Memberi Jarak Agar Rindu Bisa Bernapas

Terkadang, dua hati yang terlalu sering bersama pun kerap merasa lelah dengan keinginan tak mau lepas dan tak ingin kehilangan. Jenuh melanda. Sesak memenuhi dada. Akhirnya, emosi memuncak dan tak lagi bisa berpikir rasional. Marah tanpa sebab yang jelas.

Ketika satu hati menarik diri semata karena emosinya, apa yang bisa dilakukan sisa hati yang lain? Diam, menunggu, dan menjaga jarak. Yakin karena tak selamanya hati demikian panas. Pikiran harus tetap tenang. Tak selamanya badai menghampiri, kan?

Jikalau pelangi tak kunjung menampakkan warnanya, bukan berarti tak ada. Hanya tertutup awan, atau tempatmu berdiri terhalang sebuah tembok besar dan tinggi. Egomu.

Aku masih setia menunggu saat kita kembali merapatkan hati dan menghangatkan harapan.

#111kata #MyS

(tulisan ke duapuluhdelapan dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s