Perjalanan @7udas_isk Menemukan Allah

Seorang anonim di Twitter, pebisnis kuliner dan penggemar Superman memaparkan kisahnya menjadi muallaf pada tanggal 1 September 2012. Aku belum follow dia saat itu. Aku juga mengenal akunnya awal tahun 2013 dari seorang sahabat.

Berikut ini adalah transkripnya dari tautan chirpstory. Sedikit disunting (gak pakai nomer) tanpa mengurangi maksudnya. Semoga bermanfaat😉

=-=-=-=-=-=

Tau nggak sih menjadi Muslim itu adalah Hidayah yang luar biasa besar, karena menyelamatkan saya dari siksa yang kekal!

Tau nggak sih menjadi Mualaf itu menggunakan akal bukan karena Indomie, karena kebesaran Allah itu bisa dirasakan bagi orang yang berakal!!!

Tau nggak sih menjadi Muslim itu Indah, bisa mencintai Nabi Yesus AS di dalam Islam, dengan tidak memfitnah dia menjadi Tuhan!

Ada teman tweeps yang bertanya bagaimana saya bisa jadi Mualaf, saya akan coba menceritakan kembali, bagaimana ALLAH menyelamatkan saya!

Kebenaran menurut saya 99% adalah usaha manusia utk mencarinya dan 1% yang “paling” menentukan adalah petunjukNya!

Ini membuktikan bahwa akal manusia bisa menuntun ke mana dia pergi! Tetapi hati kecil tidak bisa dipengaruhi, itulah makna 1% buat saya.

Dan saya sangat percaya jika kemauan kita bisa mengubah apapun temasuk nasib dan takdir kita.

Walaupun hanya 1% tapi itu adalah kuasaNya, maka 1% itu sangat menentukan! Dan ini membuktikan Tuhan bukan Tuhan yang otoriter kepada mahlukNya!

Diajarkan menjadi Katolik yang baik, menerima Sakramen, berusaha menjadi “anak” Allah, dan mempercayai Alkitab sebagai pedoman!

Dari orang tua Katolik yang taat, mereka berasal dari Buntok Kalimantan, mereka hijrah ke Surabaya dan Jakarta.

Bangga dengan kalung salib yang berhias patung kecil Yesus. Beranggapan kalung itu bisa melindungi saya dari segala kejahatan apapun!

Dalam pendidikan agama saya termasuk yang normal dan biasa saja, misa setiap Minggu, juga sekolah Minggu, pendalaman Alkitab, dan lain lain.

Pendidikan saya dari SD-SMA berbasis Katolik dan Protestan. SD dan SMP di STRADA, SMA di PSKD, dan menyelesaikan kuliah di Bandung.

Saat SMU saya aktif di pecinta alam. Terima kasih. Sesungguhnya saat inilah awal saya mencari dan menemukan siapa TUHAN saya.

Saya mempunyai sahabat. Dia seorang Muslim dan juga menjadi anggota pecinta alam di sekolah saya.

Saat itu saya bersama anak-anak “PA” lainnya akan menaklukkan Gunung Gede Pangrango. Kita start dari Gunung Putri Cianjur.

Pada saat itu saya perhatikan sahabat saya sedang melakukan doa sebelum berangkat. Lalu saya tanya, “Elo doa apaan bro?”

 Kata dia, “Gue berdoa semoga selamat dalam perjalanan naik dan turun nanti.” Dia bilang sama saya, “Tau gak bro, kalau gunung pun berdoa sama Tuhan?”

Merinding saat itu mendengar pernyataan teman saya bahwa “Gunung pun berdoa kepada Tuhan”. Mendengar itu hati bergejolak! Saya tidak tau kenapa?

Tiba-tiba ada perasaan mau menangis! Padahal temen memberitahu saya nggak dalam keadaan “melankonis” yang maksa saya untuk menangis.

Sepanjang perjalanan itu saya selalu terngiang dan berpikir apa iya gunung pun berdoa kepada Tuhan, tapi apa iya gunung berdoa kepada Yesus?

Akhirnya pernyataan yang sederhana dari kawan saya itu membekas dalam hati saya! Saya mulai mencari Tuhan mana yang gunungpun menyembah Dia!

Di gereja saya, Franciscus Xaverius di daerah Jakarta Utara, saya mulai mencari Tuhan yang luar biasa perkasa itu! Tuhan semesta alam!

Saya tanya sama Romo “HD”, “Romo, apakah Yesus itu perkasa? Sehingga dia layak disebut Tuhan semesta alam?”

Jawab Romo “HD”, “Iya, dia Allah Putra yang perkasa. ‘Dibantu’ dengan Allah Bapa dan Roh kudus maka Dia adalah Tuhan semesta Alam.”

Saat itu saya bertanya ketika ada misa Paskah memperingati bangkitnya Yesus dari maut dan Dia mengalahkan maut untuk manusia.

Dengan bodohnya saya bertanya kepada Romo, “Lalu, kalau Yesus disalib dan mati untuk membela kita, berarti di awal Yesus kalah sama maut?”

“Jika Yesus perlu mati untuk menebus dosa manusia, artinya dia bukan Tuhan yang perkasa karena dia tidak punya kuasa apapun terhadap dosa dan maut?”

Dan Romo “HD” menjawab, “Kamu harus mendalami Alkitab untuk menjawab semua pertanyaanmu.” Kata dia, “Kenali Tuhan Allahmu maka dia akan datang.”

Terima kasih Romo “HD” karenanya saya akhirnya mencoba mandalami Alkitab untuk mengenal Tuhan saya. lap kringet

“Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman. IMAN adalah percaya apa adanya!” Itulah doktrin yang saya anut!

Tapi kenapa banyak pertanyaan di dalam kepala saya? Terlebih kalimat bahwa gunung pun berdoa kepadaNya, selalu terngiang!

Apakah saya mulai tidak beriman lagi? Karena semakin saya mendalami Alkitab, semakin banyak pertanyaan baru di kepala saya!

Dan saat itu semakin tipis kepercayaan saya kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Roh kudus! Tuhan bantu saya mengenalMu…

“Kenapa Tuhan pencipta kehidupan ini ada 3? Tuhan Bapa, Putra dan Roh kudus? Dari mana asal Tuhan Bapa?

“Mengapa Tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?” Jawaban-jawabannya selalu mengambang dan tidak memuaskan!

Jawaban “retorika” dan jawaban yang hanya menurut nalar. Jawaban yang justru selalu memunculkan pertanyaan baru!

Dan di Alkitab justru saya banyak menemukan fakta bahwa yang selama ini saya sembah hanyalah manusia biasa! Mahluk yang mempunyai keterbatasan!

Dan akhirnya saya mengetahui bahwa Kitab-kitab Perjanjian Baru semuanya buatan manusia. Kecewa rasanya hati ini! Itu bukan firman Tuhan!

Dan lebih kaget lagi setelah saya tahu bahwa lebih dari sebagian isi Perjanjian Baru yang katanya firman Tuhan ternyata ditulis oleh Santo Paulus!

Dan saya mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya ciptaan orang setelah wafatnya Yesus dan Yesus pun tidak pernah tahu apa isi Injilnya!

Terima kasih Romo “HD” yang menyuruh saya untuk mendalami Alkitab, sehingga saya tahu bahwa ternyata Yesus itu bukan Tuhan yang saya cari!

Terima kasih Romo “HD” yang telah memberitahu saya bahwa Trinitas sebagai dasar agama saya ternyata hasil politik para imam besar Nicea!

Saat itu 2005 di plesiran Cihampelas tempat saya kos, tidak sengaja saya melihat di TV ritual haji.Ngngak ngerti kenapa melihat itu saya menangis!

Begitu samanya manusia pada saat itu, bahkan tidak terlihat sama sekali perbedaan derajat, materi, dan golongan. Semua beribadat yang sama!

Terlintas di kepala saya “ide gila” untuk mengetahui Islam. Mau kenal dengan Tuhannya teman saya yang katanya gunung pun berdoa kepadaNya!

Tapi kebodohan saya membuat saya takut kepada Islam. Teroris! Gemar perang! FPI! Amrozi CS! dan lain-lain. lap kringet

Berawal dari diskusi dengan teman muslim di kampus, saya mulai berdialog tentang agama.

Semua pertanyaan saya tumpahkan ke sahabat saya “AM” dan dia berusaha menjawab pertanyaan saya, serta jawabannya bukan retorika semata!

Di gereja saya di Jakarta saya pun bertanya hal yang sama. Jawabannya adalah, “Jika kamu masih banyak pertanyaan maka kamu belum beriman!”

Saya tanya sama sahabat saya “AM”, “Bagaimana kekerasan yang diperlihatkan orang-orang Islam, seperti Teroris dan lain sebagainya?”

“Muslim itu individu dan Islam itu agama penuh rahmat. Muslim dikatakan Islam jika ia menerima secara penuh Islam sebagai agamanya.”

“Muslim dibilang Islam saat dia menerima Islam secara “utuh”! Artinya kita nggak bisa generalisir masalah tanpa tahu Islam.”

Akhirnya saya memutuskan untuk hanya ingin mengetahui tentang Islam! lap kringet

Banyak buku tentang Islam yang saya beli. Yang sangat berkesan tentang sejarah perjuangan Rasullulah membawa terang kepada dunia yang gelap!

Sahabat saya bilang, “Jika ingin belajar tentang agama harus ada gurunya. Tidak boleh belajar sendiri.” Lalu dia mengenalkan seseorang kepada saya.

Lalu dia bilang, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” (cont)

“Bacalah dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Merinding rasanya tubuh ini mendengar itu semua! Apa ada kata-kata yang dahsyat itu di dalam Al-Quran yang katanya agama teroris?

Artinya semua pertanyaan saya ada jawabannya di buku ini (Alquran).

“Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS 2:2)

Linu semua persendian ini pada saat teman saya membacakan ayat dan terjemahannya itu. Tanpa terasa mata ini basah dengan airmata rindu!

Apakah ini saatnya saya harus berkhianat kepada Yesus yang dikenalkan orangtua saya sebagai Tuhan yang harus saya puja selama ini?

Lalu apa kata orang tuasaya nanti? Harus bilang apa sama mereka? Harus menjelaskan apa kepada lingkungan paroki kami?

Sekian lama saya belajar tentang Tuhan yang Esa, semua pertanyaan saya terjawab oleh Alquran. Banyak ilmu yang saya temui di dalamnya…

Saya putuskan saya ingin menjadi umatnya Rasullulah! Saya harus jujur dan berani bilang sama ortu saya. Allah bersama orang yang benar!

Di pertengahan 2007, saya memberanikan diri berbicara sama orangtua saya. Terlihat guratan kaget di mata mereka. Saya menjelaskan dengan sabar.

Saya katakan, “Inilah keputusan saya yang pertama sebagai laki-laki dewasa dan saya akan pertanggungjawabkan semua itu kepada diri saya dan Tuhan saya!”

Saya cium kaki orangtua untuk memohon maaf dan ikhlasnya mereka untuk mengizinkan saya memeluk Agama Allah, Agama Islam!

Dan pada tanggal 15 Oktober 2007 resmilah saya mengucapkan ikrar bertuhan satu yaitu Allah dan percaya Muhammad itu utusan Allah.

Dengan menemukan Islam, saya menemukan ketenangan dan jawaban yang selama ini saya cari.

Dengan menemukan Islam berarti memulai perjuangan Iman saya untuk menerima Islam secara KAFFAH.

Dengan menemukan Islam saya semakin mengenal siapa itu Yesus atau Isa Almasih as. Dia seorang Nabi yang dimuliakan oleh penciptaNya.

Terima kasih kepada orangtua saya, serta teman-teman di Fanciscus Xaverius, juga para sahabat-sahabat, dan teman-teman diskusi.

Syukur yang tidak terhingga kepada Allah SWT yang telah memberi hidayahNya, dan shalawat kepada Rasul akhir zaman Muhammad SAW.

Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah!

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Menurutku, Judas ultahnya setiap tanggal 15 Oktober nih, lahir kembali sejak tahun 2007😉  Semoga semakin berani menyuarakan kebenaran dan senantiasa dalam lindungan Allah….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s