Cemburu Dengan Elegan

Oke, ini pembahasan sotoy, jangan dipercaya, tapi juga gak usah berkomentar aneh. Santai saja. Sini, duduk sambil ngopi. Sekalian berbagi perasaan kalian denganku. Yuk!

Jadi gini,

Cemburu adalah perasaan alamiah yang terjadi pada setiap manusia (bahkan hewan pun bisa saling cemburu, lho.) Cemburu memiliki kadarnya masing-masing. Punya caranya sendiri untuk terlihat atau diungkapkan atau justru disembunyikan.

Contoh saja, ketika adiknya baru lahir, si kakak menangis setiap hari, menarik baju ibunya, mencubit paha adiknya. Itu bentuk cemburu karena khawatir kasih sayang ibunya beralih pada si makhluk kecil yang rapuh itu. Wajar, toh?

Ada karyawan baru di kantor. Lulusan kampus elit di luar negeri. Pekerjaannya sama dengan karyawan lama. Cara penyelesaiannya pun standar. Tapi bos selalu membanggakannya karena produk luar. Kesal dong ya, merasa dibandingkan seolah lulusan lokal gak lebih baik? Tabok aja bosnya. Hihihihi😛

Atau, cemburu dalam dunia dakwah. Siapa sih yang gak kepingin masuk surga? Rebutan lho. Tapi ketika ditanya apakah sanggup berperang melawan Zionis Israel seperti para mujahid di Palestina? Banyak yang nyengir kan? Masuk ke dalam pasukan al-Qassam adalah salah satu cita-cita mulia. Mati syahid bisa menjadi tujuan yang heroik namun tak semua orang mampu. Para pria muslim di belahan dunia mana pun patut cemburu pada pasukan al-Qassam. Terpeliharanya iman sedemkian rupa, menjadi pemecut semangat.

Tetapi, yang paling sering kita lihat adalah… Kecemburuan  seseorang terhadap orang lain karena merasa terancam bila orang itu merebut gebetannya. Ini tingkat insyekur yang paling gak banget. Belum juga resmi jadi pasangan, cemburunya udah kayak gigit cengek domba duapuluh siki. Hahahahaha😀

A, seorang perempuan. B, seorang lelaki. C, seorang perempuan. Mari kita bahas. Ini sepertinya akan menjadi beberapa contoh kasus yah.

  1. A dan C sudah lama kenal B. Tetapi A dan C bukan teman. Mereka saling tak kenal. Mereka bertiga terlihat sering interaksi di media sosial Facebook. B dan C sering mengobrol via BBM atau WA. A merasa cemburu meski tahu B dan C tak ada hubungan apa-apa. A menyerang C dengan cara nomensyen di Twitter ‘dengan harapan’ akan dibaca oleh C. Padahal mereka pun tak saling mengikuti. Hanya saja A sering stalking akun C. Setiap C ngetwit hal yang berkaitan dengan satu hal, A selalu menyambar dan berpikir twit itu ada hubungannya dengan B. Padahal C gak pernah kepikiran sampai sana. Jeleknya, A sampai ngetwit, “Percuma deh ngetwit hal-hal tentang B. Dia maunya sama aku!” Parah gak sih? Bisa disebut delusional kah yang demikian? Padahal menurut C, B itu belum mau pacaran apalagi memikirkan pernikahan. Kasus ini sudah dianggap selesai oleh C, tapi entah dengan A.
  2. A adalah istrinya B. Suatu ketika, B berkenalan dengan C dan ternyata C jatuh cinta pada B meski tahu dia sudah menikah. Diperparah C juga sebenarnya sudah bersuami. C nekat. Hubungan menjadi semakin jauh. A tahu dan melabrak C. A merasa C sudah sangat keterlaluan karena mengganggu rumah tangga orang lain. C semakin nekat. Kasus ini sebenarnya sudah selesai. Tetapi C masih saja menghubungi B meski sudah diancam oleh A dengan aneka rupa hujatan.

  3. Kasus yang mirip nomer 1. Hanya saja, si A seperti hendak denial untuk mengakui bahwa dia sebenarnya menyukai B teramat sangat. Dari tulisan balasan komentar di media sosial, sangat jelas terlihat kecemburuannya, tapi menyalahkan pihak lain untuk menutupi kepanikan yang melanda dirinya. Dia selalu mengarah bahwa jika ada orang lain memanasinya dengan B, maka C akan cemburu. Sounds familiar? *evil grin

Cukup ya 3 kasus itu dulu. Bisa silakan tambahkan kalau memang ada kisah seru lainnya.

Sebenarnya, kecemburuan antar pria juga sering terjadi, tetapi jarang menjadi perbincangan karena pria tak mengungkapkan kecemburuannya secara verbal. Ada beberapa teman priaku yang memperebutkan satu perempuan, dan membuatku tertawa kecil. Ternyata seru juga cara mereka bersaing. Ada yang pamer traktir di restoran berbintang, mengajak berlibur ke luar negeri, memberikan kalung emas… Phewh… Mereka menunjukkan dengan barang. Atau, mereka mendaki gunung, ikut balap mobil, mengecat rumah untuk menunjukkan kesungguhannya agar bisa mendapatkan perhatian si perempuan.😛

Aku sendiri seringlah cemburu. Masih dalam tahap normal dan wajar. Gak sampe datengin perempuan lain dengan bawa golok atau panci. Muehehehehe…. Aku justru berbicara baik-baik dengan pasanganku dan bertanya retorik, “Kamu pilih dia? Silakan. Aku bukan sebuah opsi. Kalau kamu sayang sama aku, gak akan ada pilihan lain. Jadi, kamu sudah mantap memilih dia?”

Beres. Meski aku seorang Arian, tapi aku gak pernah mau bersaing untuk urusan cinta. Kecuali bila sudah menikah, ya tentu saja akan kuperjuangkan sampai titik darah penghabisan, ogah banget bersaing dengan perempuan gak jelas di luar sana.😉 Kalau aku dinilai berharga oleh seorang pria, aku gak akan perlu bersusah payah bersaing dengan wanita lain. Aku cukup fokus memperbaiki diri, menjadi diri sendiri, gak harus jaim, dan menikmati hidup tanpa harus 24 jam memikirkan dia seolah tak ada kehidupan lain. (Oh, kecuali sudah menikah, tentunya harus dipikirkan setiap hari ya? Hihihi….)

Kalau memang kamu cemburu, ungkapkan dengan wajar, jangan sampai mempermalukan dirimu sendiri. Tak elok terlihat oleh orang lain. Atau… Ya memang begitu tabiatmu, sehingga terang benderang dunia melihatnya?😉

(tulisan keenampuluhdua dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s