Menjaga Meski Tanpa Kauminta

Teristimewa kamu, #UbiRebus.

Kabar baik yang selalu ingin kudengar, Lelakiku™, tetapi nyatanya dunia juga ‘membutuhkan’ berita buruk untuk keseimbangan alam.

Aku tak pernah bisa tenang sejak gangguan kecil itu datang. Dia tak benar-benar kecil. Laiknya sebuah virus, meski kecil, bisa melumpuhkan dan mematikan.

Surat ini kutulis, di sela kesibukanmu mengurus politik busuk negeri ini. Tak akan panjang. Anggaplah catatan kecil yang terselip di meja kerjamu, terlipat rapi dalam amplop doa.

Kamu yang pernah protes mengapa aku hanya mengingatkanmu shalat Isya dan tidak di empat waktu yang lain… Ketahuilah bahwa aku menyelipkan doa lirih senantiasa di bawah langitku agar tertiup sampai di tempatmu.

Kamu yang pernah bertanya ragu apakah aku akan bisa menerimamu yang memiliki banyak kekurangan… Ingatlah bahwa hanya aku yang akan terus ada di sampingmu, di saat terburukmu.

Kamu yang unik dan aneh hingga aku kehabisan kata untuk mendeskripsikanmu… Jangan pernah lepas dzikir agar senantiasa dalam perlindungan-Nya. Aku selalu meminta pada-Nya agar menjagamu selalu karena saat ini aku tak ada di sisimu.

Genggamlah surat ini erat. Rinduku genap di dalamnya, Lelakiku™.

(tulisan ke empatpuluhtujuh dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s