Pesona Sang Manajer

Untuk kamu di sudut kubikel berpendingin ruang,

Surat ini tak akan panjang. Tak akan lebih dari dua ratus kata.

Aku hanya ingin berterima kasih untuk semua yang pernah kauberi dalam waktu tiga bulan kedekatan dan dua tahun kebersamaan kita.

Meski akhirnya kita harus mengalah pada titah Ibu dengan tidak melanggarnya, aku tahu, jauh di lubuk hatimu, ada rindu yang menggelegak dan ingin dipuaskan. Sayangnya, kamu tak pernah bisa merindu pada pasangan tidurmu sendiri.

Matamu, jendela jiwamu. Aku bisa melihatnya, setiap kali kita bertemu. Tetapi sayang, semua sudah tak bisa lagi diperjuangkan.

Kamu pernah berkata bahwa kita tak mungkin bisa bersatu, dan itulah yang dikabulkan Tuhan. Nikmatilah hasil doamu sendiri dan biarkan aku mencari bahagia lain.

Sekali lagi, terima kasih untuk dukungan semangatmu. Sungguh, pesona dalam dinginnya wajahmu memang sempat mengalihkan duniaku.

Semoga kamu berbahagia, apapun makna bahagia bagimu.

-an-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s