Aku Rindu. Itu Saja.

Untuk yang tersayang: Sary.

Entah bagaimana ya aku harus ngomongnya sama kamu. Kesel sendiri. Iya, soalnya kangen, tapi gak bisa berbuat apa pun. Lagian, sekarang kamu sudah lebih sibuk. *lap ingus

Mengenang kembali perkenalan pertama ketika blogwalking ke rumah maya Mbak Lala yang saat itu baru memiliki Yudhis dan Tata. Belajar tentang pengalaman homeschooling keluarga mereka. Kemudian, aku melihat ke chatbox dan menemukan namamu yang juga meng-HS-kan anak-anakmu saat itu.

Berkenalan, saling tukar cerita, dan aku pun berguru padamu bagaimana membuat blog yang lucu. Well, aku bawel terus yah? Banyak maunya, yah? Hihihihi…. Karena blogmu terlalu girly dan aku juga sedang labil geje saat itu, akhirnya nuansa blogku seperti tak memiliki identitas. Namanya juga tempat iseng menulis, jadi tak ada yang bisa membuatku fokus. Apalagi aku memang mudah terdistraksi. Yah, pokoknya belajar untuk lebih baik lah. Lumayan ilmu HTML yang tak seberapa banyak itu kuambil dikit-dikit.

Bertahun kemudian, setelah ada Facebook dan Twitter (iya, aku dikenalkan Twitter olehmu, bahkan kamulah following dan follower pertamakušŸ˜€ ) Inget banget, saat itu tampilan Twitter super sederhana. Aku follow teman-teman blogger karena bingung harus mencari nama siapa lagi. Barulah ketika aku menemukan akun Clara Ng, Eka Kurniawan, Agus Noor, dan Armand Maulana, aku menemukan semua teman-teman baik yang kukenal sekarang.

Kalau bukan karenamu, mungkin aku akan telat gaul. Hakhakhakhak….

Sary, aku kangen. Sama si ganteng Moses terutama. Waktu bertemu dengannya di Blok M, anakmu itu bikin aku geregetan!šŸ™‚ Aku belum bertemu Asyah, Ashira, Bima, dan Maira. Yaa Allah, kapan waktunya yang tepat untuk bertemu mereka…

Aku banyak belajar tentang kesabaran dan ketangguhan darimu, meski ujung-ujungnya ya aku tetap bukan seseorang yang penyabar, ternyata! sigh Perjuanganmu bertahun lalu, kemudian cerita serumu tentang papinya Maira, dan bagaimana kisah para hewan piaraan yang lucu dan banyak ragam itu membuatku ikutan bahagia.

Nah, sekarang, kesibukanmu bertambah. Aku mau ngobrol seperti dulu lagi. Tapi aku jadi sungkan untuk sekadar mengganggumu geje seperti dulu.

Aku tak bisa menulis banyak. Keburu kangen. Nyebelin, kan?

Udah ah.

-an-

One thought on “Aku Rindu. Itu Saja.”

  1. Dih! Hahaha! Aku kan gak kemana-mana, tinggal dicolek aja. Mau ngehosip apa? #eh :)))

    Makasih juga ya, An. Kamu satu-satunya sahabatku yang menemani aku melewati masa-masa gak enak itu. Gimana aku bakal lupain kamu? Gak bakalan lah! Aku memang sedikit menarik diri dari socmed setengah tahun belakangan ini. Tapi kapanpun kamu bisa gangguin aku koq. As usual! ^_^

    I love you peluk erat dari jauh

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s