Tertular Semangat yang Tak Pernah Surut

Untuk Gita, kakak sayangku yang cantik.

Mengenalmu seperti sudah seumur hidupku. Suaramu yang riang, tawamu yang renyah, dan semangatmu yang seolah tak pernah habis membuatku merasa senang. Energi positifmu tak tergantikan. Saat aku sedih, kamu ada dengan canda seru. Saat kamu berduka, aku mendekat dan menjadi telingamu.

Sungguh, rasanya keindahan yang tak bisa digantikan dengan hal lain, selain bersyukur karena memilikimu. Pernah, aku berpikir seandainya memiliki keahlian yang mendekati seperti dirimu. Memasak kue enak adalah surga dunia, menurutku. Kamu, melengkapinya dengan sekotak teh dan kita bercerita tentang apa saja.

Gita sang pemilik pribadi unik,

Ada janji yang harus ditagih ketika saatnya tiba. Kamu mau melunasinya kan? Ya, ya, ya. Kamu harus menceritakan kisah sabun dan keripik pedas yang entah level berapa menurutmu itu, nanti saat naik panggung rekognisi level cantikmu. Aku menunggu. Fira dan Nunny juga. Kisah yang patut dikenang. senyum manis pakai gula aren

Andai aku bisa sekuatmu dalam menghadapi hidup. Cobaan yang tak pernah kauperlihatkan pada dunia, entah mengapa bisa kurasakan. Namun, kamu selalu sukses menyembunyikannya dengan binar mata bahagia. “Masalah jangan ditangisin atau dipikirin, tapi diselesaikan dan hadapi dengan tawa saja. Benar, tidak?” Kamu terkekeh sambil mengunyah gorengan di suatu ketika kita bertemu di kantor.

Gita sang mantan pramugari,

Yang ingin juga kucontoh darimu adalah mengambil setiap kesempatan yang ada. Namun aku selalu takut. Selalu saja aku merasa ada tembok beton yang menghalangiku untuk memutuskan melangkah. Mengapa bisa kamu seberani itu? Sepertinya tak ada rahasia, tetapi apa ya, bumbu gregetnya hingga kamu merasa oke dan percaya diri?

Aku sangat terinspirasi juga dengan cerita persahabatanmu yang dijalani hingga maut menjemput Hendrik. Ah, orang baik selalu dipanggil pulang lebih cepat, ya? Aku seolah bisa merasakan betapa beruntungnya kamu memiliki Hendrik. Malaikat yang disebelin sekaligus dikangenin teman-temannya. 🙂

Pengalamanmu bertugas ke Jeddah dan London, tak sekadar demikian. Ada yang ditunjukkan oleh Allah kepadaku. Ya, kamu tahu apa alasannya, kan? Hal yang menggoyahkanku, menusuk kalbuku, dan ingin rasanya menghilangkan episode menyebalkan ini dari hidupku. Sungguh, hanya kamu yang menjadi jalan dari Allah tentang rahasia itu. Ah, aku jadi lebay.

Mungkin tak akan banyak yang akan kutulis dalam surat cinta ini. Tetapi sekali lagi, aku berterima kasih kepada Allah karena dipertemukan dengan wanita tangguh sepertimu. Hal ini mengubah segalanya dalam hidupku. Rencana Allah memang selalu maha indah.

Aku sayang kamu 🙂

-an-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s