Ketika Sebuah Kalimat Mengoyak Keangkuhanku

Aku tak mengerti. Berhari-hari mengamati yang terjadi. Sepertinya biasa. Namun ketika beberapa kalimat kubaca berulang… Dentuman dalam hati dan pikiranku berbunyi sangat keras.

Bukan karena tulisan itu menampar harga diriku. Justru karena kalimat sederhana itu mengoyak jantung pertahanan egoku yang tersimpan paling rahasia.

Aku meradang. Aku tak bisa marah. Bukan karena tak mampu. Aku tak mau membuang energiku untuk berhadapan dengan dunia dua dimensi.

Aku bertanya pada Tuhan, apa tujuan-Nya menyodorkan seseorang yang entah siapa itu, menuliskan hal sederhana dengan cara sederhana pun. Caranya bertutur tentangku dan menilaiku demikian, cukup membuat vertigoku kambuh.

Beraninya orang yang tak mengenalku, memberi penilaian yang… Dia adalah orang kedua yang berani seperti itu. Siapa pertama? Hm…🙂

Aku tak membencinya. Aku tahu, Tuhan mengirimkannya sementara untukku dengan satu tujuan. Ketika aku sudah bisa memahami humor-Nya kali ini dan tugasnya sudah purna, dia akan pergi.

Suatu saat, aku akan merindukannya sebagai sosok unik yang menemaniku menapaki jalan Tuhan. Perlahan.

Suatu saat pula aku akan berterima kasih, ketika dia menghilang dari kehidupanku. Tuhan memberi skenario cukup misterius kali ini kepadaku.


Selamat pagi untukmu.

(brought to you by my mobile)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s