Si Mungil yang Senantiasa Menguatkanku

Dear Fira,

Apa kabar kamu hari ini? Semoga selalu dalam keadaan baik dan sehat selalu.

Menyenangkan sekali bisa menulis surat cinta pertamaku tahun ini untukmu. Ada banyak alasan mengapa aku melakukannya. Tetapi yang pasti, semuanya menjadikanku lebih bersyukur mendapatkanmu sebagai sahabat terbaikku.

Pertama kali mengenalmu di sebuah ruang kelas pelatihan, membuatku merasakan ada satu hal yang menarik dari dirimu. We never knew it before, right?🙂

Perlahan, semuanya terbuka ketika kita menghadiri sebuah acara rekognisi. Berbincang tentang sebuah hal aneh yang akhirnya membuat kita semakin akrab, dekat, dan merasa senasib. lho

Kita berusaha saling jujur, karena persahabatan tak mengizinkan sebuah kebohongan, kan? Aku senang sekali bisa berkenalan denganmu. Lega, lebih tepatnya. Ada yang bisa mengerti kondisiku dan dan memahami mengapa aku selalu terlihat aneh😀 Hahahaha…

Ketika kamu mendapat sebuah ujian pun, terasa berat juga di hatiku. Sedih sekali melihat dirimu yang dilukai sedemikian rupa. Tetapi, ketegaranmu itulah yang membuatmu menjadi istimewa. Aku banyak belajar darimu. Menghadapi semuanya dengan senyum, sembunyikan tangis, dan selalu mengatakan, “Kalem, An.”

Kamu selalu menjadi bidadari penyelamatku. SETIAP BULAN! Tidak berlebihan. Untuk saat ini, aku bisa mengatakan demikian, pun hingga akhirnya nanti aku menutup mata. Kamu benar-benar penyelamat. You always know that am struggling every time like there’s no strength anymore. “Udahlah, An. Kayak sama siapa aja.” Justru itu yang membuatku semakin merasa bersalah. Kapan aku bisa membalas semua kebaikanmu? Terbuat dari apa hatimu yang begitu cantik dan bening?

Fira, kamu sering berkata, “Nanti, An, semua cerita ini bakalan bikin kita tertawa. Saat kita rekognisi nanti. Sekarang, kita berjuang bersama.” Aku mengangguk. Aku diam, merenunginya, dan mencoba memberi visualisasi agar semua impian kita terwujud. Bersama. Kita berjanji bahwa pada saatnya nanti, kita akan naik ke panggung rekognisi bersama. Selama ini kita hanya menjadi penonton. Bismillah, bi’idznillah, kita akan membuktikannya.

Terima kasih untuk segala yang sudah kita lalui, sedang kita jalani, dan yang akan kita hadapi. Terima kasih sudah mau sabar menghadapi kenorakanku selama ini.😀

I love you with all my heart, dearest sister ♥

-an-

4 thoughts on “Si Mungil yang Senantiasa Menguatkanku”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s