BPJS Oh BPJS, Plis Atulah!

Aku gak tau harus menulis apa tentang proses mengurus BPJS yang menurutku rada menjengkelkan ini. You know lah, pelayanan masyarakat oleh pemerintah selalu mendapat awalan menyebalkan.

BPJS KCU Bandung

Tanggal 14 Desember aku mencoba mendaftar lagi melalui online karena sebelumnya gagal terus. Ternyata hari ini gagal maning. Mbuh kenapa. Refresh situsnya pun tak membuahkan hasil. Tanggal 15 aku penasaran dan akhirnya bisa mendapatkan nomer registrasi. Baiklah. Satu langkah lolos.

Tanggal 16, aku bermaksud membayar iuran pertama dengan cara meminta tolong pada Fira. Sampai pukul 17.00 WIB, gagal. Semua ATM Bank Mandiri tidak menerima dan menyatakan Virtual Account aku tidak terdaftar. Yasalam. Aku mention bertanya di Facebook BPJS dan Twitter BPJS Pusat plus Cabang Bandung (Unofficial @BPJS_BDG tapi per tanggal 19 Desember gak bisa diakses lagi), tak ada jawaban atau tanggapan. Ya sudah, setelah tanya pada Fira, aku memutuskan ke kantor cabang utama di Jalan Pejuang Pelajar.

Tanggal 17, aku berusaha ke KCU dengan banyak kendala (akhirnya baru sadar ada yang salah) pada pukul 09.00 WIB. Sampai di KCU Bandung itu, aku mendapat kenyataan pahit. “Nomer antrian sudah habis, Bu. Datang besok lagi jam tujuh pagi ya? Bagian online nanti di loket enam.” Mau marah tapi malas buang energi.

Malam harinya, aku mencoba mendaftarkan dua krucilku, mendapat kendala tak bisa bayar juga. Duh! Ya sudahlah, sekalian kuurus saja besok deh!

Tanggal 18, aku tiba di KCU pukul 07.15 WIB dan mendapat nomer… 366! Edyan! Itu yang nomer 300 datang pukul berapa ya? Ya sudahlah, aku mencoba menunggu. Loket baru buka pukul 08.15 WIB.

nomernya dicetak pada pukul 4 pagi! beuh!
nomernya dicetak pada pukul 4 pagi! beuh!

Aku mencoba bertahan, tapi rasanya mengantuk. Akhirnya aku sempat tertidur pada antrian sekitar 320😆 Layar pada televisi pun tak berfungsi. Benar-benar mengandalkan panggilan dari speaker. Duh… Mudah-mudahan terdengar. Untunglah para peserta BPJS ini patuh, gak ada yang ramai sendiri. Ya, karena semua fokus pada panggilan😛

gak berfungsi.
gak berfungsi.

Saat antrian di nomer 340, aku rasanya kelaparan. Jam tanganku menunjukkan pukul 10.00 WIB. Gosh! Aku melipir sejenak makan siomay di luar kantor BPJS. Lumayanlah ganjalan bagi naga-naga di perut. Kembali ke dalam ruang antrian, masih di nomer 355. Rasanya mulai payah daya tahan kesabaranku. Tapi ya, marilah menjadi warga negara yang baik. Wokeh!

segini rame masih pagi.
segini rame masih pagi.

Pukul 10.45 WIB, nomerku dipanggil di loket enam, sodarah-sodarah! Yay! Kebayang? Kebayang? Baiklah. Ketika aku memberitahukan bahwa aku kesulitan membayar iuran pertama, CS (ish, lupa namanya!) mengatakan tak ada masalah. Akhirnya CS mengatakan bahwa ketiga Virtual Account sudah di-refresh dan bisa segera dibayarkan. “Kalau masih bermasalah, datang lagi ke sini, nanti saya bantu ke bagian keuangan ya, Bu.”

“Sekarang ke mana nih? ATM Mandiri?” tanyaku berusaha meyakinkan diri sendiri.

“Iya, bisa. Ke BRI juga boleh.” CS menangguk tidak yakin. Yaelah, sis!

hindari calo, ceunah mah...
hindari calo, ceunah mah…

Ya sudah, aku memutuskan untuk pergi ke KCU Mandiri Buah Batu sekalian daripada hanya ke ATM biasa. Bismillah, aku mencoba memilih mesin ATM non tunai. Haish, ternyata tidak bisaaaaa… Geser kaki ke ATM tunai dan berhasil semua! Alhamdulillah! Eh ya, ATM di Bubat ini touch screen dan pada layar berurutan seperti ini:

  1. Siapkan nomer Virtual Account (saking panjangnya, asli gak hafal nih)
  2. Pilih menu “BAYAR / BELI”
  3. Pilih menu “LAINNYA”
  4. Pilih menu “BPJS”
  5. Pilih “BPJS Kesehatan” atau “BPJS Ketenagakerjaan” tergantung yang akan dibayarkan.
  6. Pilih “INDIVIDU” jika akan membayar secara BPJS Kesehatan Individu atau “BADAN USAHA” untuk badan usaha yang membayarkan karyawannya.
  7. Masukkan angka 88998 diikuti 11 angka dari belakang Nomor Virtual Account (VA) / nomor yang ada pada kartu BPJS, lalu tekan BENAR.
  8. Masukkan jumlah bulan yang akan dibayar, jika Anda membayar untuk 1 bulan maka ketikkan angka 1, lalu tekan BENAR.
  9. Muncul konfirmasi pada layar, jangan langsung pilih “YA” tapi ketikkan angka 1 dahulu.
  10. Selesai, Anda berhasil membayar premi BPJS Kesehatan via ATM Mandiri.

Selesai.

Nah, kalau di ATM lama (ada tombol di sisi kanan kiri layar), setelah pilihan Bayar / Beli, masih harus masuk ke pilihan “Asuransi” dan memasukkan kode BPJS Perorangan (23997 kalau gak salah ingat yah)

Aku langsung memberitahukan Fira bahwa semuanya berjalan dengan baik. “Mak, gue ke BPJS ya?”

“Ngapain? Traktir?”

“Gak, mau nyelametin elu udah sukses BPJS, secara hampir empat jam gitu lho!” Ish!

Ya setidaknya sudah pecah bisul deh mengurus sesuatu ini. Oia, kata Sean, yang penting, “Elu dapetin nomernya. Lumayan kalo mau berobat. Wajib sekarang, mah.” Oh, baiklah!

Oia, aku belum urus kartunya yang ternyata harus mengisi formulir lagi. Ah, malasnyaaaa… Kenapa gak otomatis sih? Abaikanlah. Belum butuh. Nanti saja urusnya kalau sudah kepepet😀 Ini juga (akhirnya) mendaftar karena ada “ancaman” berbagai urusan di tahun 2015 bisa dipersulit kalau belum punya BPJS. PLIS ATULAAAAHHHH… Kok maksa sih? Eh, gatau ya. Trus, memangnya kalau sudah terdaftar dan gak pernah berobat selama setahun, dapat reward gitu? *digaplok*

Begitulah. Garing ya? Kalau antriannya panjang saat ke KCU, mending tidur pas menunggu giliran. Asli lama banget itu. *anjuran sesat*

Udah sih, itu saja pengalaman pertamaku *halah*

2 thoughts on “BPJS Oh BPJS, Plis Atulah!”

  1. Ngahahahahaha… aslinya ngga kalah sm petualangan bekasi yak :p (apalagi digabung sm tornado di sorenya, horooorrrr😦 )
    gw ntar pake calo aja dah keknya klo bgini critanya😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s