Selamat Pagi, Kamu

Untuk: Kamu di Kota KM. 0

Apa kabar pagi ini? Apakah masih senantiasa menyibukkan diri dengan hal yang paling kuhindari? Ya, aku tak pernah suka ikut ambil bagian dalam bincang politik negeri ini. Tetapi kamu, hampir setiap jam, membahasnya seperti sedang mengunyah kudapan. Begitu menikmati.

Aku mengikuti perbincangan politikmu tanpa terlalu antusias. Rasanya ada berubah. Entah, rasanya awal mengenalmu dulu, bukan hal semacam itu yang menjadi topik gosip kita. Diam-diam aku membaca sumber beritamu. Setiap hari. Tanpa pernah komentar.

Dua tahun berlalu. Kemudian percakapan tak lagi senyaman dulu. Kehangatan nan damai yang biasa mengaliri jiwaku perlahan membeku. Kamu berubah.šŸ˜¦

Hingga akhirnya, aku merasa bahwa ternyata bukan hanya aku yang melihat perubahan itu. Teman, rekan, dan bahkan yang membencimu pun melihat perubahan itu. Dengan santainya, kamu menjawab, “Biarin aja. Udah biasa.” Apanya yang biasa? Kamu berubah demi apa? Tak adakah yang lebih baik yang bisa kaulakukan tanpa harus mengorbankan idealisme?

Ya, kita harus realistis. Tetapi kamu membuat segala logika seperti jungkir balik. Aku merindukanmu yang dulu. Kemari, mendekatlah. Kita berbincang sambil sarapan segelas kopi dan sepiring harapan. Mungkin bisa ditambah dengan semangkuk doa, setoples semangat, dan segenggam rindu.

Aku merindukan pagi hangat yang terbiasa…

-an-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s