Kumpulan Renungan Untuk Muhasabah Diri (2)

  1. Artikel dari lapak SINI:

RENUNGAN BAGI PARA SUAMI DAN CALON SUAMI

Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Suatu hari Malik bin Dinar melihat seorang laki-laki yang buruk sekali sholatnya.

Diapun berkata, “Sungguh aku amat kasihan terhadap keluarganya.”
Lantas seseorang bertanya kepadanya, “Yang buruk adalah shalat orang ini, mengapa engkau justru mengkhawatirkan keluarganya?
Malik bin Dinar menjawab, “Dia orang tertua di tengah-tengah keluarganya. Dari dialah keluarganya akan belajar.”

(Al Hilyah: 2/384)

Catatan:

Sebelum menikah kebanyakan pria sibuk mempersiapkan kemapanan lahiriah saja, sangat sedikit yang memperhatikan KEMAPANAN BATINIYAH. Padahal seharusnya dia mempersiapkan diri baik secara lahiriyah maupun batiniyah. Sebab dia bukan saja sebagi suami untuk istrinya ataupun Ayah bagi anak-anaknya. Tapi dia adalah nahkoda, murabbi, pendidik dan cermin hidup bagi keluarganya, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrowi.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=

  1. Artikel dari ruang sebelah SINI:

TEMANMU, AGAMAMU

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Allah Ta’ala berfirman..
“Pada hari orang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata, ‘Andaikan aku mengambil jalan bersama Rasul. Aduh! Andai aku tidak menjadikan fulan sebagai teman dekatku. Sungguh, ia telah menyesatkan aku dari peringatan. Padahal peringatan itu telah datang kepadaku.’”
(Al Furqan : 27-29)

Itulah penyesalan penduduk neraka. Penyesalan yang sudah tak berguna. Renungkanlah ayat ini.
Pilah dan pilihlah siapa temanmu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Seseorang itu di atas agama temannya. Hendaklah ia melihat dengan siapa ia berteman.”
(HR Abu Dawud)

=-=-=-=-=-=-=

  1. Dari SINI salinan artikelnya:

RUMAH TANPA ISTERI IBARAT MALAM TANPA REMBULAN

Ustadz Abdullah Hadrami, حفظه الله تعالى

Isteri adalah pengganti ibu yang sangat dibutuhkan setiap lelaki. Karena laki-laki itu, siapapun dia, setinggi apapun ilmu dan kedudukannya tetap saja dia adalah lelaki yang tidak lain hanyalah: ‘Anak Kecil Bertubuh Besar [Thiflun Kabir]’.

Cara memahami laki-laki itu sama persis dengan cara memahami anak kecil.

Suami yang lelah bekerja dan beraktivitas di luar rumah merasa bahagia ketika telah pulang ke rumah karena mendapatkan apa yang ia inginkan dari isterinya.

Bersama isteri, suami mendapatkan sakinah, yaitu; ketenangan, ketenteraman dan kedamaian.

Dalam rumah tangga ada mawaddah wa rahmah, yaitu; cinta dan kasih sayang yang sangat dibutuhkan setiap insan.

Sungguh benar firman Allah dalam surat 30 Ar-Ruum ayat 21 yang artinya;

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Isteri ibarat “pakaian” bagi suami yang memberikan kehangatan, kenyamanan, menutupi keburukan dan memperindah suaminya.

“Di balik laki-laki yang sukses terdapat wanita yang hebat, yaitu isterinya.”

Kata orang Jawa, isteri itu adalah “garwo” sigare nyowo atau separuh jiwa.

Isteri adalah partner dan mitra suami, ia ada untuk menyempurnakan iman dan hidup kita agar hidup kita menjadi semakin “hidup”.

Terima Kasih Cinta..

Diantara jasa-jasa Isteriku:
1. Mau menikah denganku.
2. Menyelamatkanku dari perbuatan terlarang.
3. Setia menemani dan membantuku dalam suka dan duka.
4. Mengandung, melahirkan dan menyusui anak-anakku.
5. Menjadi madrasah bagi anak-anakku.
6. Sabar merawat anak-anakku dalam segala keadaan, ketika mereka sehat atau sakit.
7. Menjadi pelengkap hidupku.

Dan lain-lain.

Ya Allah, kumpulkan kami di dunia ini sampai di Jannah Firdaus, memandang Wajah-Mu yang Maha Mulia dan mendapat ridha-Mu tanpa kemurkaan-Mu selamanya. Ya Rabb…

Uhibbuki Ya Zaujati. Jazakillah Khair Wa BarokaLlah Fiik…

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

  1. Sumber artikelnya dari SINI:

LELAH DAN SELALU BERUJUNG SEPI

Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Begitulah akhir kisah setiap orang yang hanya mau berteman dengan orang yang sempurna.

Raja bin Haiwah -rahimahullah- berkata:

“Barangsiapa yang hanya mau bersahabat dengan orang yang (menurutnya) tidak tercela, akan sedikit sahabat yang dimilikinya.
Barangsiapa yang hanya mengharapkan ketulusan dari sahabatnya untuk dirinya, maka ia akan selalu mendongkol.
Dan barangsiapa yang mencela sahabatnya atas setiap dosa yang dilakukannya, dia akan banyak memiliki musuh.”

(Siyaru A’laamin Nubalaa’ IV:557)

Pepatah arab mengatakan:

من ذا الذي ماساء قط؟
ومن له الحسنى فقط؟

Siapakah yang tak pernah salah?
Dan siapakah yang hanya punya kebaikan saja?

Harus kita sadari, bahwa seonggok daging yang bernama manusia itu merupakan tempat salah dan lupa. Menuntut kesempurnaan darinya hanya akan membuat kita lelah.

Mencari sahabat yang sempurna tanpa cela seperti menegakkan benang basah, usaha yang sia-sia dan akan selalu berakhir sepi tanpa kawan.

Berhentilah menuntut kesempurnaan dari sahabatmu, karena kesempurnaan hanya milik Allah.

-=-=-=-=-=-=-=-=

Semoga bermanfaat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s