Menjaga dalam Waktu yang Tersisa

Aku tahu, waktu kita tak banyak. Setiap hari, kita semakin dekat pada kepulangan yang sejati. Menuju Illahi.

Aku tahu, kita tak bisa saling menggenggam terlalu erat. Itu menyakitkan. Suatu saat, kita harus saling melepas kepergian karena tak ada yang abadi di sini.

Aku tahu, aku tak bisa berbuat banyak. Pun kamu. Ada suatu kekuatan tak kasat mata yang mencegah sebuah temu. Kita disuguhi sebuah kata, salah satu pengikat pamungkas. Tuhan meminta kita bersabar, sekeras apapun keinginan untuk melawan.

Seandainya kita bertemu lebih awal, mungkin tak membuat keadaan menjadi lebih baik. Masing-masing dari kita, berjuang dari tempat berbeda, untuk tujuan yang akan kita sadari nanti.

Menghitung mundur waktu yang hanya milik berdua.

#111Kata 

(tulisan ke tigapuluhempat dari beberapa tulisan)

2 thoughts on “Menjaga dalam Waktu yang Tersisa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s