Menjadi Bagian Dari #IndoAACVol2015 – Rangkaian Kegiatan #AAC2015

pembagian formasi lengkap
pembagian formasi lengkap

Semua berawal dari 12 April 2015, berkumpul di Balaikota Bandung menuju Alun-alun. Pembagian kelompoknya masih berdasarkan lokasi pertemuan awal. Aku memilih di Balaikota dengan dresscode hijau dan masuk batalyon dua grup empat.

aku menjadi bagian formasi keren ini :)
aku menjadi bagian formasi keren ini🙂

Kemudian diteruskan dengan 3 hari pertemuan di Balaikota tanggal 17,18,19 April. Aku masuk formasi INDONESIA dengan warna grup MERAH (dan beberapa pendukung Chelsea sensi banget karena aku kegirangan, because Manchester is red! *ngikik )

Kegiatan utama dilaksanakan tanggal 20 – 26 April.

Capek? Pasti! Pusing? Banget! Tekor ongkos? Iya! Hahahaha😀

Tetapi pengalamannya benar-benar luar biasa! Tidak terasa, hari ini adalah hari pertama aku kembali fokus bekerja, melupakan ingar bingar yang terjadi selama kegiatan Asian African Carnival 2015, sub kegiatan dari Konferensi Asia Afrika, dalam rangka memeringati 60 tahun kebangkitan negara-negara Asia dan Afrika.

Aku gak akan berpanjang lebar sih. Cerita ngalor ngidul aja. Untuk foto, aku bukan tipe yang suka mengambil foto sendiri. Lebih banyak aku di kamera atau gadget orang lain😛

Oh ya, kami memiliki jalur komunikasi satu arah, dimaksudkan agar tidak ada keriuhan dan simpang siur informasi. Nyatanya, ya menghadapi ribuan relawan bukanlah hal mudah. Ribuan kepala itu memiliki pemikiran sendiri. Tetapi alhamdulillah semua teratasi dengan cukup baik. Untuk pimpinan relawan paling atas disebut PRABUTAMA dan namanya Michael / Mike. Dia bertugas mengawasi kinerja enam prabu di bawahnya. Untuk formasi Indonesia, kami memiliki PRABU bernama Jamal / James dan voila, aku kenal dengannya! Hihihihi *gak penting. James memiliki tujuh PATIH dan aku masuk ke dalam pasukannya Yudha. Sang patih memiliki banyak SENOPATI dan aku berada di bawah koordinasi Ervina. Setiap senopati memiliki 6-7 TUMENGGUNG. Yes, aku adalah salah satu tumenggung yang dipercaya menjadi koordinator lima PUNGGAWA: Dinar, Euis, Fauzia, Yuli, dan Cindy. Pusing? Ya sudah, nikmati saja😛

Tugasnya formasi Indonesia apakah? Sesuai namanya, PELAYANAN INFORMASI, maka kami bertugas memberi pelayanan dan melayani warga yang membutuhkan informasi seputar kegiatan Konferensi Asia Afrika atau pun rangkaian Asian African Carnival 2015 ini.

apakah kamu hadir di seluruh acaranya?
apakah kamu hadir di seluruh acaranya?

Tanggal 20 April, ada tugas pertama dengan tagar #Bandung1955 adalah bagaimana mensosialisasikan sejarah Bandung di tahun 1955 kepada masyarakat. Aku? Mengajak kedua anakku untuk sejenak menjelajah waktu dan mengenalkan kepada mereka salah satu negara peserta KAA yaitu India.

Tanggal 21 April, tugas dengan tagar #TributeSukarnoMandela yaitu bagaimana kami mengajak warga mengenal siapa Sukarno dan Mandela yang sudah berjasa terhadap kebangkitan Asia dan Afrika di masanya. (Hingga saat ini, aku masih merasa amazing dengan ‘kenekatan’ para pemimpin dunia ketiga di masa itu untuk membentuk sebuah persatuan dalam konferensi tingkat internasional dalam kondisi ekonomi sedemikian.) Bertempat di Taman Pasupati dan Taman Film dari pagi hingga malam hari.

Tanggal 22 April, tugas dengan tagar #BuleBerkata, yaitu kami mencari para turis yang datang ke Bandung. Apakah hanya dalam rangka liburan biasa atau memang sengaja untuk melihat langsung perhelatan akbar 60 Tahun KAA?

Tanggal 23 April, ada acara #AngklungForTheWorld dengan target 20,000 peserta di Stadion Siliwangi. Alhamdulillah memecahkan rekor MURI dan diharapkan bisa masuk Guiness Book of Record😉

Tanggal 24 April ada acara Historical Walk di jalan Asia Afrika pada pagi hari dengan pengawalan super ketat. Tapi ternyata ada teman-teman kami yang sangat beruntung dengan tidak sengaja bisa tembus ke ring satu. Hade pisan euy. Bandung Land Festival di Taman Fitness jalan Teuku Umar pada siang hari. Menampilkan dan memperkenalkan acara seni budaya Sunda.

Tanggal 25 April ada acara Asian African Parade di jalan Asia Afrika sejak pukul satu siang. Serunya melihat iringan pawai budaya dari negara tetangga dan perwakilan propinsi Indonesia.

Tanggal 26 April, sebagai penutup, ada acara Festival of Nations yang merupakan acara dari Universitas Parahyangan, diadakan di Dago sejak pukul satu siang hingga malam hari. Tumpah ruah ribuan manusia hilir mudik di jalan sesempit itu. Lumayan lah ya menguras kantong dan dompet. Aku pribadi sengaja hanya membawa uang Rp50,000 SAJA! Hahahaha😀 Demi stabilitas saldo rekening di tanggal tua😛

Demikian aku menjadi salah satu saksi sejarah peringatan ke 60 Konferensi Asia Afrika. Kamu yang menyempatkan diri untuk hadir, pasti melihat betapa walikota kami tercinta sudah menyiapkannya dengan sangat baik, meski ada kekurangan di sana sini.

pertemuan briefing akhir sebelum memulai tugas pada tanggal 19 April.

Terima kasih, Bandung. Terima kasih, Kang Emil. Terima kasih, Allah.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s