Agama Tuhan (1) ~ Akmal Sjafril

Kultwitnya Bang Akmal kali ini “agak” pendek. Lumayan cepat untuk menyadurnya ke blog ini😀

-=-=-=-=-=-=-=

  1. Sore ini ingin bincang sedikit tentang .

  2. Ada hal menarik yg menjangkiti kalangan Islam liberal. Mrk suka dgn apa pun yang ‘baru’.

  3. Apa pun yg terlihat baru, akan mereka anggap revolusioner. Padahal hanya TERLIHAT baru.

  4. Sesuatu yang terlihat baru bisa jadi sebenarnya sama sekali tidak baru, hanya saja kita blm pernah melihatnya.

  5. Org memang akan mudah bingung jika tdk memahami persoalan secara konseptual.

  6. Ini contoh kasus kebingungan itu🙂

  7. Sebenarnya, ini sama sekali bukan hal baru. Entah sdh brp kali saya mendengar retorika begini.

  8. Retorika ini membuat org bingung semakin bingung. Mengapa harus beragama jika Tuhan saja tdk beragama?

  9. Ujung2nya adalah pluralisme agama. “Kalau Tuhan tdk beragama, maka agama mana pun sama saja.”

  10. “Buat apa meyakini agama sendiri paling benar? Toh, Tuhan pun tidak beragama!” Kurang lebihnya begitu.

  11. Ada jg yg bilang: “Saya menyembah Tuhan, bukan menyembah agama!”

  12. Konsep pluralismenya John Hick: “beralih dari ‘religion-centredness’ ke ‘God-centredness’!”

  13. Ini cuma sejengkal saja jaraknya dgn paham spiritualisme yg mengatakan: “spiritualism unites, religion divides”.

  14. Singkat cerita, pemikiran ini membawa org dari keadaan KETIADAAN ‘IZZAH menuju KETIADAAN IMAN.

  15. Retorika2 semacam ini cukup berhasil dipropagandakan pd mrk yg tdk punya ‘izzah (kebanggaan) sbg Muslim.

  16. Pada akhirnya, mereka tdk lagi beriman, atau keimanannya ambigu. Mengaku Muslim, tp agama lain dibenarkan jg.

  17. Pangkal persoalannya adalah minimnya pemahaman soal konsep agama itu sendiri.

  18. Kata “agama” memang bisa diartikan macam2, sebab bahasa Indonesia tdk punya ‘sistem akar kata’.

  19. Berbeda dgn bahasa Arab, di mana setiap kata bisa ditelusuri makna dgn memahami akar katanya.

  20. Kita menggunakan kata “diin” dlm bahasa Arab yg bermakna “agama”.

  21. Prof. Naquib al-Attas menguraikan makna “diin” dlm banyak karyanya. Menurut beliau, ini penting sekali.

  22. Kata “diin”, jika dirunut akar katanya, memiliki makna seputar “hutang” dan “keberhutangan”.

  23. Singkat cerita, menurut al-Attas, perasaan berhutang itulah inti dari beragama.

  24. Org yg sudah tdk merasa ‘berhutang’ lagi kepada Allah niscaya tdk bs dipaksa utk jalankan ajaran agama.

  25. Pada hakikatnya, semua yg kita miliki adalah milik Allah. Semuanya akan kembali kepada Allah.

  26. Dgn demikian, apa pun yg kita miliki adalah ‘hutang’ kepada Allah.

  27. Tentu saja, hutang kpd Allah tdk bisa kita lunasi. Sebab, semuanya milik Allah!

  28. Jika kita beramal shalih, maka segala yg kita gunakan utk amal shalih itu pun adalah milik Allah.

  29. Jika kita berbuat baik dan bersyukur, Allah malah akan menambah rahmat-Nya. Maka ‘hutang’ kita bertambah lagi.

  30. Dari sinilah kita memahami interaksi cinta, takut dan harap antara manusia dgn Allah SWT.

  31. Dari uraian singkat di atas, tentu kita akan terheran2 dgn org yg bertanya: “Allah itu agamanya apa?”

  32. Allah berhutang pada siapa? Jika pertanyaan ini dijawab, mudah saja melihat kontradiksi dr retorika di atas.

  33. Krn Allah tidak berhutang pd siapa pun, maka tentu tdk ada yg pernah mengatakan ‘Allah beragama’.

  34. Ibadah adalah hal penting yg diajarkan oleh agama. Apakah Allah beribadah? Tentu tidak!

  35. Kalaupun ada istilah “Agama Allah” (misalnya dlm frase ‘membela Agama Allah’), maknanya tdk sama.

  36. Kenapa tdk sama? Ya, karena Allah tdk sama dgn manusia, atau dgn apa pun.

  37. Dalilnya sudah dihapal semua anak SD: “wa lam yakun lahuu kufuwan ahad!”

  38. Kalau dikatakan “membela agama Allah”, artinya membela agama yg diridhai Allah.

  39. Mengapa ada org kuliah jauh2 ke Univ. Al-Azhar, Kairo, tapi tdk paham masalah semudah ini? Wallaahu a’lam🙂

  40. Menurut saya, ini semua cuma masalah rendahnya harga diri, lemahnya kebanggaan sbg Muslim.

  41. Kalau harga diri sudah rendah, apa pun yg dibawa org akan dianggap hebat, dan ditiru mentah2.

  42. Bahkan dlm hal ini, mengambil konsep agama dari sebuah film.🙂

  43. Bukalah mata, luaskan wawasan. Jangan pelihara perasaan rendah diri, krn kita adalah khalifah Allah di muka bumi.

  44. Tentu kita punya kelemahan, tp kita pun punya kemampuan utk belajar. Pada akhirnya kita akan bertanggung jwb kpd Allah.

  45. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari kejahilan yg menghinakan, aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s