Small Talks and Light Conversation With You

I used to do it since I was nine years old.🙂

Entah kenapa, memberikan perhatian pada orang lain bagiku menyenangkan. Meski aku termasuk orang yang susah bergaul, nerd, introvert, dan takut berkenalan, tapi aku suka bertemu dengan orang baru. Mungkin gak banyak yang ngeh atau peduli dengan kebiasaanku. Aku suka bawel dan ceriwis pada orang yang sudah kukenal dan menjadi akrab. Pertanyaan “Sudah makan siangnya?” mungkin bagi sebagian orang dianggap annoying😀 Tetapi itu caraku untuk tetap bisa berkomunikasi. Salah satu cara mencegah disebut sombong😛 Hihihihi…

Hanya saja memang, di zaman sekarang, sekadar bertanya ‘apa kabar’ pada teman yang sudah lama tak bertemu, pasti akan mendapatkan reaksi negatif. “Kalau gak pinjam duit, ya mau nawarin MLM.” Udah su’udhzon duluan.😛 HAYO NGAKU!😛 Aku menghindari dicap seperti itu. Makanya aku tetap lempeng saja menyapa via SMS, inbox FB, DM Twitter, atau via surel. Hanya chit chat biasa. Selesai. Karena penting sekali menjaga silaturrahim tetap terjalin.

Begitu pun dengan someone special yang ada di hati. keselek biji kedondong Mencegah mati gaya, ada saja yang kutanyakan padanya. Atau sekadar menyapa. “Selamat pagi, Kesayangan.” “Sudah makan?” Kalau aku, seperti itu. Beda dengannya yang menjaga komunikasi dengan hal-hal ringan dan seru yang terjadi di media. Tapi yang pasti kami tetap menjaga agar ritmenya berlanjut. Meski kadang mungkin mati gaya, bingung mau ngobrolin apa lagi, tetapi mengetahui semua baik-baik saja is more than everything🙂

Melihat keakraban orangtuaku dulu, beda kota karena kewajiban mencari nafkahnya juga beda jalur, cara mempertahankan komunikasinya menyenangkan. Telepon meski hanya lima menit. (Lumayan juga interlokal di zaman dulu mah ya?) Atau berkabar via telegram (Bukan aplikasi Telegram model sekarang😀 ) atau kartupos. Bapakku romantis banget. Beda dengan Mama yang to the point. Hihihihi… Sepertinya aku memang Bapak banget dan adikku itu Mama banget😛

Nah, aku ingin meneruskan tradisi itu. Saling mengabarkan dengan cara sederhana yang tak terputus. Indah. Begitu saja.

Aku yang bawel dan suka berbicara berputar-putar (saking bingungnya mau menjelaskan sebuah cerita atau masalah) kadang membuat dia kesal. “Duh, bisa lebih jelas gak sih? Kamu mau ngomong apa?” Hihihihi, ada yang jengkel. dicubit Itu, karena aku nyaris tak bisa berkata apapun… Selama ada dirinya, aku seperti salah tingkah. lebay beud😛

Ya sudahlah. Aku mau gangguin teman-teman lagi. Sekadar bertanya, “Hai, masih idup?”😛

Tentu saja, mengirim pesan singkat padanya. Merindunya terlalu🙂

(tulisan ke lima dari beberapa tulisan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s