Jadikan Semuanya Lebih Mudah

Masih ada aja yang bilang kalau aku orangnya ribet.🙂 Mungkin. Dalam beberapa hal, aku justru lebih praktis dan suka mengambil gampangnya sehingga orang lain pun bilang aku orangnya ‘ngegampangin’. Pusing ya?😛

Ambil contoh yang paling bikin kesal jagad pewayangan adalah aku tak peduli berapa nilai IPK saat kuliah ketika semua teman seangkatan pusing dengan nilai-nilai ujian yang diberikan dosen. Aku malah berpikir “yang penting lulus” karena sebenarnya aku sangat malas kuliah. Aku sudah jemu berada di dalam kelas untuk menyerap ocehan seorang pengajar. Tetapi demi sebuah pengalaman nyata bahwa aku pernah jadi mahasiswa, oke baiklah mari kita menikmati masa menyenangkan itu.

Aku bukan orang yang mainstream. Misalnya, ketika sekolah TK-SMA, kita diharuskan memakai pakaian seragam yah? Aku gak betah. Pengin beda tapi gimana dong? Kalau gak pakai seragam, yang ada dikeluarkan dari sekolah. Yah… Gak asik kan? Makanya salah satu alasan aku kuliah adalah tak adanya pakaian seragam. Hahahaha, alasan yang konyol! Tetapi itu juga yang membuatku selalu mencari perusahaan yang tak mewajibkan penggunaan pakaian seragam bagi para pegawainya😛 Lebih cinta lagi kalau boleh ke kantor pakai celana jeans dan kaos. Hehehe, nyaman!

Untuk masalah pekerjaan, aku juga sederhana. Ada proyek atau tugas, aku kerjakan dan mendapat upah. Beres, kan? Ditambah kelemahanku yang pelupa, jadi para bos gak usah khawatir aku akan mengingat kata sandi situs kerjaan. Tenang saja. Kalau aku keluar dari kantor, maka segala ingatanku tentang pekerjaan di situ akan terhapus dari otak. Serius. Hanya kenangan tentang orang-orangnya saja yang melekat erat hingga mati nanti.

Aku masih ingat siapa sekretaris bosku di kantor Senayan tahun 2001. Aku masih ingat siapa yang menjadi mitraku di ruangan kantor tahun 2002. Aku masih ingat siapa yang duduk dekat pintu di kantor Pancoran tahun 2010. Aku ingat siapa yang mengajakku ngopi untuk membicarakan proyek media sosial di Senayan tahun 2014. Tapi, sumpah aku lupa aku sudah mengerjakan apa saja di sana. Hari pertama aku keluar dari kantor, entah mengapa memori otak langsung menghapus semua tugas yang pernah kulakukan. Mungkin karena aku berpikir, tak ada gunanya juga diingat. Semuanya seperti sebuah komputer yang dimatikan. Begitu pekerjaan selesai, tekan “shut down.” Kalau perlu “uninstall all the programs.” Hihihi🙂

Oh, ya sama juga dengan mantan. *halaaaaahh, pembahasannya belok ke mari juga!😀 Kalau sudah putus, ya sudah. Ngapain juga diingat. Hanya saja kebalikannya. Kalau pekerjaan lama dilupakan, sementara mantan teman seruangan sih diingat terus. Nah kalau soal hubungan, kenangan manisnya diingat, mantan pacar dilenyapkan dari pikiran dan hati. Sampai tuntas😉 Bahkan kapan si mantan ultah pun aku lupa. Jadi, ketika dicampakkan, mari kita juga melemparnya ke tempat sampah terdekat.

Aku hanya ribet kalau ada yang membuat segalanya jadi ribet. Latah ye? Begitulah. Eh, gak juga deh! Dulu ya, di dekade usia 20an, asli aku suka rempong untuk hal-hal gak perlu. Memasuki dekade ketiga begini, aku mencoba membuat perubahan. Make it possible by keep it simple. Udah semakin realistis aja sih. Take it or leave it. Beres. Kenapa? Karena aku berpikir hal yang sangat sederhana yang mungkin dihindari banyak orang: “Nanti gue mati juga cuman bawa kain kafan yang menempel di jasad.” Gitu. Karena itu pula, aku sekarang ingin mengurangi banyak beban yang ada di rumah. Kalau pindah ke rumah baru nanti, hampir dipastikan 50% isi rumah lama ini akan ditinggalkan atau dijual atau dihibahkan. Repacking my bag to the next lighter journey. Kecuali beberapa barang yang ingin adikku bawa ke rumah barunya nanti ketika menikah.

Dengan kekuranganku yang memiliki bipolar, aku tahu aku gak boleh nyusahin orang lain dengan keajaiban yang selalu membuat orang-orang di sekitarku terpana. Sebentar marah, sebentar nangis, sebentar ketawa, sebentar diam tanpa ekspresi. Aku ingin menyederhanakan segalanya meski itu artinya akulah yang lagi-lagi harus mengalah pada mereka yang normal. Aku tahu, mereka tak akan paham. But being normal is boring. But yes, am sometimes called stupid. Never mind.

Sama, saat ini juga aku sederhana aja mikirnya.

One thought on “Jadikan Semuanya Lebih Mudah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s