Semesta Bertanya, Aku Menjawab

Aku masih menatap lagi senja ini di kotaku. Kelebatan bayanganmu memenuhi pikiran.

Semesta membisikkan pertanyaan yang menyentak lamunanku, “Apakah dia baik-baik saja, An? Kenapa perasaanku gak enak, ya?” Ketika tetiba angin berdesir di dekatku dan langit mendadak kelabu, aku berharap bukan karena pertanyaan itu.

Aku hanya menjawab dengan diam dan helaan napas sesaat. Kemudian, diamdiam lembaran doa dalam hati kulipat dan kuselipkan dalam tugas malaikat sore ini sebelum ia kembali ke singgasana Tuhan untuk memberi laporan. Kuharap permintaanku tetap masuk dalam prioritas untuk diijabah segera.

Duhai, betapa aku egois memaksa-Nya demikian. Namun aku sadar, bahwa Ia memiliki waktu-Nya sendiri untuk mengabulkan segala pintaku yang akan dijawab dengan cara-Nya. Memberiku apa yang kumau, menggantikan dengan yang lebih baik, atau ditunda… Entah sampai kapan.

Waktu yang tak banyak tersisa ini, aku hanya ingin yang terbaik untukmu. Aku ingin sangkaan semesta adalah benar hingga saat terakhir nanti. Kamu tetap baik-baik tanpa ada satupun yang membuatmu berat hati dan pikiran.

Kamu selalu tahu apa yang kumaksud. Jaga kesehatanmu dan jangan nakal.šŸ™‚

(tulisan kelimapuluhempat dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s