Dini Shanti dan Nadia Meutia Melakukan Penipuan!

Kenapa? Kamu salah satu korban penipuannya? Iya? Kok baca postingan ini sih? *naikin alis

Yah, jangan sewot dulu. Sini, duduk manis sambil minum kopi deh, tapi jangan lupa bayar yah!

Jadi, gini…

Awalnya sih karena sekitar tahun 2008, aku lagi bersantai di selasar Masjid UI Depok. Seorang perempuan berjilbab mendekati sambil malu-malu. “Mbak, maaf mengganggu waktunya sebentar.” Aku melirik sekilas dan mencoba memberikan senyum terbaik. *jiah

“Ya, ada apa, Mbak?”

“Mmmm… Mbak mau join Oriflame, gak?”

Etdah! Gak ada angin, gak ada ujan, gak ada petir… Langsung nodong gitu? Jelas dong aku langsung bilang dengan muka lempeng, “Maaf yah, gak mau. Makasih.” (dalam hati sih sumpah kasian, cuman ngetes sebenernya. masih mau lanjut ngeprospek aku gak?) Buehehehehe…

Akhirnya perempuan itu mengangguk kaku dan berlalu setelah mengucapkan salam. Aku menghela napas berat. Pasti disuruh aplennya ngeprospek orang dengan sistem tembak begitu. Nyubi yah? Aku menggeleng kepala dan melanjutkan kesibukan lain.

Tahun 2010, aku melihat status beberapa temanku di beranda Facebook mereka mulai membicarakan d’BCN. Makhluk apaan sih ini? Siapanya Oriflame? Kenapa mulai pada heboh? Jelas aku bingung. Aku menggunakan produk Oriflame sejak tahun 1999 tapi gak pernah tahu ada yang namanya d’BCN. Produk baru? (aku bertanya sambil melengos males)

Di tahun yang sama, aku “dipaksa” bergabung di sebuah bisnis multi level marketing dari AS. Sebenarnya produk keluaran perusahaan itu sangat berkualitas dan sistem kerjanya bagus. Beberapa kali ikut presentasi bisnisnya juga. Tetapi ada sebuah kalimat yang sangat membuatku tersinggung ketika pukul 10 malam, si calon upline datang ke rumah tanpa permisi, berbicara dengan nada memaksa dan akhirnya berkata, “Ya udah, kalo gak ada modal, gadaikan rumah saja. Beres.” Itu membuatku ngeri. Upline macam apa berani berkata demikian? Lama-lama kalau aku kehabisan modal, bisa-bisa dia menyuruhku jual diri. *muka datar dan super jengkel.

Demikian pengalaman buruk itu sempat membuatku skeptis dan alergi terhadap (nyaris semua) bisnis MLM. Sampai pernah berpikir… “Apa iya semua cara memprospek seperti itu? Memaksa dan tanpa etika? Masuk rumah orang seperti mau merampok hampir tengah malam?”

Tahun 2011 akhir, di tengah masalah keluarga yang sangat dramatis dan lebay, aku melihat salah satu status Facebook teman ngeblog, lagi-lagi tentang d’BCN. Iseng tanya via inbox. “Aku mau tanya gak pake jawaban njelimet ya? d’BCN apanya Oriflame? Itu doang.” Dijelaskanlah olehnya bahwa d’BCN adalah salah satu grup yang menjalankan bisnis Oriflame. Pendiri grupnya adalah Nadia Meutia dan Dini Shanti. Aku membacanya dengan seksama dan mengeluarkan pertanyaan lanjutan, “Kenapa gak ngajak aku sih?” Hahahahaha… Dia kaget banget itu!

Yang kutanyai itu adalah Shinta, sponsor sekaligus upline aku. 🙂

Nah, inilah yang disebut perjuangan. “An, lu ikutan MLM? Ih, mau ya nguntungin yang di atas doang? Emangnya lu gak rugi?” Cuman bisa nyengir dengerinnya. Bapak dan Mama dulu ikutan juga jadi anggota CNI, Avon, dan apa lagi ya? Lupa 😀 Asal tau aja nih, produk MLM itu berkualitas lho 😉 Sebenarnya, menurutku, bahasa canggihnya adalah direct selling. Perusahaan menjualnya langsung kepada pembeli, yaitu kita si konsultan. Tinimbang kita membeli sabun mandi di warung. Itu sudah melewati berapa jalur distribusi? 🙂

Lantas, siapa itu Dini Shanti dan Nadia Meutia? Ya, mereka adalah konsultan Oriflame. Bonusnya sudah ratusan juta. Nyatanya, sekarang semakin banyak yang menjadi korban penipuannya. Iya, perusahaan Oriflame yang berdiri lebih dari 45 tahun itu sudah banyak sekali melakukan penipuan. Tunjuk siapa yang salah?

Lho?

Katanya bonus jutaan rupiah? Taunya ratusan juta rupiah. Gimana sih, gak konsisten!

Katanya mengerjakan bisnisnya di rumah? Kok ada yang kerja di kafe, halte bus, stasiun kereta, dan di pantai? Kan aneh!

Katanya cuman nguntungin upline? Lah, aku pernah loh disalip downline. Hakhakhak, aib! 😛

Katanya susah jualan produknya karena mahal banget? Kok stok barang di gudang cepat habis? Digondol tikus, gitu?

Nadia itu nyata

Katanya yang namanya Dini Shanti dan Nadia Meutia itu orangnya gak pernah ada. Bohong. Palsu. Bisa-bisanya konsultan aja mau dibohongin. Tapi… Akhirnya downline aku di Semarang menerima tantanganku untuk membuktikan bahwa founder d’BCN ini nyata orang, bukan robot atau palsu (eh, dikira patung lilin Madame Tussauds gitu?)

Jadi, yang melakukan penipuan itu siapa? Mbak Din? Mbak Nad? Atau yang sok-sok mau menjatuhkan d’BCN, Oriflame, atau bisnis jaringan itu sendiri?

Ah, gatau deh. Aku sih malah semakin kecewa sama d’BCN… KENAPA GAK BERGABUNG DARI 2008 sekalian? *sesugukan (nyesel itu belakangan, kalo di depan namanya supir angkot!)

Kamu, iya, kamu yang baca! JANGAN GABUNG BARENG d’BCN! Sumpah! Nyesel nanti! Karena kamu akan semakin menderita kangen, gemas, dan penasaran untuk bisa mencapai level yang sama dengan Mbak Nad dan Mbak Din.

Udah ah, sebel ditipu sama Mbak Dini dan Mbak Nadia. Kenapa aku jadi berubah? Kenapa jadi makin pinter? Kan aku jadi ketagihan. AKU SAKAW! Dikasih ilmu gratisan mana mungkin ditolak? Apalagi dikasih jodoh? #eh 😀 Hakhakhakhak….

(kamu masih protes aja sih, An?)

misuh-misuh sambil minum Nutrishake

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s