Kecantikan yang Bukan Untuk Sesiapa Selain…

Aku memulai menulis postingan ini dengan senyum bingung. Asli, bingung. Ingatan yang melayang pada siapa diriku dulu dan sekarang. Bagaimana aku memantaskan diri secara fisik. Hingga akhirnya berujung pada pertanyan, untuk siapa aku memoles diri?

Dari dulu aku termasuk cuek dengan penampilan. Nyaris gak punya rok. Celana panjang hampir jenis jeans semua. Atasan kalau gak kemeja ya kaos.😛 Gak suka koleksi perlengkapan lenong. Hanya punya pembersih wajah dan obat jerawat😆 Kalau berdandan lengkap hanya saat menjadi pager ayu di acara nikahan saudara😀 Itu pun jalannya masih gagah, boro-boro kemayu. Hiahahahaha😆

Gaya berpakaian cuek masih berlangsung hingga kuliah. Celana jeans dan kemeja flanel (Sekarang semuanya sudah dihibahkan. Jadi mau punya lagi deh ih.) setiap hari. Banyak juga sih yang tanya, “An, kamu gak mau coba dandan gitu? Biar lebih keliatan ceweknya?” Kagak tersinggung kok. Tenang aja😀 Aku suka terpana kalau ada teman yang sedang asyik berdandan di kelas saat menunggu dosen masuk. Maskara, pensil alis, bedak tabur… Aku gak punya semuanya. Hihihihi…

Penasaran, aku mencoba ke pusat perbelanjaan, menuju gerai kosmetik merek internasional favorit Mama seumur hidupnya: Revlon. Aku tak melirik yang lain, hanya lipstik. Itu pun yang warnanya nude atau cokelat. Saking gak pedenya. Ciyan bener idupku inih.

Saat kuliah juga aku pernah mencoba memakai produk yang dikeluarkan oleh merek favoritku sekarang: Oriflame. Tetapi gak berlanjut. Saat itu aku belum paham bisnisnya dan mahal sangat lah untuk ukuran kantong anak kos. Hihihihi…

Sampai aku menikah dan punya anak, akhirnya tanteku gemes setengah mati. Diberikannyalah perlengkapan lenong itu. Dari sebuah merek terkenal Indonesia, karena tanteku pernah bekerja di sana. Aku yang sama sekali belum pernah berurusan dengan benda-benda ajaib itu, kubiarkan teronggok di meja rias tak tersentuh. Gak pede.

Salah berdandan? PASTI PERNAH. SERING KAYAKNYA. tutup muka pakek panci Sampai aku pernah disindir dengan suara stereo di sebuah kantor, “Haduh Diana, cantik sekali kamu!” Tapi dengan wajah sinis. Gak enak banget ya? Hiks… Padahal aku yakin ada yang salah nih. Akhirnya salah seorang kenalanku mendekatiku sambil membawa berlembar-lembar tisu. “Sini, aku bersihkan dulu. Terlalu tebal tuh eye shadow kamu.” Malu ya? Iya. Tapi yah namanya juga belajar sih.

Tapi sejatinya, aku sendiri memang gak pernah mau berdandan untuk orang lain atau agar terlihat menarik di mata lawan jenis. A big no no. Kecuali agar tidak terlihat kusam atau pucat, bolehlah. Makanya kenapa hanya pakai lipstik warna alami. Daaaaann…. Protes pun terdengar dari mulut krucil. “Bunda dandan dong, biar keliatan cantik. Kan aku jadi makin sayang sama Bunda,” rayu si sulung dengan lirikannya yang bikin meleleh. Si bungsu tak mau kalah, “Iya, kan Bunda aku jualan Oriplem, jadinya harus cantik.” Aduh duh duh duh… Kalau dirayu dua jagoan gini, gimanaaaaa….😛

Berhubung aku memang mulai memberi branding lain pada diri sendiri selain sebagai penulis, yaitu konsultannya Oriflame, mau gak mau, suka gak suka, aku harus mencoba hampir semua produk yang sesuai dengan kulitku. Baiklah… tahan napas Akhirnya aku mencoba membeli eyeliner, maskara, alas bedak, dan lipstik warna pink atau fuchsia atau ungu. Ahahahaha, please don’t imagine about anything! Nor ondel-ondel too!😛

Plus, di rumah aku benar-benar cuek, berantakan, penampilan butut pula. Gak ada manis-manis perempuannya😆 Lagi-lagi hal ini diprotes dua jagoanku. “Bunda kalo di rumah juga dandan dong!” muka lempeng Kutanya retorik, “Emangnya kenapa?” Si sulung menjawab, “Karena Bundaku cantik. Aku mau lihat Bundaku cantik terus.” Maka untuk kedua jagoan itulah aku pun sesekali (belajar) berdandan di rumah. Tak sering.

Jadi, kenapa aku tak pernah berdandan lengkap atau mencoba tampil menarik di depan umum? Untuk apa? Tak ada gunanya. Segala yang istimewa hanya akan kupersembahkan khusus bagi pasanganku. Ngapain tebar pesona dengan yang lain. Sakit jiwa itu sih. Sorry to say. Am not a bitch, anyway😉

Nah, inshaa Allah akan tiba waktunya untukku berdandan istimewa bagi yang teristimewa.😉 Soon. Doain yah?

Udah. Gitu aja sih.

(tulisan ke enam dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s