Mata yang Tertuju Hanya Kepadamu

Tak ada yang bisa mengalihkanku darimu.

Selalu, setiap aku merasa bahwa aku ingin mencoba lepas darimu, justru tak pernah bisa.

Ternyata, aku makin cinta sama kamu… ini sambil mendengarkan lagunya mama Vina Panduwinata

Polanya selalu berulang. Di saat kamu seperti antara ada dan tiada, seseorang mencoba masuk ke dalam kehidupanku. Mencoba mengoyak perasaanku dan berakhir dengan meninggalkan luka yang cukup mengganggu pikiran pun.

Betapa sulit untuk lepas dari pesonamu, Kesayangan. Yaaaaa, aku tahu. Kamu memang terkadang menyebalkan, kebangetan kalau becanda, suka menghilang tiada kabar dan kembali dengan mengejutkan, atau manja yang membuatku rindu dan repot. Hihihi… Tetapi, kamulah pelangiku hingga detik ini.

Allah maha asyik, selalu seperti yang kamu katakan. Presiden Jancuk memang benar, bukan IQ melati yang bisa memahami bahwa terkadang Allah memberikan humor dalam bentuk tak biasa. Hanya IQ berbintang yang dapat menerjemahkan kode Illahiah tersebut.

Termasuk mataku yang hanya bisa melihatmu untuk semakin mencintai-Nya.

Malam ini, aku terlalu merindukanmu untuk bersama membaca bait-bait rindu Allah kepada kita berdua.

Aku menunggu kamu berceloteh seperti biasa. Dan, tunggulah aku pulang. Jagalah sebentuk hati yang sudah kutitipkan di bilik jiwamu di sudut sepi itu.

(tulisan ke tigapuluhsembilan dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s