Tuhan Menjaga Kita

Begitulah yang kurasakan saat ini.

Am struggling to find a direct and right definition and description of long lasting relationship. I never thinking about something interesting but a creature called men. 

Mungkin, alam bawah sadarku yang selalu penasaran bagaimana seorang Adam bisa jatuh cinta pada Hawa yang katanya diciptakan dari tulang rusuknya sehingga Adam menderita rindu untuk meminta kembali rusuknya yang hilang itu.

Bagaimana Muhammad mencintai Khadijah dengan segala masa lalunya. Inilah yang hendak disodorkan Tuhan bahwa pria pun bisa Dia jodohkan dengan wanita yang lebih tua usianya. Selama aku kecil, yang kumengerti adalah pria selalu harus lebih tua dan dewasa. Nyatanya nol besar. Tua belum tentu dewasa. Itu pula yang Tuhan tunjukkan kepadaku bahwa pilihanku kepada pria yang jauh lebih tua dariku tak memberi nilai positif. Setidaknya itu penilaianku.

Pria itu unik dan menarik. Pesona dan persona yang melekat pada mereka membuat nyaman. Ketika pria memikirkan seks (50% lebih otak mereka hanya berputar di sekitar selangkangan dan itu benar, gak salah, plus normal), maka perempuan memikirkan hubungan.

Sahabat perempuanku (Fira, Vei, Kiki) selalu bingung ketika aku menceritakan pria A minggu lalu, minggu ini berceloteh tentang B, kemungkinan minggu depan ada kisah tentang C. (ketawa koprol) “Lah, beda lagi? Kali ini yang mana?” Aku memang petualang, mencari tahu siapa dan apa makhluk dari Mars yang selalu menganggap dirinya superior dan hanya bisa fokus pada satu masalah di satu waktu itu.

Sementara sahabat priaku banyak yang bilang kalau mereka nyaris tak bisa mengenaliku karena aku selalu berubah. Kadang menjengkelkan sehingga mereka ingin menendang dan “menyiksa”ku. Hahahaha… Kadang aku manis dan menurut apa kata mereka. Aku adalah kekasih bersama bagi mereka. Namun ketika aku suatu ketika menikah, mereka semua mundur teratur, hilang, dan duniaku tak lagi sama. Mungkin, karena yang kupilih dahulu itu membuat para sahabatku merasa tersaingi. (ngakak lagi) Tapi memang aku merasa bahwa semua sahabat priaku tak bisa dekat dengan bapaknya anak-anak. Entah mengapa. Berjarak. Entah siapa yang mulai. Dunia mereka memang penuh persaingan. MEN!

Kemudian aku mengenalmu. Kemudian, duniaku berubah secara perlahan. Awalnya tak kusadari. Namun ketika aku merasa ada yang aneh dengan diriku sendiri… Aku terdiam dan mulai terbangun. Tuhan menyadarkanku. Jika memang aku seperti doa-doaku setelah tahun 2011 itu… Aku harus berubah. Meski Dia sendiri yang membuatku ada di sebuah dunia tanpa batas rasa takut selama empat tahun sesudahnya, memasuki usiaku yang baru, semuanya tak lagi sama…

Ketika aku sudah lelah dengan drama berdurasi panjang dengan plot cepat nyaris tanpa jeda, aku terengah di pintu-Nya. Aku sudah tak sanggup meminta. Bahkan untuk memikirkan satu nama pun tak lagi bisa. Kamu, yang selama ini sebenarnya ada di dekatku, baru kusadari hadir mengutuh sempurna.

Kamu tak tahu dan tak melihat bagaimana aku menangis ketika melihat senyummu yang mengembang saat kita bertemu kembali. Aku bahkan tak mengerti mengapa air mataku bisa tumpah. Jantungku berdebar lebih cepat dari biasanya dan seketika itu aku ketakutan… Akankah aku kehilangan (lagi)?

Selama ini kamu ada, tetapi aku justru mencari jauh dari tempatku berpijak. Tuhan membiarkanku berjalan tanpa arah karena Dia tahu aku sangat keras kepala. Tuhan tahu aku angkuh dan tak akan berhenti sebelum kehabisan bekal dan kelelahan yang amat sangat. Terbukti.

Masa laluku belum berhenti menjadi ujian dan batu sandunganku. Mereka datang dan datang lagi. Mencoba menggoyahkan pertahananku. Aku semakin takut jika runtuh. Aku berharap, kamu bisa mengerti mengapa aku menjadi sangat aneh akhir-akhir ini. Aku hanya takut …

Jika kamu tak memilihku.

(tulisan ke enampuluhsatu dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s