Ketika Maaf pun Tak Cukup

Yang selalu membuatku tersenyum: Bosse

Dear Bosse,
Sejak pertama kali mengenal akun @PosCinta, belum pernah sekali pun aku ikut gathering. 2 tahun pertama, aku di Jakarta. Alasannya masih jarak meski lebaynya tak bisa ditoleransi. Ketika 3 tahun terakhir aku tinggal di Bandung, nyatanya aku juga tak pernah ikut.

Bosse mau marah? Aku sedih😦 Jangan marah. Entah mengapa, ketika jarak seharusnya tak menjadi penghalang, aku justru selalu mendapat hambatan. Ada saja yang harus kulakukan di hari gathering. Padahal aku bisa saja memaksakan diri untuk ikut kumpul hore. Aku kan pengirim surat setia setiap tahun…

Aku kangen terutama pada Om Em dan Kak Ika Vuje. Aku juga mau bertemu dengan para tukang pos. Penasaran dengan para pecinta yang memiliki surat bagus mengharu biru. Aku tak punya alasan untuk tak ikut. Seandainya bisa lebih berani…

Mungkin karena malu? Suratku tak bagus meski setiap tahun selalu ada yang mejeng di laman Pos Cinta. Ahay!😉 Ah, andai aku punya alasan lain tahun ini untuk kembali mengelak datang…

Apakah aku akan dimaafkan oleh Bosse? Apakah aku akan mendapatkan yang istimewa dari Bosse bila bisa datang? Ah, aku ini ngelunjak.

Aku tak berani menjanjikan apa pun. Aku juga belum berani mendaftar, khawatir tak bisa memenuhi pada hari Minggu tanggal 1 Maret itu…

Bosse jangan marah, ya? Semoga semesta bisa mendukungku untuk hadir. Doakan yah! Salam perangko pada semua tukang pos😉

dikirim dengan pos tercatat
-aku yang setia pada Bosse selama ini-

2 thoughts on “Ketika Maaf pun Tak Cukup”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s