You Are My Home

Kelebatan ingatan dan rindu kembali menguat dan menghangat. Tak sadar, aku semakin sering tersenyum lagi. Jika bukan karenamu, lantas siapa lagi?

Setiap sudut rumahmu, tempat sebentuk hati menghabiskan malamnya dalam sepi, membuatku selalu rindu. Kamu kerap memintaku untuk menemanimu dengan mengirimkan foto sekat-sekat sunyi itu. “Temani aku di sini.” Pinta yang sederhana, lirih, dan menuntut.

Kamu pun pernah bilang ingin tinggal di Bandung, dengan ekspresi riang memancarkan kehangatan. Itu menyenangkan. Semoga Sang Maha Cinta mengabulkan impianmu. Bagiku, di mana pun kamu menetap, di sanalah rumahku. Tempatmu menenangkan diri. Tempatku mendapatkan perlindungan.

Aku akan pulang. Seperti janjiku padamu. Kau hanya perlu menunggu dalam setiamu dan percaya.

(tulisan ke tigapuluh dari beberapa tulisan)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s