5 Indikator Kontrol Keuangan Pribadi ~ Ahmad Gozali

Agar bisa kontrol keuangan pribadi dengan baik, kita harus tahu setidaknya 5 angka indikator berikut ini:

Pertama –> Angka penghasilan. Tahu persis berapa penghasilan tiap bulan. Bagi karyawan, ini mudah. Bagi pengusaha, angkanya sering berubah.

Apakah para istri tahu berapa penghasilan suaminya? Apakah para pengusaha tahu berapa omset bisnis & keuntungannya? Cari tau sebelum terlambat.

Ada yang lebih berbahaya lagi dari tidak tahu penghasilannya berapa. Yaitu tidak mau tau berapa angkanya. Tutup mata, yang penting tetap belanja šŸ˜¦

Kedua –> Angka pengeluaran. Pastikan kita tahu berapa yg kita keluarkan untuk apa saja. Gagal kontrol angka ini bisa berbahaya juga.

Ketiga –> Angka berikutnya yang perlu diketahui yaitu “kekayaan bersih”, yaitu jumlah harta dikurangi jumlah hutang. Positif atau negatif?

Angka ini adalah angka yang akan diwariskan kepada keluarga yang ditinggalkan. Mewariskan harta atau hutang?

Keempat –> Angka berikutnya yaitu “rasio cicilan hutang”. Berapa persen dari penghasilan yang kita bayarkan untuk cicilan hutang tiap bulan?

Batas aman cicilan hutang per bulan adalah 35% dari gaji. Di atas itu, biaya hidup akan terganggu dan potensi cicilannya batuk-batuk.

Kelima –> Angka yang tidak kalah pentingnya adalah “rasio investasi”, berapa persen dari penghasilan kita yang diinvestasikan? makin besar, makin bagus.

Paling minimal, jaga rasionya di angka 10%. Single bisa sampai 40%, menurun setelah berkeluarga, naik lagi ke 40% mendekati pensiun.

=-=-=-=-=-=-=

Singkat, tapi beneran ini butuh perhitungan matang. Selamat berduaan dengan kalkulator! šŸ™‚

Tambahan khusus untuk dipikirkan:

artinya bujet untuk saving dihitung lebih dulu sebelum untuk shopping. Dan action saving juga duluan sebelum keduluan shopping.

Karena yang namanya shopping cenderung berlebihan, kalo saving pasti pas-pasan. Makanya terapkan

Saving di sini maknanya luas, bisa untuk isi tabungan, investasi masa depan, atau bayar premi asuransi.

Masalahnya banyak yang bingung mau invest di mana, duitnya jadi malah kepake untuk belanja. Makanya invest yang pertama harusnya untuk isi kepala. <—– kayaknya ini kudu dipikir gimana caranya deh šŸ˜€

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s