Berimajinasi Liar Bersama Fiksimini

Pertama kali bermain Twitter sama sekali gak ngerti mau ngapain. Pokoknya masih ngoceh nyaris satu arah karena baru menguntit sedikit orang.

Suatu Minggu di tahun 2009 akhir kalau gak salah ingat, aku membaca koran Kompas dan melihat kolom Mas Agus Noor. Ada akun Twitter-nya. Eh, dulu aku follow karena dia itu ketua majelis syuro MUI (Manchester United Indonesia)😀

Mengikuti cuitannya, baru aku melihat akun Mbak Clara Ng, Eka Kurniawan, dan berkembang menjadi penulis yang lain. Ketika di Minggu lainnya aku menemukan Aan Mansyur, maka kuikuti juga dia.

Kemudian suatu hari, aku mengetahui ada ide menulis fiksi dalam Twitter dari akun mbak Clara. Hayohloh! Mana bisa? Sesingkat itu? Karena aku gak paham, kucoba memerhatikan cara mereka menuliskan fiksi dalam karakter terbatas. Akhirnya bergumam. Oh, begitu caranya?

Masih gak pede.

Saat salah satu momod(moderator)nya adalah Aan, aku sempat mencoba menulis dengan tema jailangkung. Kenalah dibantai. Standar dan mudah ditebak, katanya. Yah. Baiklah. Gagal.

Nah, ketika ada tema lain (lupa apaan), aku menulis (lupa juga gimana persisnya, tapi yang pasti tentang kakek di televisi) dan Aan berkomentar, “Coba saya yang jadi momod, sudah saya RT tuh.” Aku cukup senang salah satu usahaku mendapat apresiasi dari jagoan fiksi. Aku mulai paham caranya melepaskan imajinasi.🙂

Setelah itu, beberapa kali fiksiminiku di-RT (yaaa meski bukan kelas dunia akhirat lah😛 ), tapi menandakan imajinasiku cukup cakep kan? Kayak orangnya😉 dikeplak Imajinasiku ‘dipaksa’ untuk menabrak batas normal. Sangat seru!

Aku mendapat banyak teman baru dari komunitas kece ini. Akid, Inne, Om Sigit, Om Erland, Om Jasper, Danny, Jaka, Mumu, Om Bayoe, Kiki, Uni Dian, Dhanang, Pendi, Mas Oddie, Seno, Indra, Ade (banyak Ade), Adit (banyak Adit juga nih). Plus ketemu lagi dengan Aji, teman lama zaman di kampus dulu yang sekarang dikenal dengan Anji.

Sungguh indah luar biasa pengalamanku berinteraksi dengan Fiksimini. Selama 5 tahun, ada suka duka yang mengharu biru. Pelajaran menulis, tentu saja. Mendapat rezeki bernama teman baru itu priceless dan precious. Jadi, kalau ditanya dapat apa saja dari Fiksimini, akan kujawab yakin, “Dapat teman banyak banget!” Am so blessed!

Terima kasih telah memberiku banyak bahagia, Fiksimini. Tanpamu, belum tentu duniaku secerah saat ini🙂

TGIF. Thank God It’s Fiksimini!
#5TahunBersama

(brought to you by my mobile)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s