Menyusuri Jalan Sendiri

Apa kabarmu saat ini? Ya, saat kamu membaca tulisan yang entah kapan. Pagi? Siang? Sore? Malam? Aku merindukanmu di setiap jengkal jalan pulang.

Aku hanya ingin menyelipkan doa yang terbungkus rapi ini kepada malaikat agar sebait rinduku sempurna sampai di tempatmu.

Kamu ingat jika akan menungguku pulang? Waktu yang entah kapan, aku akan sampai di tempat kita berjanji akan bertemu. Namun kini aku bertanya dalam hati, ‘Apakah kamu akan menjemputku dengan binar penuh rindu yang hangat itu?’

Nampaknya, kamu bertemu perempuan lain sebelum aku tiba. Seseorang yang berusaha memikat hatimu. Seseorang yang beranggapan dia telah menjadi pemenang karena bisa membuatmu sedikit lengah. Namun rasanya aku tidak sedang berkompetisi dengan orang lain. Aku tak suka dianggap menjadi penghalang di antara kalian. Terlebih, jika dia menganggapku bermimpi bisa mendapatkanmu.

Oh, aku lebih memilih untuk mengganti haluan kendaraanku daripada sampai di terminal tujuan awal dan mendapati kenyataan pahit.

Aku lebih baik sendiri. Aku selalu suka bertanding dan menunjukkan bahwa aku unbeatable. Namun melihat siapa yang kautemui sebelum aku tiba, aku memutuskan rehat sejenak. Masihkah layak aku meneruskan perjalanan?

Selamat pagi, kamu.

Jaga kesehatan dan jangan nakal🙂

(Tulisan kelimapuluhenam dari beberapa tulisan)

(brought to you by my mobile)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s