Kita Harus Mengganti Mainan

Mungkin ini perumpamaan yang mendekati. Entah aku harus mencari deskripsi singkat seperti apa, namun kita berdua pun tahu, memang demikian adanya.

Kita berdua pernah bermain kembang api. Sekali menyala, meletup indah, memancarkan warna warni dan pola yang membuat takjub banyak orang. Namun tak sampai lima menit, semua menjadi abu. Tak berbekas dan menyisakan kecewa. Indahnya cepat pudar.

Aku pernah bertubi menghujanimu dengan perhatian nyaris tanpa jeda, membuatmu jengah dan sesak. Kamu pun selalu mengajakku membicarakan hal-hal ringan sekadar membunuh waktu, meski sebenarnya kita berdua sangat lelah.

Kita berdua mengalami kebuntuan hingga akhirnya kamu mengambil langkah ekstrim untuk mengistirahatkan jiwa yang terlalu riuh. Aku seperti diempaskan ke sebuah sudut yang dingin, suram, sunyi, dan terabaikan. Sakit. Mencoba menalar segala yang terjadi dalam waktu singkat itu. Ada apa sebenarnya?

Waktulah yang membantuku mencoba menyusun kepingan masalah di bilik hatiku dan mencoba melihat ke ruang jiwamu. Aku tak bisa memaksakan diri untuk mengulurkan bantuan. Kamu terlalu angkuh dan percaya diri untuk mau meraih tanganku. Oh ya, aku tahu kamu bukan pria seperti itu, yang bisa menyerah begitu saja pada keadaan. Kamu yakin bisa menanganinya dengan cara sendiri.

Bukannya aku tak percaya dan aku ingin memastikan kamu baik-baik saja selama menenangkan diri. Jadi, ini yang kulakukan. Mendoakanmu yang terbaik hingga Tuhan menjagamu untukku dengan perlakuan istimewa. šŸ™‚

Aku tertawa kecil menyadari bahwa kita salah memilih mainan. Mengapa kita mengambil kembang api yang hanya memuaskan kita sesaat? Kita membutuhkan lilin yang dapat menjaga kehangatan dalam ketenangan, hingga memiliki waktu untuk meraih pelukan dan saling menggenggam harapan.

(tulisan ke tigapuluhsatu dari beberapa tulisan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s