‘Izzah ~ Akmal Sjafril

  1. Kali ini saya ingin bahas soal ‘izzah (kemuliaan) sbg Muslim. Kita kasi judul , tp dibacanya ttp pake ‘ain ya 🙂
  2. Yg namanya ini menimbulkan perasaan mulia dan bangga, krn kemuliaan itu membanggakan.
  3. Sebagai seorang Muslim, kita wajib memiliki . Tidak layak bagi kita utk menghinakan diri.
  4. Islam bukan hanya mengajarkan tata ibadah yg wajib kita lakukan, tp jg mengajari manusia akan jati dirinya.

  5. Layakkah manusia menghinakan dirinya, sedangkan Allah telah memuliakannya? Lihat QS. 38:71-72.

  6. Jauh sblm Sigmund Freud berteori soal ego dan superego, Qur’an sudah memuliakan manusia krn jiwanya.

  7. Dua ayat di atas jelas menunjukkan bhw jasad manusia hanya terbuat dari tanah.

  8. Setelah Allah SWT meniupkan ruh kepada jasad tsb, barulah ia menjadi makhluk yg mulia.

  9. Banyak manusia yg salah mencari kemuliaan, krn mrk mencarinya dari hal2 yg bersifat materi.

  10. Padahal, tubuhnya tidak lebih canggih drpd hewan, bahkan lebih lemah drpd kebanyakan binatang.

  11. Sebagus2nya fisik manusia, kelak akan hancur juga. Terobsesi dgn keindahan fisik adalah pilihan hidup yg salah.

  12. Manusia dilengkapi dgn hawa’ (dlm bhs Indonesia disebut nafsu), namun yg terjebak olehnya jg banyak.

  13. Hawa’ adalah alat kelengkapan utk hidup, namun jika memperturutkannya, manusia menjadi hina.

  14. Hapal Surah An-Naazi’at? Lihat bgmn Allah SWT menjelaskan ciri penghuni neraka (QS. 79: 37-39).

  15. Kemudian lihat bgmn Allah SWT menjelaskan ciri penghuni surga (QS. 79: 40-41).

  16. Perbedaan kontras antara surga dan neraka terletak pd cara manusia memperlakukan hawa’-nya.

  17. Jika manusia tunduk pada hawa’, maka lenyap kemuliaannya. Jiwa semestinya memegang kendali penuh.

  18. Manusia yg bertindak dgn akhlaq yg keliru berarti telah menodai kemuliaannya sendiri.

  19. Jika Anda melihat seorang raja kentut sembarangan, apakah Anda masih menganggapnya mulia?

  20. Lalu mengapa manusia biasa yg bermacam2 kondisinya harus menjaga akhlaqnya?

  21. Ini jawabannya. Manusia bukan hewan. Manusia adalah khalifah (wakil) Allah. Lihat QS. 2:30.

  22. Allah tidak menyamakan manusia dgn makhluk lainnya. Manusia adalah wakil yang Dia tunjuk langsung!

  23. Jika manusia menghayati perannya sebagai khalifah Allah, wajarkah ia bertindak seenaknya?

  24. Setiap manusia tidak kurang dari seorang khalifah. Pantaskah berperilaku bak hewan?

  25. Banyak yg tidak memahami masalah ini. Krn itu, mrk bertanya2, “Mengapa segala hal diatur dlm Islam?”

  26. “Makan saja kok diatur2?” Karena yg makan adalah khalifah, maka ada aturannya.

  27. “Melangkahkan kaki saja kok ada aturannya?” Karena khalifah yg melangkah, maka tak bisa sembarangan.

  28. “Buang hajat saja kok ribet?” Karena khalifah tdk layak membiarkan dirinya kotor, itulah sebabnya.

  29. Sadarkah Anda semua, bahwa yg tengah mengajari Anda utk menjadi mulia ini adalah Rabb kita semua?

  30. Allah telah memuliakan manusia, tapi manusia kerap lupa akan kemuliaannya. Maka kita diingatkan!

  31. Allah menciptakan manusia dgn kemuliaan, tapi kita kerap menistakan kemuliaan itu. Dan Allah tak henti mengingatkan! :’)

  32. Tanpa akhlaq yg benar, manusia bukan lagi makhluq mulia sebagaimana Sang Khaliq dulu menciptakannya.

  33. Utk memiliki akhlaq yg baik, manusia harus memahami adab yg benar, dan yg paling utama adalah adab kpd Allah.

  34. Allah itu Maha Mulia, dan karenanya, org yg memahami tugasnya sbg wakil Allah pasti bersikap mulia.

  35. Bagaimana jika ia menyekutukan Allah? Jika bukan wakil Allah, lantas wakil siapa?

  36. Adakah berhala2 itu mengajarkan kebaikan yg sama sebagaimana Allah SWT mengajari kita?

  37. Mrk yg menghamba pada fanatisme kebangsaan, sbg contoh, akan sibuk berperang demi kemuliaan palsu spt kaum jahiliyah.

  38. Ketika Bani Aus dan Bani Khazraj diprovokasi Yahudi utk saling memusuhi, Allah mengingatkan mrk dgn sebuah ayat.

  39. Bacalah ayatnya dgn pikiran terbuka! QS. 3: 103.

  40. Allah SWT-lah yg telah menyeru kita dgn lembut agar bangkit dari kejahilan dan kembali pd kemuliaan.

  41. Oleh karena itu, di antara semua kezaliman, menyekutukan Allah SWT adalah kezaliman terbesar (QS. 31:13).

  42. Kufur kepada Allah adalah kehinaan, dan sumber dari segala kehinaan lainnya.

  43. Bukan berarti seorang Muslim pasti terhindar dari perilaku keji. Akan tetapi, kekufuran adalah biang kekejian.

  44. Oleh karena itu, seorang Muslim senantiasa mensyukuri nikmat iman dan Islam pada dirinya.

  45. Petunjuk Allah SWT adalah nikmat tak terbayangkan.

  46. Sebaliknya, kesesatan dari petunjuk tsb adalah adzab yg tak terbayangkan pula.

  47. Tepatlah kiranya jika kita bercermin pada kata2 Rasulullah saw sbgmn diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

  48. “Tiga perkara yang bila seseorang memilikinya, maka ia akan merasakan manisnya iman…”

  49. “(1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya,…”

  50. “(2) Ia mencintai saudaranya hanya karena Allah,…”

  51. “(3) Ia benci kembali pada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya darinya sbgmn ia tak suka jika dilempar ke neraka.”

  52. Seseorang yg beriman, tidak bisa tidak, pasti merasakan kebanggaan sebagai seorang Muslim.

  53. Kini, ada orang2 yg berusaha memalingkan umat Muslim dari kebanggaan tsb.

  54. Ada yg bilang, bangga dan sombong itu tipis. Tapi pd saat yg bersamaan, ia tidak jelaskan batasannya.

  55. Takabbur adalah sifat Iblis. Ia disebut takabbur ketika mengingkari perintah Allah.

  56. Oleh karena ingkar, ia disebut kafir. Takabbur adalah sifatnya makhluk yg kafir (QS. 2:34).

  57. Dlm salah satu hadits yg diriwayatkan o/ Imam Muslim, Nabi saw jg menjelaskan arti sifat sombong.

  58. “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

  59. Maka, kekafiran adalah kesombongan yg paling sejati. Sejalan dgn kisah Iblis tadi.

  60. Jika seorang Muslim merasa agamanyalah yg benar, apakah itu kesombongan?

  61. Jika seorang Muslim memandang kekafiran sbg suatu kebathilan, apakah itu kesombongan?

  62. Kerusakan pemikiran ini terjadi krn kita tdk memahami konsep2 dlm ajaran Islam dgn benar.

  63. Islam tdk perlu belajar toleransi dari Barat. Kita sdh memiliki pegangan yg pasti.

  64. Sikap thd agama lain adalah “lakum diinukum wa liyadiin”, tp dibuka dgn “yaa ayyuhal kaafiruun”.

  65. Kita menghormati agama lain, membiarkan mereka beribadah sesuai ajaran agamanya.

  66. Akan tetapi, jgn sampai mengatakan bahwa agama kita sama atau sama2 benar. Sbb mereka ingkar pd kebenaran!

  67. Kita yakin mereka mengingkari kebenaran krn kita yakin bhw agama kita adalah kebenaran.

  68. Tengoklah bgmn kita diperintahkan utk berbicara dgn Ahli Kitab (QS. 3:64).

  69. Ayat ini kerap dimanipulasi o/ kaum liberalis. Spt biasa, mrk memahaminya secara parsial.

  70. Awal ayat ini menyeru Ahli Kitab utk berpegang pd “kalimatin sawaa’”.

  71. Kemudian kaum liberalis menyerukan agar kita mencari “kalimatin sawaa’” ini dgn dialog antar agama.

  72. Apa benar begitu? Padahal, ayat tsb sudah menjelaskan apa yg dimaksud dgn “kalimatin sawaa’”.

  73. “Kalimatin sawaa’” adalah “kita tdk menyembah selain Allah, tdk persekutukan selain-Nya…”

  74. “…dan kita tdk menjadikan sebagian kita sbg tuhan dari sebagian yg lain.” Clear kan?

  75. Bahkan dijelaskan lbh lanjut: “Jika mereka berpaling, katakanlah: saksikanlah bhw kami adalah org2 yg berserah diri.”

  76. “Kalimatin sawaa’” bukanlah suatu hal yg bisa dicari2 dan disepakati.

  77. Tauhid adalah harga mati bagi seorang Muslim. Jika Ahli Kitab tdk mengakuinya, maka itulah pilihan mrk.

  78. Seorang Muslim, spt kata kang , pada akhirnya berkata dgn penuh : “Isyhaduu bi annaa muslimuun!”

  79. Amat disayangkan, tdk sedikit Muslim yg tdk bangga dgn keislamannya.

  80. Tdk hanya kehilangan sbg Muslim, mrk malah menganggap kekafiran sbg keragaman semata.

  81. Semoga Allah tdk mengembalikan kita pd kejahilan yg telah lampau, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin…

=-=-=-=-=-=

Semoga bermanfaat 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s