Selamat Siang, Kamu

Untuk kamu, masih kamu.

Kemarin pagi, aku sudah menyapamu sembari membawa segelas kopi dan sepiring berita politik negeri ini. Kemudian, sorenya seperti ada yang salah dengan langit jingga di kotaku. Entah apa, yang pasti sesuatu telah terjadi. Aku menyadarinya selepas Isya dan aku hanya bisa tersenyum getir. “Oh,” demikian aku mendesis miris.

Siang ini, aku mencoba berdamai dengan apa yang sudah terjadi kemarin. Aku membiarkan kamu untuk melakukan apa yang kausuka dan biasa kaulakukan. Termasuk melawan arus. Itu kan yang menyalakan keseharian dan menaikkan adrenalinmu? Itu kan yang kamu nikmati selama ini?

dont underestimate me

I know you from the beginning. I know who you are. But I don’t care because I don’t want to know more. I think it will useless, just because I don’t want to waste MY TIME. As you did.🙂

Sayangnya, aku tipe pendendam yang tak mudah begitu saja melupakan apa yang membuatku sakit hati. Aku tentu saja akan memaafkan bahkan sejak detik pertama terluka. Tetapi untuk menyingkirkan dari ingatan? A big no no. Aku akan ingat sampai mati. Berlebihan? Itu kan yang kamu pikirkan.🙂

Kamu orang baik? Aku justru meragukannya. Saat ini. Awal berkenalan, aku berbaik sangka, tentu saja. Tetapi ketika kamu mengakui bahwa kamu adalah bad boy, aku kembali menggeleng. Kamu adalah seorang womanizer. Paham?

As written on urban dictionary, womanizer is guy who makes zillions of women think he is in love with them and that he is the best guy in the universe but never know he is making 12774763836543 other women think that too.

On the other hand, a womanizer is a selfish, narcissistic, nefarious character who needs to manipulate and use woman to feed his own childish, self serving ego.

Sekarang kamu bisa membayangkan bagaimana aku mendeskripsikanmu dengan mudah? Karena kamu mudah terbaca. Sayangnya, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengetahuinya. Di lain pihak, kebanyakan terjebak dalam pesona seorang womanizer. Ya, kamu.

Aku masih mencoba untuk berbaik sangka kepadamu. Biarlah semuanya berjalan sesuai takdir dari Tuhan. Akan terbuka pada saatnya nanti, kamu kembali ingin menikmati sarapan pagi denganku. Berdoa agar aku tak menyuguhkan obat penenang untukmu.😉

Wake up, boy. You are in danger. Trust me. Oh no. Don’t trust me.😛

-an-

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s