Pria Di Mana Pun Sama Saja

Ucapan ini dilontarkan oleh perempuan bisa dalam bentuk intonasi kesal, marah, jengkel (eh sama saja ya?😛 ), cemburu, sinis, atau datar. Beberapa waktu belakangan, aku membaca semacam ‘balasan’ dari pihak pria (bahkan sedikit dari pihak perempuan pun mengamini) dengan nada melecehkan, “Memangnya semua pria sudah kamu coba?” Ngehe banget. Emang.

Pria adalah makhluk yang tak bisa menerjemahkan sebuah gelagat atau kode atau sinyal atau maksud dari sebuah kalimat yang menurut mereka mbulet. Jadi, jika ada kalimat seperti judul postingan ini, mereka akan membalasnya santai, sambil tertawa, sekaligus ‘menganggap’ si perempuan seperti apa yang dipikirkannya. Sudah pernah mencoba ya jelas artinya seks. Otak pria diprogram untuk memikirkan seks lebih banyak daripada perempuan. Silakan kalau mau protes. Ini kan kata aku. Wek!😛

Tentu saja jawaban kaum pria bisa dikategorikan candaan. Mana pernah mereka serius? Sementara perempuan menganggap semua pria itu sama diucapkan dalam kondisi serius. Tuh kan, mbulet lagi?

Dalam kasusku (jiah, berasa menjadi pesakitan gini), setiap kali berkenalan dengan pria, misal dari sepuluh orang dalam waktu yang berdekatan atau bahkan bersamaan, rasionya hanya satu orang yang berhati-hati jika berbicara denganku. Sementara sembilan yang lain menganggap aku bisa menjadi obyek canda tanpa peduli bahwa aku menilainya sebagai sebuah hinaan. Oh, maafkan. Ini kan kasusku. Jika tidak mengenalku, jangan protes. Sepakat untuk tidak sepakat yah?

Bukan hanya aku, di luar sana banyak perempuan yang bisa saja terperangkap dalam praduga ‘apakah dia menyukaiku’ setiap kali si pria melontarkan sebuah kalimat ambigu. Tanggapan demi tanggapan setiap kali berinteraksi menjebak perempuan dalam halusinasi.

You have to realize something, girl. A real man doesn’t make a promise.
He proves it. Not speaks but acts.

Aku sampai merasa harus menuliskan twit tersebut demi mengingatkan diri sendiri dan juga perempuan lain. Sotoy, memang. Iya, perempuan lain yang mudah terlena dengan kalimat manis pria. Nah, itu sebabnya mengapa pria disebut SAMA SAJA. Itu mungkin karena belum menemukan yang benar-benar berhati-hati dalam perilakunya. Mungkin.

Atau karena terlalu lebar membuka pintu hati dan membiarkan semua jenis pria masuk secara membabi buta tanpa saringan sama sekali? Ini juga berbahaya. Ketika hati porak poranda, otak dengan santainya akan berkata, “Told ya!”😦

Ya sudah, sekian postingan gak jelas senja ini. Mungkin Tedjo kesasar ketika mencari Surti. (jangan berhadap mendapat pencerahan dari postingan muter-muter ini😀 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s