Hanya Melihat dan Percaya Kepadamu

Mencoba belajar dari perempuan terbaik yang ada dalam hidupku: almarhumah MamašŸ™‚

Menjaga janji suci dan pandangan hanya pada Bapak. Mama bilang, betapa banyak pria yang mendekatinya. Mama bilang itu pelecehan dan beliau tak pernah mengatakannya kepada Bapak demi menjaga suasana hati dan perasaan suaminya. Dan tanpa banyak tanya pun, aku bisa merasakan apa yang membuat Mama gamang saat itu. Aku hanya bisa diam. Mama berjuang untuk sesuatu yang kusebut pengabdian.

Mama dan Bapak tak pernah tahu, bahwa aku memerhatikan mereka sejak aku mengerti makna hubungan mereka. Aku gak tahu apakah mereka pernah curhat dengan sahabat terdekat atau saudara untuk hal hubungan mereka. Setahuku, meski Bapak memiliki amat sangat banyak kenalan, relasi, teman, saudara, Bapak adalah orang yang tertutup untuk urusan cinta. Beda dengan Mama yang mengajakku berbicara tentang BapakšŸ™‚

Ketika Mama baru saja wafat, ada berita tak nyaman sampai ke telingaku. Aku diam tak bertanya pada Bapak untuk konfirmasi. Aku menunggu Bapak bicara dan ketika saat itu tiba, Bapak menatapku sambil berbicara dengan nada bergetar. Hanya aku yang mendengar. “Jangan pernah kamu dengarkan orang lain yang membicarakan Bapak atau almarhumah Mama di belakang kami. Kamu hanya perlu percaya pada Bapak. Kamu paham? Bapak tak serendah itu.” Aku diam. Kami berdua diam. Tetapi ketika aku sendirian, aku menangis sejadi-jadinya. Merasa bersalah telah mencurigai beliau.

Terngiang kembali… “Bapak sangat menghargai dan menghormati Mama. Mamanya Teteh adalah wanita terhormat. Mama menjaga kesucian diri dan nama baik keluarga tanpa harus merepotkan suaminya.” Dadaku bergemuruh saat mengingatnya. Bagaimana Bapak bisa tahu? Ah, cinta memang aneh. Betapa dua insan saling mencintai tanpa banyak kata… Namun saling mengerti dengan nyaris sempurna.

Orangtuaku adalah pasangan yang diibaratkan minyak dan air. Bumi dan langit. Bedanya kebangetanšŸ˜› Tetapi mereka saling melengkapi bagai puzzle. Ada yang lebih membahagiakan dari itu? Kepercayaan adalah pondasi dalam sebuah hubungan. Mereka saling percaya. Itu lebih dari segalanya.

Dan aku belajar banyak dari mereka berdua. Doaku selalu sama… Memohon padaĀ Allah, seseorang yang bisa membuatku mengerti, memahami, merasakan bahwa aku hanya akan melihat padanya dan bukan yang lain. Bahwa aku hanya akan percaya padanya dan bukan kata orang lain.

Kalau kalian memang saling mencintai dengan jujur dari hatimu, kenapa harus peduli kata orang lain. #FatwaCintaĀ ~ Santo Aboeprajitno

Menjaga kepercayaan tak semudah menjaga gorengan agar tak hangus di wajan. Aku harus bisa mencontoh bahwa saling percaya adalah hal paling ringan dilakukan yang justru paling sering diabaikan karena pengaruh dari pihak luar.

Ingatanku melesat padanya. Aku percaya. Sepenuhnya.

(tulisan ke delapan dari beberapa tulisan)

PS: Happy birthday, my most beautiful and strongest lady… I do miss you, Mom!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s