Angin Bersyair ~ A Novel by Andrei Aksana

Jujur, mengetahui bahwa Bang Andrei akan meluncurkan novel terbarunya, dalam pikiranku adalah sebuah cerita glamour, high class, tensi tinggi, dan laksana negeri di awan. Terbiasa dengan cerita Lelaki Terindah, Sebagai Pengganti Dirimu, dan Janda-janda Kosmopolitan membuatku sudah terlalu yakin akan pola cerita yang serupa demikian.

angin bersyair - marketplus

Maka, sepulang dari Paris Van Java setelah bertemu dengan Bang Andrei, aku mulai membacanya. Lima lembar pertama langsung membuat kepalaku berdenyut dan terlempar ke sebuah tempat yang seperti jauh dari angan. Sebuah nirwana. Aku sampai tak sadar sedang berada di tengah kemacetan ibu kota Jawa Barat. Aku larut dalam ceritanya.

Ritme yang lambat, deskripsi yang rinci, percakapan yang nyaris hening (hal yang ditandai tanpa adanya tanda kutip di beberapa kalimat), dan penuh dengan pergolakan batin yang tak biasa. Setidaknya untukku. Banyak nilai-nilai yang menghantam egoku sebagai perempuan.

Aku membaca perlahan, menikmatinya dengan sesekali mata terpejam membayangkan lokasi yang dimaksud dalam cerita itu. Tenangnya melenakan. Memang enak dibaca sambil ngopi sore atau bersantai di kamar.

Tokoh Kiev yang superior dan merasa bisa memiliki segala sesuatu dengan hartanya, plus membeli Sukma, gadis metropolitan yang justru merasa terlahir kembali di lokasi yang sedianya menjadi bukti kekuasaan Kiev.

Raka yang super tenang, perwujudan Ubud yang sangat mewah dalam spiritualitas, membuatku terguncang ketika menyadari harus turun angkot karena sudah sampai di terminal Cicaheum. Hahahaha, benar-benar menghipnotis!

Mencoba berdiri di posisi Nawang, ketika harus memasrahkan cintanya tak bersambut oleh Raka. Perih, tapi gadis itu terbiasa mengembalikan semuanya pada alam. Hingga tak perlu ada tekanan negatif yang terlalu merugikan.

Dua kutub berlawanan, Kiev dan Raka, simbol keangkuhan dan kepasrahan. Tentu, tak ada yang mau mendapat pria semacam Kiev meski dibanjiri surga dunia. Pastilah semua wanita ingin mendapatkan Raka yang mampu membuat wanita menjadi utuh dan merasa dihargai.

Nyatanya, kebanyakan dari wanita justru terjebak dalam hubungan bersama pria semacam Kiev dan tak yakin akan mendapatkan sosok Raka. Selalu. Karena rasa sakit hati yang sudah kebas. Nyaris tak bisa membedakan bahagia nyata dan semu. Rasanya, sosok Kiev memang benar akan membawa sukacita.

Berisi sejarah tentang Bali, khususnya Ubud, membuatku merasa beruntung tinggal di Indonesia. Bali indah luar biasa. Keajaiban Tuhan yang diciptakan dalam kesunyian.

Buku yang puitis. Sungguh, sangat berbeda dengan novel Bang Andrei terdahulu.

Dan aku beruntung (plus merasa kaya) dengan pengalaman pernah bertemu sosok seperti Kiev dan Raka. Pernah mengenal sosok seperti Nawang, dan pernah sakit hati sekaligus bahagia menjadi seperti Sukma.

Life is never flat!😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s