Secantik Bidadari

Untuk yang dirindukan banyak orang:

Bunda Nana

Assalamu’alaikum,

Bunda cantik dan baik yang selalu protes kupanggil ‘Bunda’, apa kabarkah hari ini? Semoga senantiasa sehat dan penuh syukur.

Sudah berapa kali kita bertemu? Catat, baru sekali. Tetapi rasanya sudah lama mengenalmu. Mungkin, semua karena kebaikan hatimu yang berkilau dengan canda yang mampu mengurai segala sedih. halah

Bunda,

Cerita dan nasihatmu sungguh bermanfaat. Terima kasih sudah mau peduli dan berbagi kisah denganku. Aku masih minim pengalaman. Luasnya ilmu Bunda membuatku menjadi semakin kerdil dan malu hati. Ah, aku ingin sepertimu yang rendah hati🙂

Bunda,

Aku tak akan menulis banyak dalam surat ini karena semua yang ingin kusampaikan, rasanya ingin dibungkus kain rindu agar cepat sampai ke dalam hati dan pikiranmu. Kemudian aku akan mengacak dan mengganggu agar bisa mengalihkan perhatianmu dari yang lain. Hehehe, sesekali boleh dong ya, aku berharap untuk bisa berbincang denganmu lebih lama?

Bunda,

Mengapa aku ingin bertemu denganmu secepatnya? Entah. Ah, sebaiknya aku sudahi surat singkat ini dan menjadwalkan pertemuan denganmu. Terima kasih sudah mau berteman denganku ya, Bunda.😉

Penuh sayang,

-an-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s