Entah Apa Maksudnya

Aku memahami, berjuang tak pernah mudah untuk urusan apapun. Pendidikan, pekerjaan, perbisnisan, pertemanan, hingga pernikahan. Semua ada caranya sendiri untuk diperjuangkan.

Kebuntuan ketika menghadapi sebuah situasi yang tak bisa dijelaskan mengapa, ada apa, dan bagaimana, akan lebih terasa menyakitkan saat sendirian.

Saat tak dipedulikan, saat diabaikan, saat tak dibutuhkan, dan saat segalanya terasa menjadi lebih buruk… Adakah yang lebih menyedihkan? Andai aku bisa menjabarkan bagaimana warna hatiku saat ini. Kalimat “Aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri” terasa sangat menyakitkan karena merasa tak berarti. Tetapi ternyata, beda antara pria dan wanita saat menyelesaikan sebuah masalah. Wanita lebih suka terbuka dan menjelaskan apa yang dirasakannya (bahkan lupa menyebutkan masalah utamanya. Girls!), sementara pria memilih diam dan bersembunyi dalam gua terdalamnya. Entah dengan cara tenggelam dalam hobinya atau berkumpul dengan sesama pria. Menggila bersama.

Tak ada yang melulu bahagia dalam kehidupan ini. Sakitnya berjuang menjadi bumbu pelengkap dalam setiap hela napas. Satu pertanyaannya adalah, apakah kita akan berhenti dan menyerah kalah, atau berjalan terus menghadapi segala penghalang? Tak perlu berupa badai atau gelegar gemuruh, cukup kerikil tajam di jalan hingga bisa membuat kita kewalahan membersihkan lukanya.

Entah, apa maksudku menulis tentang ini semua. Sepotong rindu yang berdebu menjadi alasanku bertanya ke langit, mengapa diamnya begitu menyakitkan? Mengapa tingkahnya begitu menyebalkan? Suara langit berbisik di dadaku, “Karena cinta tanpa ujian, seperti langit tanpa awan. Kamu tak akan bisa belajar dari perubahan warna gumpalan awan. Kamu hanya akan tahu langit cerah. Padahal bisa menyilaukan dan melenakanmu. Masihkah kamu mau mengulurkan tanganmu padanya, di saat terburuknya? Di saat dia tak layak dicintai? Di saat dia begitu menjengkelkan?”

Aku memejamkan mata. Merepih lirih segenggam doa.

(tulisan ke duapuluhdua dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s