Si Hitam Manis Manja

Halo Tamtam,

Kamu sedang apa di atas kasurku? Melingkar manja dengan dengkuran yang berisik.

Kita bertemu pertama kali saat ibumu melahirkan empat anak. Semuanya kuberi nama. Tumtum, Timtim, Tomtom, dan kamu, Tamtam.

Ketiga saudaramu sama sepertimu pada awalnya. Curigaan pada manusia. Selalu defensif. Selalu galak. Menyebalkan. Selama empat bulan, kalian menghindar jika didekati. Bahkan, mencakar karena merasa terganggu.

Suatu hari, aku menyiapkan makan untuk kalian berempat, tetapi yang datang hanya kamu dan Tumtum. Sementara Timtim dan Tomtom entah ke mana. Sampai detik ini, aku tak lagi melihat mereka berdua.

Makanan yang kusiapkan diamdiam kaudekati dan melahapnya sampai setengah tuntas. Hal itu berlangsung seminggu dan akhirnya… Aku bisa memelukmu di usiamu ke lima bulan! Hohoho… gigit kupingnya!

Sekarang, kamu selalu menemaniku tidur. Pup tak pernah sembarangan, makan lahap, dan senang membuatku tenang di kala tenggat kerjaan.

Ah, andai kamu bisa membaca surat cintaku ini padamu, Tam. Tetapi, kibasan ekormu bisa membuatku mengerti bahasa cintamu untukku.

Kamu, bulu-bulu hitam tercintaku!

-an-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s