Betapa Pentingnya Doa

Aku membaca dari portal ini dan karena sangat bagus untukku, jadi kusalin ulang. Semoga bermanfaat juga bagi pembaca di sini๐Ÿ˜‰


โ€œDan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoโ€™a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.โ€ (QS Al Baqarah : 186)

Kita sering mendengar ungkapan yang mengatakan:ย ad-duโ€™a-u silahul mukminย (doโ€™a adalah senjata orang beriman). Ungkapan ini, bukan merupakan hadits nabi saw. Namun, banyak ayat Al Qurโ€™an dan juga sunnah nabi saw yang shahih menjelaskan bahwa ungkapan itu secara makna adalah ungkapan yang shahih. Oleh karena itu, ikhwati fillah, jangan sampai kita melalaikan senjata yang satu ini. Karena tidak semua orang mampu menggunakannya kecuali orang-orang beriman.

Banyak ayat-ayat Al Qurโ€™an menjelaskan kepada kita, betapa doโ€™a adalah kekuatan yang ampuh dan dahsyat. Doa yang dipergunakan oleh paraย anbiyaโ€™ wal mursalinย dalam perjalanan daโ€™wah dan jihad mereka.

Kita ingat, kisah tentang nabiyullah Nuh AS yang gigihย melakukan jihad daโ€™awi siang dan malam secara sembunyi dan terang-terangan. Jihad yang dilakukan selama sembilan ratus lima puluh tahun. Ternyata masyarakat yang menerima daโ€™wah beliau hanya sedikit saja. Menghadapi kondisi demikian beliau memanjatkan doโ€™a kepada Allah swt :

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ููˆุญูŒ ุฑูŽุจูู‘ ู„ูŽุง ุชูŽุฐูŽุฑู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†ูŽ ุฏูŽูŠูŽู‘ุงุฑู‹ุง. ย ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฅูู†ู’ ุชูŽุฐูŽุฑู’ู‡ูู…ู’ ูŠูุถูู„ูู‘ูˆุง ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู„ูุฏููˆุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ููŽุงุฌูุฑู‹ุง ูƒูŽููŽู‘ุงุฑู‹ุง

Nuh berkata: โ€œYa Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.ย Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat ma`siat lagi sangat kafir. (Nuh: 26 โ€“ 27)

Demikianlah, kemudian akhirnya kita ketahui ternyata Allah swt memang membinasakan seluruh orang-orang kafir itu. Sesuai doโ€™a yang dipanjatkan oleh nabi Nuh AS.

Kita juga teringat tentang doโ€™a nabiyullah Musa AS kepada Allah SWT yang ditujukan atas Firโ€™aun dan bala tentaranya. Karena mereka sudah benar-benar melampaui batas dalam kecongkakan dan kepongahan dengan mengandalkan berbagai macam kekuatan duniawi yang dimilikinya. Saat itu nabiyullah Musa ASย ย berdoโ€™a:

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ููˆุณูŽู‰ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุขูŽุชูŽูŠู’ุชูŽ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุฃูŽู‡ู ุฒููŠู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู„ููŠูุถูู„ูู‘ูˆุง ุนูŽู†ู’ ุณูŽุจููŠู„ููƒูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุงุทู’ู…ูุณู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ุฏูุฏู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ููŽู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฑูŽูˆูุง ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู„ููŠู…ูŽ

Musa berkata: โ€œYa Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir`aun dan pemukapemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami, akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau.ย Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksan yang pedihโ€. (Yunus: 88)

Kemudian selanjutnya kita ketahui apa yang menimpa Firโ€™aun dan bala tentaranya, mereka semua ditenggelamkan Allah swt di lautan. Semua kisah tersebut di atas adalah contoh doโ€™a-doโ€™a para nabi kepada Allah swt. Doa agar Allah menghancurkan orang-orang yang melampaui batas dalam melakukan pembangkangan terhadap ajaran Allah swt, para nabi dan rasul-Nya. Terdapat pula contoh lain, yaitu doโ€™a para nabi yang mengharapkan agar kaumnya mau menerima daโ€™wahnya.

Salah satu diantaranya adalah doโ€™a nabiyullah Muhammad saw. Doa ketika daโ€™wah beliau kepada orang-orang Thaif disambut dengan lemparan batu dan tuduhan-tuduhan yang menyakitkan. Saat itu beliau saw memanjatkan doโ€™a kepada Allah swt dengan mengatakan:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงู‡ู’ุฏู ู‚ูŽูˆู’ู…ููŠ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽู†ููˆู’ู†ูŽ

โ€œYa Allah, berikanlah petunjuk dan hidayah kepada mereka, sebab mereka tidak mengetahuiโ€.

Setelah kurang lebih sepuluh tahun kemudian seluruh penduduk Thaif menyatakan masuk Islam, berarti ada jarak kurang lebih 10 tahun antara doโ€™a nabi Muhammad saw dengan kenyataan mereka menerima hidayah Allah swt.

Yang menarik, saat terjadi gelombang massal pemurtadan pada masa Khalifah Abu Bakr As-Shiddiq di Jazirah Arab, orang-orang Thaif tidak termasuk golongan yang murtad. Pemimpin mereka berkata kepada kaumnya: โ€œWahai kaumku, janganlah kalian murtad, sebab kalian adalah yang paling akhir masuk Islam, maka janganlah kalian menjadi yang pertama dalam kemurtadan!โ€

Doโ€™a juga merupakan rujukan terakhir orang-orang beriman saat mereka menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan besar. Khususnya saat mereka berjihad di jalan Allah swt.

Kita bisa renungkan bagaimana saat pasukan Thalut berhadapan dengan pasukan Jalut yang besar dan dahsyat. Saat itu pasukan mujahidin mukminin melihat betapa besar dan hebatnya kekuatan pasukan Jalut, maka mereka memanjatkan doโ€™a kepada Allah swt:

ูˆูŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุฑูŽุฒููˆุง ู„ูุฌูŽุงู„ููˆุชูŽ ูˆูŽุฌูู†ููˆุฏูู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ุฃูŽูู’ุฑูุบู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุตูŽุจู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุซูŽุจูู‘ุชู’ ุฃูŽู‚ู’ุฏูŽุงู…ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†

โ€œTatkala mereka nampak oleh Jalut dan tentaranya, mereka pun (Thalut dan tentaranya) berdo`a: โ€œYa Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafirโ€. (Al-Baqarah: 250)

Maka, doโ€™a itu membuat Allah swt memberikan kemenangan-Nya kepada mereka. Sekalipun jumlah dan peralatan mereka sangat tidak sebanding dengan apa yang dimiliki pasukan Jalut, sebagaimana tersebut pada ayat setelahnya.

Doโ€™a yang mirip dengan doโ€™a pasukan Thalut diatas adalah doโ€™a nabi Muhammad saw ketika menghadapi pasukan yang menjadi kekuatan utama musyrik Makkah, di bawah pimpinan Abu Jahal cs. Saat itu nabi Muhammad saw terus berdoโ€™a kepada Allah swt tiada henti-hentinya, begitu khusyuโ€™ dan seriusnya, hingga selendang (baju penutup tubuh bagian atas) beliau terjatuh. Beliau memanjatkan doโ€™a:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุฌูุฒู’ ู„ููŠ ู…ูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู†ููŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุขุชู ู…ูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู†ููŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ู’ ุชูู‡ู’ู„ููƒู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุนูุตูŽุงุจูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ู„ูŽุง ุชูุนู’ุจูŽุฏู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู

โ€œYa Allah, penuhi dan wujudkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku, ya Allah, berikanlah kepadaku apa yang telah Engkau janjikan kepadaku, ya Allah, jika golongan Islam ini binasa, niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di atas bumi iniย (Muttafaqun โ€˜alaih).

Dan sebagaimana yang diabadikan oleh sejarah, pada hari itu Allah swt menghancurkan kekuatan utama musyrik Makkah.

Keterangan dalam Al Qurโ€™an dan As Sunnah tentang doโ€™a

1. Doโ€™a merupakan perintah dari Allah .

Sangatlah banyak dari ayat-ayat Al Qurโ€™an yang menyebutkan perintah untuk berdoโ€™a kepada-Nya . Diantaranya, firman Allah (artinya):

โ€œDan Rabb kalian telah berfirman: โ€œBerdoโ€™alah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian.โ€ย (Ghafir: 60)

โ€œDan berdoโ€™alah kepada Allah dengan mengikhlashkan ibadah (doโ€™a) kepada-Nya.โ€ย (Al Aโ€™raf: 29)

โ€œBerdoโ€™alah kepada Rabb kalian dengan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut.โ€ย (Al Jin: 18)

โ€œDan sesungguhnya Allah memiliki asmaul husna (nama-nama yang mulia), maka berdoโ€™alah kepada-Nya dengan menggunakan nama-nama tersebut.โ€ย (Al Aโ€™raf: 180)

Di dalam ayat-ayat mulia di atas dan yang lainnya, menunjukkan bahwa doโ€™a merupakan ibadah yang diperintahkan oleh Allah kepada hamba-Nya. Sehingga berdoโ€™a kepada-Nya merupakan bentukย thaโ€™ahย (ketaatan) kepada-Nya.

2. Doโ€™a adalah ibadah.

Berdoโ€™a kepada Allah merupakan perkara yang amat dicintai-Nya . Bahkan bila semakin sering berdoโ€™a kepada-Nya untuk meminta segala sesuatu yang ia inginkan, semakin menambah kecintaan Allah kepadanya. Karena setiap doโ€™a yang dipanjatkan kepada-Nya , pada hakekatnya (doโ€™a) itu adalah ibadah.

Rasulullah bersabda:

ุงู„ุฏุนุงุก ู‡ูˆ ุงู„ุนุจุงุฏุฉ

โ€œSesungguhnya doโ€™a adalah ibadahโ€ย (Tirmidzi)

Bukankah kita semua telah mengetahui bahwa tujuan Allah menciptakan manusia dan jin ini hanyalah untuk beribadah kepada-Nya? Sehingga barangsiapa yang memperbanyak doโ€™a berarti ia telah memperbanyak ibadah kepada-Nya , dan inilah yang sebenarnya dikehendaki oleh Allah .

Sebagaimana firman-Nya:

โ€œTidaklah Kami menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.โ€ย (Adz Dzariat: 56)

Demikian juga, Rasulullah telah menegaskan bahwasanya doโ€™a merupakan perkara yang paling dicintai dan mulia di sisi-Nya , beliau bersabda:

ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุดูŽูŠู’ุกูŒ ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู

โ€œTidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di hadapan Allah subhanahu daripada doโ€™a.โ€ย (At Tirmidzi)

Mengapa doโ€™a itu paling mulia dan paling dicintai oleh Allah ? sebagaimana penjelasan di atas, karena pada hakekatnya doโ€™a itu sendiri adalah ibadah, yang diperintahkan oleh Allah kepada setiap hambanya.

3. Doโ€™a merupakan pembuka pintu-pintu rahmat dari Allah .

Doโ€™a merupakan pembuka pintu-pintu rahmat Allah yang sangat didambakan oleh setiap hamba. Karena dengan rahmat-Nyalah kita mendapat hidayah Islam dan Iman, serta mendapat pulaย maghfirahย (ampunan) dari dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Rasulullah bersabda:

ู…ู†ู’ ููุชูุญูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุจูŽุงุจู ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู ููุชูุญูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุง ุณูุฆูู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูŠูุนู’ุทูŽู‰ุฃูŽุญูŽุจูู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุณู’ุฃูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงูููŠูŽุฉูŽ ุŒ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกูŽ ูŠูŽู†ู’ููŽุนู ู…ูู…ูŽู‘ุง ู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ูˆูŽู…ูู…ูŽู‘ุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู’ ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจูุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุก

โ€œBarangsiapa diantara kalian yang dibukakan baginya pintu doโ€™a, niscaya ia akan dibukakan baginya pintu-pintu rahmat. Dan tidaklah Allah dimintai sesuatu yang lebih Allah cintai dari meminta keselamatan (di dunia dan akhirat). Sesungguhnya doโ€™a itu bermanfaat pada hal-hal yang sudah terjadi ataupun yang belum terjadi, maka hendaklah berdoโ€™a wahai hamba-hamba Allah.โ€ย (At-Tirmidzi)

4. Doโ€™a merupakan akhlaq orang-orang yang bertaqwa.

Allah telah mengisahkan tentang akhlaq para nabi yang selalu bersegera untuk berdoโ€™a kepada-Nya . ย Sebagaimana firman-Nya:

โ€œSesungguhnya mereka (para nabi) selalu segera melakukan kebaikan dan selalu berdoโ€™a kepada Kami dalam keadaan penuh harap dan rasa takut, dan mereka adalah orang-orang yang khusyuโ€™ (di dalam beribadah/berdoโ€™a kepada Kami).โ€ย (Al Anbiyaโ€™: 90)

Demikian pula Allah menyebutkan tentang akhlaq hamba-hambanya yang shalih, sebagaimana firman-Nya::

โ€œDan orang-orang (generasi) yang datang sesudah mereka (sahabat) berkata: โ€œWahai Rabb-kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau jadikan di dalam hati-hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb-kami sesunggunya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.โ€ย (Al Hasyr: 10)

5. Doโ€™a menunjukkan kemurnian tawakkal kepada Allahย .

Rahasia dan hakekat tawakkal kepada Allah adalah menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah . Manakala ia berdoโ€™a dengan penuh harap dan rasa takut hanya kepada Allah menunjukkan kemurnian tawakkalnya kepada-Nya. Dan sekaligus doโ€™a itu sendiri merupakan salah satu sebab terbesar tercapainya apa yang ia inginkan. Perhatikanlah firman Allah:

โ€œMaka beribadahlah kalian kepada Allah dan bertawakkallah kepada-Nya.โ€ย (Hud: 123)

Di dalam ayat yang mulia ini Allah memerintahkan untuk bertawakkal setelah beribadah kepada-Nya . Padahal kita telah tahu bahwa doโ€™a itu adalah ibadah, sebagaimana penjelasan di atas. Sehingga ayat tersebut dapat diambil kesimpulan yaitu berdoโ€™alah kepada Allah terlebih dahulu, baru kemudian bertawakkallah kepada-Nya.

6. Setiap doโ€™a mendapat jaminan dari Allah selama tidak tergesa-gesa.

Rasulullah bersabda:

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจูุฅูุซู’ู…ู ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ูŽุทููŠู’ุนูŽุฉู ุฑูŽุญู’ู…ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽุนู’ุทูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ุซูŽู„ุงูŽุซู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนูŽุฌูู‘ู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฏูŽุฎูู‘ุฑูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏู’ููŽุนูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูู‘ูˆุกย ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ูŽุง

โ€œTidaklah seorang muslim berdoโ€™a dengan sesuatu yang bukan untuk suatu dosa atau memutuskan silaturrahmi melainkan pasti Allah akan memberikan salah satu dari tiga hal; disegerakan baginya pengabulannya, disimpan baginya di akhirat, atau dihindarkan darinya keburukan yang semisal dengannya.โ€ย (Shahih Al Adabul Mufrad no. 547, dari sahabat Abu Saโ€™id Al Khudri )

Dalam riwayat yang lainnya, Rasulullah bersabda:

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ุจูุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุฅูุซู’ู…ูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ูŽุทููŠุนูŽุฉู ุฑูŽุญูู…ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽุนู’ุทูŽุงู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูู‡ูŽุง ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ุซูŽู„ูŽุงุซู ุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ุชูุนูŽุฌูŽู‘ู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏูŽู‘ุฎูุฑูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุฅูู…ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตู’ุฑูููŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ุณูู‘ูˆุกู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฅูุฐู‹ุง ู†ููƒู’ุซูุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู

โ€œTidaklah seorang mukmin menghadapkan wajahnya kepada Allah memohon sesuatu, melainkan Dia akan memberikan, apakah dengan menyegerakan baginya di dunia atau menyimpan baginya di akhirat selama ia tidak tergesa-gesa.โ€ย Para sahabat bertanya: โ€œApa maksud dari tergesa-gesa?โ€ Beliau menjawab:

ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชู ูˆูŽุฏูŽุนูŽูˆู’ุชู ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูŽุฑูŽุงู‡ู ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจู ู„ููŠ

โ€œDia berkata: โ€œSaya sudah berdoโ€™a dan berdoโ€™a, tetapi (toh) juga tidak dikabulkan.โ€ย (H.R. Ahmad, lihat Shahih Al Adabul Mufrad no. 548)

Kedua hadits di atas menunjukkan bahwa doโ€™a seorang muslim tidaklah sia-sia. Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani berkata: โ€œSetiap orang yang berdoโ€™a akan dikabulkan, hanya saja pengabulan itu berbeda-beda. Terkadang dikabulkan sesuai dengan permintaan, terkadang pula diganti dengan sesuatu yang lain. (Fathul Bari 10/95)ย Sehingga doโ€™a itu bisa jadi dikabulkan sesuai dengan permohonannya, bisa jadi pula disimpan atau diganti yang lainnya sebagai bentuk kemurahan dari Allah , selama ia tidak tergesa-gesa. Karena sifat tergesa-gesa akan menimbulkan sikapย suโ€™uzhanย (buruk sangka) kepada Allah .

Allah memiliki sifat Yang Maha Hikmah. Dia mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya, berbeda dengan manusia yang tidak mengetahui akibat urusannya. Terkadang manusia mencintai dan menginginkan sesuatu, padahal hal itu bisa menambah keburukan baginya, atau sebaliknya. Sebagaimana yang telah diterangkan di dalam firman Allah (artinya):

โ€œBisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu adalah amat baik bagi kalian, bisa jadi pula kalian menyukai sesuatu padahal itu adalah amat buruk bagi kalian. Allah yang mengatahui, sedangkan kalian tidak mengetahuinya.โ€ย (Al Baqarah: 216)

Bukan berarti tidak dikabulkannya doโ€™a menunjukkan jeleknya orang yang berdoโ€™a secara mutlak. Dan dikabulkannya doโ€™a juga tidak menunjukkan baiknya orang yang berdoโ€™a secara mutlak. Bukankah Allah mengabulkan permintaan iblis dengan memberi tangguh sampai hari kiamat? Tetapi itu tidak menunjukan pemulian kepada iblis, justru itu sebagai penghinaan kepadanya agar dosanya bertambah, sehingga semakin keras siksaan dan semakin berlipat ganda kesengsaraan di akhirat nanti.

Waspada dari kelalaian berdoa kepada Allah

Setelah kita tahu tingginya kedudukan dan keutamaan doโ€™a di sisi Allah , kita pun akan tahu pula tentang kerugian besar yang akan dialami oleh orang-orang yang cenderung mengabaikan dan melalaikan dari berdoโ€™a kepada Allah, yaitu

1. Enggan dan lalai dari doโ€™a tanda kesombongan pada dirinya.

Simak dan perhatikanlah firman Allah (artinya):

โ€œDan Rabb kalian telah berfirman: โ€œBerdoโ€™alah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan dirinya dari beribadah (berdoโ€™a) kepada-Ku akan masuk jahannam dalam keadaan hina.โ€ย (Ghafir: 60)

Di dalam ayat yang mulia ini Allah juga menjelaskan bahwa doโ€™a itu pada hakekatnya adalah ibadah, sehingga mengabaikan dan malalaikan dari berdoโ€™a kepada-Nya merupakan tanda kesombongan pada dirinya karena ia tidak mau berdoโ€™a kepada penciptanya dan pencipta seluruh alam semesta, pemberi rezki seluruh makhluk, yang menghidupkan dan yang mematikan, Dia-lah Allah Yang Maha Kaya dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sedangkan ia adalah hamba yang lemah yang tidak mampu bergerak, berkata ataupun berbuat melainkan hanya dengan rahmat, kehendak, dan kekuasaan-Nya.

Allah berfirman (artinya):

โ€œWahai manusia, kalian adalah hamba-hamba yang faqir, yang (mesti) membutukan Allah (dalam segala sesuatu). Dan Allah adalah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.โ€ย (Fathir: 15)

  1. Enggan dan lalai dari berdoโ€™a kepada Allah tanda kelemahan pada dirinya.

Rasulullah bersabda:

ุฃูŽุนู’ุฌูŽุฒู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุฌูุฒูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู ูˆูŽุฃูŽุจู’ุฎูŽู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู…ูŽู†ู’ ุจูŽุฎูู„ูŽ ุจูุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู

โ€œManusia yang paling lemah adalah orang yang paling lemah dalam berdoโ€™a dan manusia yang paling kikir adalah orang yang kikir dalam mengucapkan salam.โ€ย (Ibnu Hibban, lihat Ash Shahihah no. 154)

3. Enggan dan lalai dari doโ€™a akan mendapatkan murka dari Allah .

Rasulullah bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุนู ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽู‡ู ุบูŽุถูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

โ€œBarangsiapa yang tidak mau berdoโ€™a (dalam riwayat lain: tidak mau meminta) kepada Allah subahanahu, niscaya Allah memurkainya.โ€ย (At Tirmidzi no. 3372, Ibnu Majah no. 3827 dari sahabat Abu Hurairah , lihat Ash Shahihah no. 3654)

Kedua hadits di atas juga menguatkan bahwa orang yang enggan dan lalai dari berdoโ€™a merupakan tanda kesombongan pada dirinya, karena tidak menyadari dirinya adalah makhluk yang lemah. Sehingga sangat pantas Allah murka kepada orang-orang yang enggan dan lalai dari berdoโ€™a kepada-Nya .

Waallhu aโ€™lam bish-showwab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s