang lain. Well, satu dua kali masih keceplosan. Masih harus dipoles. Lagipula, bila seseorang atau sekelompok orang mengolok kita, jangan langsung dicap haters dong ๐Ÿ˜› Anggap saja itu tanda perhatian. Ketika kita dikritik orang lain, artinya kita disayang. Kita mendapat porsi istimewa dalam hati dan pikiran mereka. Buktinya, mereka sampai repot mau mengurusi kita meski dengan kata-kata yang tidak baik.

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ูู‘ ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ูู‘ ุฅูุซู’ู…ูŒ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุฌูŽุณู‘ูŽุณููˆุง ูˆูŽู„ุง ูŠูŽุบู’ุชูŽุจู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถู‹ุง ุฃูŽูŠูุญูุจู‘ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽูŠู’ุชู‹ุง ููŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชูู…ููˆู‡ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽูˆู‘ูŽุงุจูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu, memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang.” โ€“ (QS.49:12)

—-> Ayat di atas jelas hanya ditujukan kepada orang yang beriman. Kamu merasa beriman atau tidak? ๐Ÿ™‚ Seharusnya bisa sedikit saja mengukur kadar keimanan diri dengan bertanya, apakah sudah sibuk dengan kesalahan diri sendiri atau malah sibuk mencari kesalahan orang lain? Ada yang sedang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Persis dengan ayat 12 ini. Saling mencari kesalahan orang, saling mengumpat, saling menuduh, saling menggosip… Kirain gosip itu hanya hobi perempuan kurang kerjaan, ternyata laki juga ada yang latah dan malah kadang lebih parah. Gak usah marah, ini fakta! Sibuk menunjuk orang lain lalai dalam memberi nasihat kepada dirinya sendiri, tapi tidak mau berkaca apa yang sudah dilakukan olehnya pada jiwanya sendiri. (*mbulet!)

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฅูู†ู‘ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฐูŽูƒูŽุฑู ูˆูŽุฃูู†ู’ุซูŽู‰ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ุดูุนููˆุจู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุจูŽุงุฆูู„ูŽ ู„ูุชูŽุนูŽุงุฑูŽูููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽูƒูู…ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุชู’ู‚ูŽุงูƒูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุนูŽู„ููŠู…ูŒ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu, dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah, ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mengenal.” โ€“ (QS.49:13)

—-> Allah maha mengetahui bahwa penyebaran manusia di bumi ini mengakibatkan tumbuhnya suku bangsa yang beragam. Ada suku Aztec, Maya, Sunda, Minang, Ainu, Yamato, Sioux, Cherokee, Mongol, Dravida, dan ribuan lainnya. Jadi, agak berlebihan jika mengatakan dalam Islam tak ada suku. Jelas ayatnya berbunyi demikian. Namun, bukan berarti kita lantas bisa seenaknya mengatasnamakan suku untuk mendirikan shalat atau berpuasa dengan cara kaum kita. Beda banget. Bila kita sudah berislam secara sempurna (kaffah) setelah digenapkan oleh Allah, tak ada lagi kesukuan ketika beribadah. Yup, benar! Cek —>โ€œHari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku untukmu.โ€ (Al-Maidah: 3)

Jadi, perbedaan pendapat itu pasti. Meninggikan kelompok atau golongan sendiri dan secara sadar menganggap dirinyalah yang benar? Sebaiklah lekas beristighfar banyak-banyak. Malaikat maut ada di belakang kita setiap saat, menunggu perintah Allah untuk mengajakmu kembali pulang.

Sebagai tambahan di sini:

ุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุฃูู…ู‘ูŽุชููƒูู…ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู’ ููŽุงุนู’ุจูุฏููˆู†ู ๏ดฟูฉูข๏ดพ
ูˆูŽุชูŽู‚ูŽุทู‘ูŽุนููˆุง ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ูู… ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ูƒูู„ู‘ูŒ ุฅูู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฑูŽุงุฌูุนููˆู†ูŽ ๏ดฟูฉูฃ๏ดพ
ููŽู…ูŽู† ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŒ ููŽู„ูŽุง ูƒููู’ุฑูŽุงู†ูŽ ู„ูุณูŽุนู’ูŠูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูƒูŽุงุชูุจููˆู†ูŽ ๏ดฟูฉูค๏ดพ

Artinya : โ€œSesungguhnya (agama tauhid) Ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah Aku. Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. kepada kamilah masing-masing golongan itu akan kembali. Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, Maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan Sesungguhnya kami menuliskan amalannya itu untuknya.โ€ (QS. Al Anbiya : 92 โ€“ 94)

Hadits tentang terpecahnya ummat menjadi 73 golongan ada yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dengan mempunyai 8 (delapan) jalan (sanad) di antaranya dari jalan Qatadah diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 3993:

Lafazh-nya adalah sebagai berikut:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽู†ููŠู’ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู’ู„ูŽ ุงููู’ุชูŽุฑูŽู‚ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ูˆูŽุณูŽุจู’ุนููŠู’ู†ูŽ ููุฑู’ู‚ูŽุฉู‹ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠู’ ุณูŽุชูŽูู’ุชูŽุฑูู‚ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุซูู†ู’ุชูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุณูŽุจู’ุนููŠู’ู†ูŽ ููุฑู’ู‚ูŽุฉู‹ ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ุ› ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู

Dari Anas bin Malik, ia berkata: โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€˜Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, dan sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang semuanya berada di Neraka, kecuali satu golongan, yakni โ€œal-Jamaโ€™ah.โ€

Imam al-Bushiriy berkata, โ€œSanadnya shahih dan para perawinya tsiqah.”[1]

Hadits ini dishahih-kan oleh Imam al-Albany dalam shahih Ibnu Majah no. 3227.
(Lihat tujuh sanad lainnya yang terdapat dalam Silsilatul Ahaadits ash-Shahiihah I/360-361)

Menurutku yang dhaif ini, kita semua sekarang dalam tahapan yang terpecahnya dari permasalahan internal di antara kita sendiri. Beberapa hari lalu, terlintas di linimasa Twitter bahwa si A memblokir si B padahal sependek pengetahuanku, mereka berdua sama-sama berjuang melawan kebathilan. Mengapa ada pihak yang merasa teriritas dengan perbedaan pendapat orang lain? Karena berbeda golongan kah? Karena tak satu majelis ilmu kah?

Semoga Allah mengampuni kita semua. Mohon maaf atas segala kekurangan. Sumber ayat dan hadist didapat dari hasil jelajah internet. Bila ada kesalahan tajwid atau harokat atau kata yang terpotong, sila beritahu. Afwan. Waullahu’alam.

=-=-=-=-=-=-=

Footnote
1] Lihat kitab Mishbahuz Zujajah (IV/180). Secara lengkap perkataannya adalah sebagai berikut: Ini merupakan sanad (hadits) yang shahih, para perawinya tsiqah, dan telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad juga dalam Musnad-nya dari hadits Anas pula, begitu juga diriwayatkan oleh Abu Ya’la al-Maushiliy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s