Selamat Sore, Kamu

Untuk kamu yang masih berdiam di KM. 0

Apa kabar sore ini? Masih berhalusinasi dengan pujian akan pesonamu yang sama semunya?

Ya, aku semakin berpikir ada yang aneh. Tak ada yang benar-benar mengenalmu dengan baik. Semuanya tak transparan. Semuanya berada di balik tirai. Apa yang hendak disembunyikan? Mengapa berdiri di belakang dan tak berani maju dengan gagah berani dan berkata, “Inilah aku.” Kamu merasa sudah baik hanya dengan ‘mampu’ shalat di masjid tepat waktu. Oh ya? Merasa oke dengan dugaan shalih dari orang lain? Cakep.

Aku memahami bahwa kamu menikmati segala keriuhan yang bersumber dari dirimu sendiri. Kamu membiarkan orang lain terlena dengan popularitasmu meski tak mengetahui siapa sebenarnya kamu. Mereka sepertinya yakin bahwa kamu orang baik. Mungkin kamu memang baik. Tetapi kebaikanmu tak tulus seperti yang diharapkan orang lain terhadapmu dan itu akan menjadi bumerang bagimu sendiri.

Aku mengkhawatirkanmu. Allah menutup segala aibmu. Itu karena rahmat-Nya. Situ malah ngasih kesempatan untuk terbuka segala busuk. Jangan dong. Aku mah anak baek. Udah ngasih tau dari kemarenan. Ye kalo gak mau denger, yowes. Da aku mah apa atuh?

Jadi inget Gaston, pemuda kampung yang suka Belle. Sok cakep, angkuh, sok kuat, sok tenar. Akhirnya? Tragis. Buah kesombongan. Sayang, terbuai pujian semu. Padahal orang yang sungguh sayang padanya adalah yang berani mengkritiknya agar bisa introspeksi.

Jelas aku sedih. Aku kecewa. Tapi aku bisa apa? Aku justru kasihan denganmu. Hidup macam apa yang kaujalani? Pekerjaanmu, yakinkah sudah kaudapatkan dari cara yang halal? Pernahkah kamu menyadari bahwa yang kamu lakukan menyakiti banyak pihak?

Aku menulis surat ini sambil mendengarkan lagu kesukaanmu. Itu pun tanpa sengaja. Playlist memutar random. Aku tak begitu menikmatinya. Sekarang aku baru memahami makna lagu yang memang 50% menggambarkan dirimu.

Aku sudah memaafkanmu sejak awal. Aku harap kamu bisa memaafkan dirimu sendiri. Bangunlah dari mimpi panjangmu yang melenakan itu.

Sebentar lagi senja akan berubah dari jingga menuju kelabu kemudian hitam. Sudahkah kamu siap?

-an-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s