Kita Sama Tetapi Berbeda

Teruntuk: perempuan tangguh bernama Vei.

Halo kamu šŸ™‚

Aku kangen. Iya, gak pakai acara bohong. *anggap ini surat rayuanku deh *halah

Apa kabar kamu di planet Bekasi? #eh šŸ˜› Sehat dan tetap membumi bersama Air, kan? Semoga kalian berdua tetap bahagia dan senantiasa ada dalam pelukan-Nya.

Jujur aku bingung mau menulis surat cinta seperti apa untukmu. Aku lebih suka berbincang langsung denganmu. Semua kalimat yang sudah siap di kepalaku justru terasa terperangkap dan tak bisa keluar untuk berekspresi. Ah, aku termangu di depan laptop lumayan lama.

Aku sedang mengingat kapan kita pertama kali bertemu dan kapan terakhir kali kita berbincang. Di antara waktu tersebut, doadoa mengalir untukmu dan si gadis kecil. Tanpa henti.

Pertama kali berkenalan di linimasa, kalau tidak salah ketika sebuah majalah parenting membuat sebuah acara di JCC yah? Akhirnya aku tak bisa datang.

Time flies.

Kamu mengenalkanku pada teman-teman lain, kemudian lahirlah Buku Berkaki. Kamu juga merekomendasikanku untuk beberapa artikel. So many thanks, dearest. Aku benar-benar beruntung memiliki sahabat yang gaya menulisnya unik dan khas. Diksi kamu benar-benar cermin dunia sufi dan membuatmu beda dari temanku yang lain.

Jujur kepadamu untuk hal-hal yang sangat pribadi bukannya tanpa alasan. Aku menemukan damai dan rasa aman yang membuatku percaya. Aku bebas mengungkapkan semuanya. Hanya padamu.

Aku mungkin bukan temanmu yang baik. Bahkan tak masuk hitungan untuk menjadi salah satu yang dirindukan. Hehehehe… Kita ini tanggal lahirnya berdekatan, tetapi ternyata memiliki beberapa perbedaan. Satu contoh saja yang paling jelas terlihat adalah, meski kita hobi menulis, kamu justru terbiasa dengan kalimat yang terstruktur dan aku malah berantakan. Wajar lah. Toh anak kembar saja punya perbedaan, yes? Tetapi aku memang ngangenin, kok. *dikeplak

Bagaimana dengan suasana hatimu saat ini? Masih ada mendung menutupi sinar mentari? Setelah badai yang menghantammu tanpa pernah terpikirkan sebelumnya akan menghadangmu di saat kamu masih berpikir bisa menghadapinya dengan sukses… Apa yang kamu bayangkan saat ini? Apa yang kamu harapkan untuk Air? Apa yang kamu siapkan sekarang?

Kamu tahu, aku akan berusaha ada untukmu meski hanya dari tulisan dan doa. Aku tak bisa menjanjikan apa pun karena bahagia hanya akan terbit dari bilik hatimu yang terdalam. Pikiran yang sudah secerah langit biru dan jiwa yang telah disirami restu semesta ini kapan bisa kusapa dengan secangkir gosip dan sepiring canda tawa? Aku menunggu kita yang berbeda bertukar pikiran dan berbagi rasa.

Aku menunggu Vei yang selama ini kukenal hadir kembali.

Jaga dirimu dan Air baik-baik.

Peluk sayang dari jauh,

-an-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s