Saat Tak Layak Dicintai

Ada saat ketika seseorang yang kita cintai begitu menyebalkan. Tingkahnya menjengkelkan, kata-katanya menyakitkan, dan sepertinya lebih baik meninggalkannya dalam kesendirian.

just because

Tetapi, jika memang cintamu terlalu kuat hanya untuk pergi menjaduh darinya, kamu tak akan benar-benar pergi. Iya, kan? Atau ketika kamu merasa cintamu sudah habis, pikirkan sekali lagi. Benarkah semuanya sudah selesai? Ataukah kamu hanya sekadar jenuh dan ingin kesegaran baru dalam hubungan kalian?

Sebaliknya, terkadang kitalah yang tak pantas dicintai. Kita begitu senang menarik perhatian pasangan dengan kelakuan yang kacau. Berteriak, menangis, tak menjawab pertanyaan, pergi tanpa kabar, bahkan mungkin enggan memeluk. Saat kita demikian lelah ketika sekadar menyapa, senyum dan pelukan itu sudah lebih dari cukup. Tak usah banyak cakap.

Bagiku, ketika sedang tak pantas dicintai atau merasa diabaikan, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah berdoa. Meminta penguatan dari Allah agar tak ada pikiran jelek terhadap apapun juga. Beristighfar senantiasa dan memohon ampunan jika ada khilaf yang tak disengaja. Biasanya, secara ajaib, hati yang kering perih itu menjadi hangat dan nyaman kembali.

Jalan mungkin berliku
Tak kan lelah bila di sampingmu
Semakin ku mengenalmu
Jelas terlihat pintu masa depan

Tak ada alasan bagiku untuk benar-benar acuh. Bukankah aku sudah berjanji untuk tetap setia pada janji yang terucap kepada-Nya? Setangguh apa menghadapi segala cobaan? Menjaga agar pikiran tetap tertuju pada kebahagiaannya, meski mungkin ada kalanya untuk mendekat pun sulit. Selalu akan tiba kembali saat hati dipenuhi cinta dan rindu yang tak terungkap namun terasa hangat hingga tak ada kata yang sanggup menjabarkannya.

Aku harus selalu bersiap, jika saja masa nyeri di hati membuatku ingin sendiri. Hati dan pikiranku tak akan jauh darimu. Karena aku sudah tertambat padamu.

(tulisan keempat belas dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s