Lupakan! ~ Asma Nadia

Lah, kita disuruh melupakan apa, nih? Coba, cek di bawah ini yuk!😉

=-=-=-=-=-=-=

Kalau cuma ngajak kenalan, pengin dekat buat penjajakan tapi nggak lamar-lamar buat apa? :p

Kalau sering sms dan perhatian menanyakan kabar tapi ga berani menghadap orang tua, buat apa coba? Lupakan!

Kalau sering bbm dan sms mengingatkan sudah makan atau belum tapi gak pernah bahas kapan nikah, buat apa? Lupakan!

Si dia sering mengingatkan utk sholat malam, bertanya sdh baca Al Quran belum, shaum sunnah ga, tp ga maju ke ortu? Lupakan!

Si dia terlihat sayang, ga pernah lupa hadiah pas kamu ultah tapi ga pernah membahas tanggal nikah? Lupakan!

Si dia ga sayangan soal uang. Tapi ga terlintas cetak undangan dan membawamu ke pelaminan? Lupakan!

Si dia suka dekat-dekat. Berani menyentuh tanpa lebih dulu terikat akad? Lupakan!

Si dia hanya meminta didampingi jalan-jalan ke sana kemari tanpa pernah memintamu menjadi pendamping hidup? Lupakan!

Si dia berani berbicara intim via bbm atau chat tapi ga berani memperistri? Lupakan!

Si dia ngajak taaruf tapi sampai tahunan masih aja taaruf dan ga ada ajakan nikah? Lupakan!

Jika si dia yang hanya memberi harapan tanpa pernah berpikir membawamu ke pelaminan, lupakan!

Si dia berulang-ulang bilang cinta, tapi tak kunjung meminta resmi pada orang tua? Lupakan!

Kalau kamu sudah mengajak nikah tapi si dia ragu dan terus menunda? Lupakan!

Si dia selalu bilang belum punya biaya untuk menikah tapi selalu punya uang utk beli rokok? Lupakan!

Beraninya ngajak backstreet, boro-boro nikah, datang ke rumah ngadep papa mama aja ga punya nyali–> Lupakan!

Semangatnya cuma pacaran dan bukan pernikahan–> lupakan!

Cinta bukan hanya kata-kata, buktikan dengan menghadap orang tua🙂 Jika tidak? Lupakan!

Si dia cuma bisa mengajakmu menambah dosa tanpa pernah berpikir bersama hingga ke surga–> lupakan!

Si dia hanya ngegantungin tanpa mengambil sikap yang jelas, bagusnya kita… ?

Jangan menginvestasikan waktu untuk seseorang yang tidak menghargai dirimu, dan tak berpikir untuk segera sakinah bersamamu.

=-=-=-=-=-=-=-=-=

Ternyata mbak Asma Nadia mengajak para gadis untuk melupakan bujang yang hanya mau menang sendiri tanpa berpikir meraih sakinah bersama. Okay, well noted!😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s