Bahagia Bersama Pasangan Bipolar

Baru baca artikel di Vemale, yang sebenarnya ditunjukkan kepada si pria. Tetapi hal ini berlaku pada wanita dengan bipolar. Aku coba salin ke sini isi artikelnya ya šŸ™‚

=-=-=-=-=-=-=

Vemale.com – Pada dasarnya, semua orang menginginkan perasaan bahagia, aman, tentram dan juga dihargai saat menjalani hubungan dengan siapapun. Bagi sebagian besar wanita, bisa dipastikan bahwa ia selalu ingin pasangannya memberikan kenyamanan dan perlindungan terhadapnya. Namun, bagaimana jika seorang wanita menjalin hubungan dengan pria yang memiliki gangguan Bipolar? Apakah ia bisa selalu bahagia dan tak tertekan?


Pria dengan gangguan Bipolar sebenarnya sama dengan orang lain tanpa gangguan Bipolar. Hanya saja, orang-orang dengan gangguan Bipolar akan lebih mudah mengalami perubahan suasana hati. Gangguan Bipolar sendiri merupakan gangguan mental yang menyerang kondisi psikis.

Seorang yang menderita Bipolar dikatakan akan sangat mudah mengalami perubahan suasana hati. Dan karena hal inilah, tidak jarang penderita Bipolar lebih mudah depresi, murung, menjadi pendiam dan lebih menutup diri. Lalu bagaimana cara untuk menjalin hubungan dengan pria Bipolar agar hubungan tetap bahagia? Dilansir dari lamanwikihow.com, inilah cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menjalin hubungan dengan pria penderita gangguan Bipolar.

SATU.

Ini hal pertama yang harus dilakukan saat Anda menjalin hubungan dengan pria Bipolar. Cobalah untuk memahami bagaimana perasaannya, apa saja yang bisa membuatnya kecewa, bagaimana cara membuatnya bahagia dan lebih pahami lagi apa yang ia butuhkan dari hubungan kalian berdua.

Jadilah seseorang yang bisa memahami dengan baik pria Bipolar. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan gangguan Bipolar akan memiliki kondisi psikis lebih baik ketika ia lebih diperhatikan dan dicintai dengan tulus.

DUA.

Bagi setiap orang, dihakimi dan disakiti tentu sangatlah tidak menyenangkan. Dihakimi oleh seseorang yang dicintai akan membuat penderita Bipolar lebih mudah depresi dan menutup diri. Hindari menyalahkan pasangan Anda ketika ia tidak melakukan kesalahan. Dan pastikan bahwa Anda tidak pernah menghakiminya karena ia memiliki gangguan Bipolar dalam dirinya.

Meskipun pasangan Anda menderita Bipolar, bisa dipastikan bahwa ia memiliki sisi baik lainnya dalam dirinya. Pahami dengan baik kebaikan yang ada dalam diri pasangan dan cobalah untuk selalu membuatnya bahagia. Ketika terjadi masalah dengan hubungan Anda, usahakan untuk menyelesaikannya dengan baik-baik dan penuh kesabaran.

TIGA.

Ketika Anda dihadapkan dengan seseorang yang menderita gangguan Bipolar, pastikan untuk selalu menjadi pribadi yang sabar. Sabar adalah langkah sederhana namun bisa menegaskan kepedulian Anda terhadap penderita Bipolar terlebih jika ia adalah pasangan Anda.

Coba pahami apa yang diinginkan oleh pasangan Anda. Ada saatnya penderita Bipolar ingin menyendiri dan menenangkan pikirannya. Dalam hal ini, usahakan untuk bersabar menanti suasana hati pasangan kembali membaik dan ia siap jalan dengan Anda.

EMPAT.

Agar hubungan selalu bahagia, jadilah seseorang yang jujur, menaruh kepercayaan lebih pada pasangan dan menerima dengan tulus apapun serta bagaimanapun kondisinya. Hal ini nampaknya juga sangat perlu diberikan pada pasangan yang kebetulan menderita Bipolar. Suasana hati yang mudah berubah karena kondisi psikis satu ini, sangat perlu mendapatkan kepercayaan penuh agar suasana hati tak pernah berubah menjadi lebih menyakitkan dan mengecewakan.

Ladies, itulah beberapa cara yang perlu dilakukan ketika Anda menjalin hubungan dengan seseorang yang menderita gangguan Bipolar. Beberapa study menyebutkan bahwa hal paling penting yang bisa buat suasana hati baik dan nyaman adalah penerimaan yang tulus dari orang yang dicintai. Dan penerimaan yang tulus ini nampaknya menjadi poin penting yang diinginkan oleh penderita Bipolar agar hubungannya selalu bahagia bersama seseorang yang dicintainya.

 

Iklan

2 thoughts on “Bahagia Bersama Pasangan Bipolar”

  1. Hello mbak, sy ingin berbagi dan bertanya sdkit ttg bipolarā€¦
    calon suami sy penderita bipolar,26thn. Sy 32thn. saat ini dia bekerja di negara lain. Kt sudah 2 tahun menjalin hubungan.
    Awalnya baik2 sj seperti pasangan normal lainnya. Tp setelah dia kerja selalu traveling ke negara2 lain utk bisnis sikapnya mulai berubah.
    Kadang selalu care berlebihan seperti takut kehilangan sy, kalo tidak dihubungi 1 jam sj dia nangis2 sampai depresi ingin bunuh diri, lain waktu ketika dia sibuk kerja bisa sampai berhari2 bahkan berminggu2 tidak menghubungi sy..Kadang kt bertengkar sampai putus nyambung berulang2 krn sy bingung sikapnya berubah2 kadang seperti dia sudah bosan sm sy, sudah tidak care sm sy..
    Sebenarnya sy sdh tidak betah dengan dia tp ketika sy ingin menjauh dia selalu mengancam bunuh diri.pernah dia berusaha bunuh diri sampai 3 bln cuma di kursi roda.
    Yg ingin sy tanyakan bagaimana caranya utk menjauh dari dia karena sudah tidak mempan kalau bicara baik2.
    Sy sudah muak begini terus lama2 sy ikutan bipolar krn depresi mengahadapi tingkahnya. Sy tetap bertahan sampai saat ini cuma takut dia akan coba bunuh diri lagi, tp sdh tidak ada lagi perasaan cinta..Tolong dibantu mbak apa yg harus sy lakukan utk bs pergi dr dia. Trm kasih

    Suka

    1. Mbak, terima kasih banyak sudah menghubungi Saya.
      Saya turut prihatin dengan kondisi yang Mbak alami.
      Bagi Saya, penderita bipolar tidak minta dimengerti, karena memang tak akan bisa.
      Menurut saya, calon suami Mbak sebaiknya datang ke psikiater untuk melakukan pemeriksaan. Saya tidak bisa mengukur sejauh apa yang dialaminya.
      Kebutuhan dia mungkin obat, mungkin terapi bicara (ngobrol), atau tindakan lain sesuai kondisinya.
      Saya paham Mbak lelah dengan kondisi ini. Jangan paksa diri Mbak untuk melawan arus. Coba ke psikiater terdekat untuk janji temu bicara.
      Jika memang Mbak mau berpisah dengannya, itu keputusan Mbak. Tapi coba pikirkan lagi, keputusan berpisah karena apa?

      Salam hangat dari Bandung šŸ˜Š

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s